
Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK SNBT) tahun 2026 telah mengumumkan jadwal, persyaratan, ketentuan pemilihan program studi, serta materi tes yang akan diujikan. Informasi ini menjadi panduan penting bagi calon mahasiswa yang berencana melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia.
Menurut jadwal resmi yang telah dirilis, proses registrasi Akun SNPMB Siswa akan dibuka mulai 12 Januari hingga 7 April 2026. Pendaftaran UTBK-SNBT sendiri dijadwalkan pada 25 Maret hingga 7 April 2026. Pelaksanaan UTBK akan berlangsung dalam satu gelombang selama 10 hari, yakni dari 21 hingga 30 April 2026, dengan dua sesi setiap harinya (pagi dan siang). Durasi total ujian adalah 195 menit. Pengumuman hasil SNBT akan dilakukan pada 25 Mei 2026, diikuti dengan masa unduh sertifikat UTBK dari 2 Juni hingga 31 Juli 2026.
Persyaratan peserta UTBK SNBT 2026 mencakup beberapa kriteria utama. Peserta wajib memiliki Akun SNPMB Siswa yang telah teregistrasi melalui portal resmi SNPMB. Selain itu, peserta harus merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Kategori peserta meliputi siswa kelas 12 pada tahun 2026, atau lulusan SMA/MA/SMK/sederajat tahun 2024 dan 2025, termasuk peserta didik Paket C tahun 2024, 2025, atau 2026, dengan usia maksimal 25 tahun per 1 Juli 2026. Peserta juga harus memiliki kesehatan yang memadai agar tidak mengganggu kelancaran studi. Penting untuk dicatat bahwa siswa yang telah dinyatakan lulus seleksi jalur SNBP 2024, SNBP 2025, maupun SNBP 2026 tidak diperbolehkan mendaftar SNBT 2026. Biaya pelaksanaan UTBK ditetapkan sebesar Rp200.000,00. Bagi pendaftar program studi Seni dan/atau Olahraga, wajib mengunggah portofolio sebagai syarat tambahan, sementara peserta tunanetra wajib mengunggah Surat Pernyataan Tunanetra.
Dalam pemilihan program studi, setiap peserta diperbolehkan memilih hingga maksimal empat program studi yang terdiri dari jenjang D3, D4, atau S1, baik dari PTN Akademik maupun PTN Vokasi. Urutan pilihan program studi menunjukkan prioritas peserta. Ketentuan khusus berlaku untuk kombinasi pilihan: jika memilih satu atau dua program studi, peserta bebas memilih program apa pun. Untuk tiga program studi, kombinasi yang diperbolehkan adalah dua program akademik dan satu vokasi, satu akademik dan dua vokasi, atau tiga vokasi dengan minimal satu program D3. Jika memilih empat program studi, kombinasinya bisa dua akademik dan dua vokasi (dengan minimal satu D3), atau satu akademik dan tiga vokasi (dengan minimal satu D3).
Materi tes UTBK SNBT 2026 terdiri atas dua komponen utama, yaitu Tes Potensi Skolastik (TPS) dan Tes Literasi. TPS mengukur kemampuan berpikir logis, menemukan pola, dan menarik kesimpulan. Subtes TPS meliputi Penalaran Umum (30 soal), Pengetahuan dan Pemahaman Umum (20 soal), Pemahaman Bacaan dan Menulis (20 soal), serta Pengetahuan Kuantitatif (20 soal). Sementara itu, Tes Literasi dirancang untuk mengukur pemahaman dan analisis teks. Subtesnya terdiri dari Literasi Bahasa Indonesia (30 soal), Literasi Bahasa Inggris (20 soal), dan Penalaran Matematika (20 soal). Secara keseluruhan, peserta akan mengerjakan 160 soal dengan alokasi waktu 195 menit. Seleksi jalur SNBT 2026 akan didasarkan pada hasil UTBK 2026, ditambah dengan portofolio bagi program studi seni dan/atau olahraga.