Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Panduan Amalan Malam Jumat Rajab: Raih Berkah Hakiki, Jauhi Riwayat Palsu

2025-12-20 | 17:16 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-20T10:16:53Z
Ruang Iklan

Panduan Amalan Malam Jumat Rajab: Raih Berkah Hakiki, Jauhi Riwayat Palsu

Bulan Rajab merupakan salah satu dari empat bulan haram atau Asyhurul Hurum dalam kalender Hijriah, di samping Dzulqa'dah, Dzulhijjah, dan Muharram. Bulan-bulan ini dianggap istimewa dan dimuliakan dalam Islam, di mana amal kebaikan akan dilipatgandakan pahalanya. Keutamaan bulan Rajab juga terletak pada terjadinya peristiwa penting seperti Isra Mi'raj. Malam Jumat sendiri merupakan waktu yang mulia, bahkan disebut sebagai Sayyidul Lail atau penghulu malam, di mana doa lebih mudah dikabulkan. Kombinasi kedua waktu istimewa ini, yakni Malam Jumat di bulan Rajab, seringkali memicu semangat umat Islam untuk memperbanyak amalan.

Namun, di tengah antusiasme beribadah, umat Islam diimbau untuk mewaspadai riwayat atau hadits palsu (maudhu') dan lemah (dhaif) yang kerap beredar terkait amalan spesifik di bulan Rajab, khususnya pada malam Jumat pertama. Salah satu amalan yang paling populer sekaligus kontroversial adalah Shalat Raghaib. Shalat ini biasanya digambarkan dilakukan sebanyak 12 rakaat antara waktu Maghrib dan Isya, dengan tata cara dan bacaan surat tertentu.

Para ulama hadits, termasuk Imam Al-Hafiz Al-Iraqi, Imam Ibnu Shalah Asy-Syafi'i, Imam Izzuddin Abdussalam, Imam An-Nawawi, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah, dan Ibnu Qayyim al-Jauziyyah, telah sepakat menyatakan bahwa hadits mengenai Shalat Raghaib adalah palsu dan merupakan bid'ah (inovasi dalam agama) yang muncul pada abad keempat Hijriah. Riwayat seperti "Janganlah kalian lalai dari (beribadah) pada malam Jum'at pertama di bulan Rajab, karena malam itu Malaikat menamakannya Raghaa-ib..." secara eksplisit dikategorikan sebagai hadits lemah atau palsu. Ibnu Qayyim al-Jauziyyah bahkan menegaskan bahwa semua hadits tentang shalat Raghaib pada malam Jumat pertama di bulan Rajab adalah dusta yang diada-adakan atas nama Rasulullah SAW.

Selain Shalat Raghaib, beberapa hadits lain yang sering dikaitkan dengan keutamaan spesifik bulan Rajab juga dinilai lemah atau palsu oleh para ahli hadits. Di antaranya adalah hadits "Rajab bulan Allah, Sya'ban bulanku dan Ramadhan adalah bulan ummatku", serta hadits-hadits yang menyebutkan ganjaran puasa Rajab yang berlebihan. Doa populer "Allahumma barik lana fi Rajab wa Sya'ban wa ballighna Ramadhan" juga memiliki sanad yang dhaif. Meski demikian, beberapa ulama membolehkan penggunaan hadits dhaif untuk fadhailul a'mal (keutamaan amal) selama tidak terkait hukum halal-haram atau akidah, dan tidak bertentangan dengan dalil yang lebih kuat. Penting bagi umat Islam untuk senantiasa mencari tahu keabsahan suatu riwayat agar tidak terjerumus pada amalan yang tidak bersandar pada sunah Nabi Muhammad SAW yang sahih.

Alih-alih berpegang pada riwayat yang tidak jelas, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amalan saleh yang secara umum disunahkan dan diperkuat dalil sahih, yang pahalanya akan dilipatgandakan di bulan-bulan mulia ini. Amalan-amalan yang dianjurkan pada malam Jumat maupun di sepanjang bulan Rajab meliputi: memperbanyak istighfar dan taubat, memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan. Membaca Al-Qur'an, khususnya Surah Al-Kahfi pada malam Jumat, juga memiliki keutamaan besar. Memperbanyak doa, karena malam Jumat adalah salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Melantunkan shalawat kepada Nabi Muhammad SAW juga sangat dianjurkan, terutama pada malam Jumat. Selain itu, melaksanakan shalat sunnah mutlak, seperti shalat tahajud, serta berpuasa sunnah, adalah bentuk ibadah yang senantiasa dianjurkan dalam Islam dan akan mendapatkan pahala berlipat di bulan Rajab. Mengisi malam Jumat di bulan Rajab dengan amalan-amalan yang jelas kesahihannya adalah jalan terbaik untuk meraih keberkahan.