Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Panduan Pendaftaran Resmi TKA SD & SMP: Dibuka Januari 2026

2025-12-24 | 07:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T00:40:35Z
Ruang Iklan

Panduan Pendaftaran Resmi TKA SD & SMP: Dibuka Januari 2026

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) pada 19 Januari hingga 28 Februari 2026. Asesmen ini dirancang sebagai instrumen diagnostik nasional untuk memetakan capaian akademik siswa, sekaligus memperkuat fondasi pembelajaran dan mendorong peningkatan mutu pendidikan secara sistemik.

Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI SD dan kelas IX SMP ini merupakan kelanjutan dari TKA yang telah dilaksanakan untuk jenjang SMA, SMK, MA, dan Paket C pada November 2025. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti, menegaskan bahwa TKA bukan ujian kelulusan dan tidak bersifat wajib, namun sangat dianjurkan untuk diikuti. "TKA dimaksudkan untuk membantu satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan memahami kondisi riil capaian akademik murid, sehingga perbaikan pembelajaran dapat dilakukan secara lebih terarah," jelas Abdul Mu'ti dalam taklimat media di Jakarta pada 22 Desember 2025.

Pendaftaran TKA akan dilakukan melalui operator sekolah yang mendaftarkan siswa ke sistem tka.kemendikdasmen.go.id. Siswa wajib mendapatkan surat pernyataan keikutsertaan TKA dari sekolah, mengisi formulir data, dan memastikan orang tua/wali menandatangani surat tersebut. Setelah itu, sekolah akan menerbitkan Daftar Nominasi Sementara (DNS) untuk verifikasi, yang kemudian diikuti dengan penerbitan Daftar Nominasi Tetap (DNT) dan kartu peserta setelah semua data divalidasi.

Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Toni Toharudin, menjelaskan bahwa TKA SD dan SMP akan diintegrasikan dengan Asesmen Nasional (AN). Meskipun terintegrasi, kedua asesmen ini memiliki aspek penilaian yang berbeda. TKA berfokus pada mata pelajaran Bahasa Indonesia dan Matematika, menguji keterampilan membaca dan kemampuan berpikir kritis serta memecahkan masalah melalui soal tunggal dan soal grup berbasis stimulus. Seluruh proses asesmen akan dilaksanakan berbasis komputer.

Untuk memastikan kesiapan teknis, Kemendikdasmen telah menjadwalkan rangkaian simulasi TKA. Simulasi untuk jenjang SMP akan dilaksanakan pada 23 Februari hingga 1 Maret 2026, diikuti simulasi SD pada 2 Maret hingga 8 Maret 2026. Tahap persiapan final atau gladi bersih akan dilaksanakan pada 9 Maret hingga 17 Maret 2026. Pelaksanaan TKA SMP dijadwalkan berlangsung pada 6 April hingga 16 April 2026, sementara TKA SD akan dilaksanakan pada 20 April hingga 30 April 2026. Hasil TKA akan diolah menggunakan pendekatan penilaian Item Response Theory (IRT) yang mempertimbangkan tingkat kesulitan dan karakteristik soal, kemudian diumumkan pada 24 Mei 2026.

Hasil TKA memiliki fungsi ganda sebagai 'assessment of learning' untuk memotret capaian dan 'assessment for learning' sebagai dasar perbaikan pembelajaran. Setiap murid akan menerima Sertifikat Hasil TKA (SHTKA) yang dapat digunakan sebagai indikator seleksi untuk masuk ke jenjang pendidikan berikutnya melalui jalur prestasi, meskipun penerapannya akan disesuaikan dengan kebijakan pemerintah daerah masing-masing. Toni Toharudin menekankan bahwa "Data TKA menjadi titik awal untuk perbaikan, bukan titik akhir. Hasilnya akan digunakan untuk memperkuat pembelajaran mendalam, penyempurnaan kurikulum, serta peningkatan kualitas proses belajar-mengajar.” Mekanisme penyesuaian akan disiapkan untuk mengantisipasi kendala teknis di lapangan, terutama terkait kesiapan infrastruktur dan kondisi daerah.

Perluasan TKA ke jenjang SD dan SMP menandai upaya pemerintah dalam menyusun evaluasi capaian akademik yang lebih objektif dan terstandar, serta mendorong akuntabilitas sistem pendidikan nasional. Implementasi TKA yang terintegrasi dengan Asesmen Nasional diharapkan memberikan gambaran komprehensif tentang kemampuan dasar siswa, melampaui sekadar penilaian kognitif, untuk mendukung pengembangan kurikulum yang lebih relevan dan intervensi pembelajaran yang tepat sasaran di masa mendatang.