
Kementerian Agama Republik Indonesia resmi membuka Seleksi Nasional Murid Baru (SNMB) Madrasah Unggulan tahun akademik 2026/2027, mulai 2 Januari 2026, yang memungkinkan calon siswa mendaftar melalui portal daring https://snmb-madrasah.kemenag.go.id/. Program ini dirancang untuk menjaring talenta terbaik dari seluruh Indonesia guna menempuh pendidikan di madrasah unggulan berbasis asrama dan berorientasi pada prestasi.
Seleksi ini mencakup empat kategori madrasah utama: Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN-IC), Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan (MAN-PK), Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN), dan Madrasah Aliyah Negeri Program Unggulan Nasional (MAN-PUN). Pendaftaran dilakukan melalui dua jalur, yaitu jalur prestasi tanpa tes dan jalur tes berbasis komputer (CBT). Jalur prestasi, yang mengakomodasi hingga 10% dari kuota, ditujukan bagi siswa dengan capaian akademik atau non-akademik luar biasa di tingkat nasional maupun internasional, seperti olimpiade sains, riset, MTQ, STQH, MQK, hingga talenta nasional O2SN dan FLS2N, serta kemampuan hafalan Al-Qur'an atau kitab kuning untuk MAN-PK. Sementara itu, jalur tes diperuntukkan bagi lulusan MTs, SMP, Pendidikan Diniyah Formal (PDF), atau Pendidikan Muadalah yang memenuhi persyaratan umum.
Penerimaan murid baru ini merupakan kelanjutan dari upaya sistematis Kementerian Agama dalam memperkuat ekosistem madrasah unggulan yang telah diproyeksikan sebagai "Magnet School," yang berarti menjadi model dan inspirasi bagi madrasah lain. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, M. Ali Ramdhani, secara konsisten menegaskan bahwa lulusan MAN-IC diharapkan menjadi teknokrat, saintis, dan pemimpin masa depan, sementara MAN-PK dipersiapkan untuk melahirkan ulama dan cendekiawan dengan memadukan sistem persekolahan dan pesantren. Komitmen ini sejalan dengan visi pemerintah untuk mencetak generasi unggul yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak mulia.
Sejarah madrasah unggulan di Indonesia dimulai dengan pendirian MAN Insan Cendekia yang bertujuan mewujudkan sumber daya manusia berkualitas tinggi dalam bidang keimanan dan ketakwaan (IMTAK), penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), serta wawasan keislaman dan kebangsaan yang kuat. Kebijakan ini diperkuat dengan Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 60 Tahun 2015 yang mengubah PMA Nomor 90 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Madrasah, serta SK Dirjen Nomor 1834 Tahun 2021 yang menetapkan 53 Madrasah Aliyah sebagai madrasah unggulan bidang akademik. Perkembangan ini mencerminkan evolusi pendidikan madrasah dari institusi keagamaan tradisional menjadi lembaga pendidikan modern yang mengintegrasikan sains dan teknologi.
Pada tahun akademik 2026/2027, proses pendaftaran berlangsung ketat. Peserta jalur prestasi memiliki periode pendaftaran daring dari 2 Januari hingga 2 Februari 2026, dilanjutkan seleksi berkas, psikotes, hingga pengumuman kelulusan pada 13 Februari 2026. Sementara jalur tes membuka pendaftaran hingga 7 Februari 2026, dengan seleksi berkas, uji coba CBT, tes CBT pada 14-15 Februari 2026, dan pengumuman kelulusan pada 6 Maret 2026. Sebagai contoh, MAN IC Serpong menyediakan kuota 140 kursi, masing-masing 70 putra dan 70 putri, untuk siswa baru. Minat masyarakat terhadap madrasah unggulan sangat tinggi, terbukti dari data Seleksi Nasional Peserta Didik Baru (SNPDB) tahun sebelumnya yang mencapai 37.301 pendaftar.
Implikasi jangka panjang dari program SNMB Madrasah Unggulan ini diharapkan signifikan terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Dengan fokus pada pendidikan berasrama dan kurikulum yang memadukan ilmu agama dan sains, madrasah-madrasah ini berupaya menghasilkan lulusan yang kompetitif di tingkat nasional maupun internasional. Statistik menunjukkan, lebih dari 90% lulusan MAN Insan Cendekia berhasil diterima di perguruan tinggi negeri terkemuka di Indonesia seperti UI, UGM, ITB, IPB, dan Unpad, bahkan banyak yang diterima di kampus-kampus top dunia. Keberadaan MAN-IC, MAN-PK, MAKN, dan MAN-PUN yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, seperti 25 MAN Insan Cendekia, memastikan pemerataan akses terhadap pendidikan berkualitas tinggi tanpa menerapkan sistem zonasi. Program ini juga menjadi instrumen penting bagi Kementerian Agama untuk terus mengembangkan madrasah menuju "Madrasah Hebat Bermartabat," sebuah tagline yang mencerminkan komitmen terhadap keunggulan dan integritas pendidikan Islam di Indonesia.