
Kementerian Agama secara resmi mengumumkan jadwal Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) 2026, menetapkan pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) untuk jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) dimulai pada 5 Januari hingga 7 Februari 2026. Dalam kebijakan terbaru yang signifikan, penilaian SPAN-PTKIN kini akan turut mempertimbangkan variabel Tes Kompetensi Akademik (TKA) untuk meningkatkan objektivitas seleksi prestasi, menandai perubahan fundamental dalam skema penjaringan calon mahasiswa jalur non-ujian tulis ini. Sementara itu, pendaftaran Ujian Masuk (UM-PTKIN) berbasis Sistem Seleksi Elektronik (SSE) akan dibuka pada 13 April hingga 30 Mei 2026, dengan pelaksanaan ujian pada 8-14 Juni 2026.
Transformasi kebijakan ini mengindikasikan upaya Kementerian Agama untuk memperkuat integritas dan validitas jalur prestasi, yang sebelumnya hanya didasarkan pada rekam jejak akademik dan non-akademik siswa tanpa ujian tertulis. Penambahan TKA sebagai pertimbangan penilaian untuk SPAN-PTKIN merefleksikan tren yang lebih luas dalam sistem penerimaan perguruan tinggi nasional, di mana tes standar mulai digunakan sebagai validator nilai rapor. Ketua Umum Tim Penanggung Jawab Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2025 untuk perguruan tinggi di bawah Kemendikdasmen, Eduart Wolok, sebelumnya menyatakan bahwa hasil TKA siswa kelas XII SMA/SMK sederajat akan menjadi validator dalam seleksi jalur prestasi guna memastikan integritas nilai rapor yang diberikan sekolah. Langkah Kemenag ini sejalan dengan upaya tersebut, bertujuan meminimalkan potensi disparitas penilaian antarsekolah dan memastikan standar kompetensi akademik yang lebih merata di antara calon mahasiswa yang direkrut melalui jalur prestasi.
Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, menegaskan komitmen PMB PTKIN 2026 untuk menghadirkan akses pendidikan tinggi yang inklusif, dengan mengusung tema "Pendidikan Islam Ramah Difabel". Nasaruddin menyatakan bahwa PTKIN harus menjadi institusi yang inklusif dan ramah bagi penyandang disabilitas, serta tidak boleh ada calon mahasiswa yang terhambat mimpinya karena keterbatasan fisik. Komitmen ini juga terwujud dalam pembaruan perangkat SSE untuk UM-PTKIN, yang kini dilengkapi fitur aksesibilitas lebih baik bagi peserta disabilitas. Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Prof. Amin Suyitno, menjelaskan bahwa transformasi sistem SPAN dan UM-PTKIN mencakup pengenalan Sistem Pemetaan Disabilitas dan Sistem Rekomendasi Peminatan untuk memungkinkan kampus menyiapkan skema pendampingan yang tepat sejak dini.
Secara keseluruhan, PMB PTKIN 2026 melibatkan 50 institusi PTKIN di seluruh Indonesia, dengan 36 di antaranya telah terakreditasi Unggul. Total daya tampung yang disiapkan mencapai 186.889 mahasiswa untuk 1.345 program studi yang tersebar di 58 PTKIN dan 1 PTN. Jadwal lengkap SPAN-PTKIN meliputi pengisian PDSS oleh sekolah pada 5 Januari – 7 Februari 2026, pendaftaran siswa pada 11 – 28 Februari 2026, dan pengumuman hasil seleksi pada 7 April 2026. Untuk UM-PTKIN, pendaftaran akan berlangsung dari 13 April hingga 30 Mei 2026, ujian SSE dari 8 hingga 14 Juni 2026, dan pengumuman hasil pada 30 Juni 2026. Materi ujian UM-PTKIN mencakup Penalaran Akademik, Penalaran Matematika, Literasi Membaca, dan Literasi Ajaran Islam, dengan penekanan pada pemahaman Islam yang moderat dan karakter inklusif. Penambahan TKA pada jalur prestasi SPAN-PTKIN diharapkan tidak hanya meningkatkan objektivitas, tetapi juga mendorong peningkatan kualitas akademik siswa sejak bangku sekolah menengah, mengingat bobot kompetensi akademik akan memiliki pengaruh yang lebih besar dalam penentuan kelulusan.