Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rp 2 Miliar untuk Riset Inovatif: MoRA The Air Fund 2025 Segera Buka Pendaftaran

2025-12-15 | 15:08 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-15T08:08:57Z
Ruang Iklan

Rp 2 Miliar untuk Riset Inovatif: MoRA The Air Fund 2025 Segera Buka Pendaftaran

Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia kembali membuka pendaftaran program pendanaan riset kolaboratif yang prestisius, MoRA The AIR Funds (Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds Program) 2025. Program ini menyediakan bantuan riset hingga Rp 2 miliar, khususnya untuk bidang sains dan teknologi, dengan total anggaran Rp 50 miliar per tahun sejak 2024. Pendaftaran resmi dibuka mulai 13 Oktober 2025, dengan periode pengunggahan dokumen hingga 7 November 2025.

MoRA The AIR Funds merupakan hasil kolaborasi strategis antara Kemenag dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan. Inisiatif ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas riset studi lanjutan di berbagai bidang keilmuan guna merespons berbagai persoalan bangsa, serta memperkuat kapasitas dan daya saing Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) menuju Indonesia Emas 2045. Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Kemenag, Ruchman Basori, menekankan pentingnya riset yang berdampak agar periset PTKIN dapat dirasakan kehadirannya oleh masyarakat dan menjadi penyelesai masalah kebangsaan dan kemasyarakatan.

Dana riset yang disiapkan bervariasi. Setiap proposal dapat memperoleh dana hingga Rp 500 juta, namun untuk riset di bidang sains dan teknologi, alokasi anggaran bisa mencapai maksimal Rp 2 miliar. Program ini berfokus pada empat bidang utama, yaitu sosial humaniora, ekonomi, lingkungan, serta sains dan teknologi. Selain itu, terdapat juga fokus pada kebijakan agama dan keagamaan. Khusus untuk bidang sains dan teknologi, riset dapat mencakup hilirisasi sains, pengembangan teknologi, kedokteran, pertanian, kemaritiman, transportasi, kebencanaan, pertahanan, big data, hingga pemanfaatan kearifan lokal.

Program MoRA The AIR Funds menyasar periset dari berbagai institusi. Target utamanya adalah periset dari Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) atau Fakultas Agama Islam (FAI) pada Perguruan Tinggi Umum (PTU) di bawah binaan Kemenag, serta periset Ma'had Aly. Kolaborasi juga terbuka dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Perguruan Tinggi Umum (PTU), Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), dan lembaga riset lainnya.

Untuk menjadi periset utama MoRA The AIR Funds, dosen dari PTK atau FAI pada PTU harus memenuhi beberapa kriteria. Mereka diwajibkan sebagai Warga Negara Indonesia (WNI), berasal dari institusi di bawah Kemenag, memiliki rekam jejak akademik yang baik, serta bergelar Doktor (S3) dengan jenjang kepangkatan minimal Lektor. Selain itu, periset harus memiliki Sinta Score Overall minimal 100 dan diutamakan berkolaborasi dengan periset dari perguruan tinggi dalam atau luar negeri yang masuk 500 besar dunia versi QS World University Rankings, dibuktikan dengan surat persetujuan mitra melalui skema matching funds. Setiap periset utama hanya dapat mengusulkan satu proposal riset.

Sementara itu, bagi periset Ma'had Aly, persyaratan meliputi Warga Negara Indonesia (WNI), memiliki rekam jejak akademik yang baik, berpendidikan minimal Magister (S2), melampirkan SK Pengangkatan Dosen dari Mudir Ma'had Aly, serta memiliki karya akademik sesuai takhassus keilmuan Ma'had Aly.

Sekretaris Jenderal Kemenag, Kamaruddin Amin, menegaskan bahwa riset yang didanai dengan anggaran besar ini harus profesional dan menghasilkan keluaran yang bermanfaat nyata secara sosial, ekonomi, budaya, hingga pembangunan. Diharapkan program ini dapat mendorong tumbuhnya Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas dan berdaya saing global, serta memperbanyak hasil riset dalam bentuk hak kekayaan intelektual, publikasi ilmiah internasional, dan produk/teknologi yang dapat dihilirisasi. Pendaftaran dapat dilakukan melalui platform risprolpdp.kemenkeu.go.id. Durasi pelaksanaan riset maksimal adalah dua tahun.