Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Tawaf Sesuai Sunnah Nabi: Panduan A-Z Agar Haji & Umrah Anda Mabrur

2025-12-15 | 15:28 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-15T08:28:53Z
Ruang Iklan

Tawaf Sesuai Sunnah Nabi: Panduan A-Z Agar Haji & Umrah Anda Mabrur

Tawaf, mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, merupakan salah satu ibadah inti dan fundamental dalam rangkaian haji serta umrah. Ibadah ini bukan sekadar ritual fisik semata, melainkan manifestasi kepasrahan dan ketundukan total seorang hamba kepada Allah SWT. Memahami panduan tawaf sesuai sunnah Nabi Muhammad SAW adalah krusial bagi setiap jamaah agar ibadahnya sah dan bernilai maksimal di sisi-Nya.

Para jamaah wajib mengetahui syarat sah tawaf agar ibadah yang dilakukan diterima. Syarat-syarat tersebut meliputi suci dari hadas kecil maupun besar serta najis pada badan dan pakaian. Aurat juga harus tertutup sempurna. Tawaf harus dimulai dari Hajar Aswad, dengan posisi Ka'bah berada di sebelah kiri jamaah sepanjang putaran. Selain itu, seluruh anggota badan dan pakaian harus berada di luar bangunan Ka'bah, termasuk Hijr Ismail. Tawaf harus diselesaikan sebanyak tujuh putaran penuh. Jika ragu jumlah putaran, ambil bilangan terkecil dan lanjutkan. Niat juga menjadi syarat penting dalam memulai tawaf.

Rukun tawaf, yang bila ditinggalkan menjadikan tawaf tidak sah, mencakup niat, berjalan kaki jika mampu, memulai dari Hajar Aswad, menempatkan Ka'bah di sebelah kiri, memasukkan Hijr Ismail dalam area tawaf (berarti mengelilinginya dari luar), dan menyempurnakan tujuh kali putaran.

Tata cara tawaf sesuai sunnah dimulai dengan niat yang tulus. Jamaah kemudian berdiri sejajar dengan Hajar Aswad, disunnahkan untuk beristilam (menyentuh atau mencium Hajar Aswad jika memungkinkan, atau memberi isyarat dengan tangan kanan sambil mengucapkan "Allahu Akbar"). Bagi laki-laki, pada tiga putaran pertama tawaf qudum atau tawaf umrah, disunnahkan untuk melakukan "raml" yaitu berjalan cepat (berlari kecil) dan "idhtiba'" yaitu menyampirkan kain ihram di bawah ketiak kanan sehingga bahu kanan terbuka. Empat putaran berikutnya dilakukan dengan berjalan biasa. Selama tawaf, jamaah mengelilingi Ka'bah berlawanan arah jarum jam. Disunnahkan untuk mengusap Rukun Yamani jika memungkinkan. Tidak ada doa khusus yang wajib di setiap putaran tawaf, jamaah bebas berdoa sesuai hajat masing-masing, atau membaca Al-Qur'an dan berzikir dengan suara lirih atau dalam hati. Namun, disunnahkan membaca doa "Rabbana atina fiddunya hasanah wa fil-akhirati hasanah, wa qinaa adzabannaari" saat berada di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad. Setelah menyelesaikan tujuh putaran, disunnahkan menunaikan shalat dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim, dengan membaca Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua setelah Al-Fatihah. Kemudian, jamaah disunnahkan minum air zamzam dan berdoa di Multazam.

Ada beberapa jenis tawaf yang perlu diketahui jamaah. Tawaf Ifadhah adalah rukun haji yang dilakukan setelah wukuf di Arafah. Tawaf Qudum adalah tawaf sunnah bagi jamaah yang baru tiba di Mekkah. Tawaf Wada' adalah tawaf perpisahan yang wajib dilakukan sebelum meninggalkan Mekkah. Ada pula Tawaf Umrah yang merupakan tawaf wajib bagi pelaku umrah, Tawaf Sunnah yang bisa dilakukan kapan saja, dan Tawaf Nadzar yang wajib jika dinazarkan.

Jamaah juga perlu mewaspadai beberapa kesalahan umum yang sering terjadi saat tawaf. Di antaranya adalah tidak memulai dari Hajar Aswad dengan tepat, melakukan tawaf di dalam Hijr Ismail, meyakini adanya doa khusus yang berbeda di setiap putaran (kecuali doa antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad), berdesak-desakan untuk mencium Hajar Aswad atau shalat di belakang Maqam Ibrahim, mengusap-usap setiap pojok Ka'bah, serta wanita yang berdesak-desakan dengan laki-laki untuk mencium Hajar Aswad. Penting untuk menjaga kekhusyukan dan adab selama tawaf, menghindari dorongan dan desak-desakan yang bisa menyakiti jamaah lain. Menjaga wudhu juga sangat penting, karena batal wudhu di tengah tawaf mengharuskan jamaah untuk memperbarui wudhu dan melanjutkan tawaf.

Dengan memahami panduan lengkap tawaf sesuai sunnah ini, diharapkan setiap jamaah dapat melaksanakan ibadah dengan tenang, khusyuk, dan sempurna, meraih keberkahan serta ridha Allah SWT.