Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terkuak: Misteri Pemakaman Romawi Dengan Jasad Berbalut 'Semen' Kuno

2025-12-29 | 01:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T18:44:15Z
Ruang Iklan

Terkuak: Misteri Pemakaman Romawi Dengan Jasad Berbalut 'Semen' Kuno

Arkeolog berhasil mengungkap detail baru yang signifikan tentang praktik pemakaman era Romawi kuno di Britania Raya, menyoroti penggunaan plester berbahan dasar gipsum yang dioleskan langsung ke jenazah sebelum penguburan, meninggalkan jejak sidik jari yang masih terlihat hingga saat ini. Penemuan ini, yang diumumkan oleh tim peneliti dari Universitas York sebagai bagian dari proyek "Seeing the Dead", memberikan wawasan mendalam tentang ritual kematian dan status sosial di abad ketiga dan keempat Masehi.

Praktik penguburan yang tidak biasa ini melibatkan pembuatan pasta mirip plester dari gipsum cair, sebuah mineral berbasis kalsium yang merupakan bahan utama dalam plester dan semen kuno. Cairan ini kemudian dioleskan ke tubuh jenazah, yang ditempatkan dalam peti mati batu atau timah, sebelum mengeras membentuk cetakan atau selubung pelindung. Profesor Maureen Carroll, seorang arkeolog Romawi dan peneliti utama proyek di Universitas York, menyatakan bahwa sidik jari yang ditemukan dalam lapisan gipsum ini belum pernah terlihat sebelumnya, mengungkapkan pendekatan langsung yang intensif dalam persiapan jenazah.

Hingga saat ini, setidaknya 70 makam dengan metode gipsum cair telah ditemukan di wilayah Yorkshire, Inggris. Salah satu penemuan kunci adalah sarkofagus batu yang digali pada tahun 1870-an, namun baru-baru ini diteliti secara menyeluruh. Saat mengangkat selubung gipsum dan melakukan pemindaian 3D, tim arkeolog terkejut menemukan cetakan tangan dengan jari-jari yang jelas. Penggunaan teknologi pemindaian 3D ini memungkinkan para peneliti untuk merekonstruksi posisi tubuh, detail kain kafan, pakaian, dan bahkan alas kaki yang sangat jarang terawetkan dalam makam Romawi konvensional.

Secara historis, praktik pemakaman Romawi bervariasi antara kremasi dan penguburan, sering kali mencerminkan status sosial dan ekonomi individu. Ritus elit seringkali melibatkan prosesi mewah dan pidato publik untuk merayakan kehidupan dan prestasi leluhur. Namun, penguburan dengan gipsum cair ini dianggap sebagai perlakuan khusus yang diperuntukkan bagi individu berstatus tinggi. Bukti dari makam-makam gipsum sebelumnya di York menunjukkan adanya jejak resin aromatik mahal dari Mediterania dan Arabia dalam pembungkus dan pakaian, yang hanya dapat diakses oleh kalangan elit.

Meskipun alasan pasti di balik ritual ini masih menjadi misteri bagi para arkeolog, penemuan ini menawarkan gambaran unik tentang keyakinan Romawi tentang kematian dan kehidupan setelahnya. Gypsum, sebagai mineral penting dalam plester dan semen kuno, tidak hanya dikenal karena kemampuannya membentuk cetakan yang keras tetapi juga sebagai bahan bangunan yang berkontribusi pada ketahanan struktur Romawi selama ribuan tahun. Penemuan sidik jari ini secara spesifik mengubah persepsi tentang cara bahan diaplikasikan, menunjukkan sentuhan pribadi yang lebih dari sekadar penuangan cairan.

Implikasi penemuan ini meluas lebih dari sekadar ritual pemakaman. Proyek ini juga berharap untuk mengekstraksi potensi sisa DNA dari sidik jari untuk pemeriksaan lebih lanjut, dengan skenario terbaik dapat menyimpulkan jenis kelamin genetik individu yang terlibat. Selain itu, analisis lebih lanjut terhadap jejak tekstil dan bahan organik yang terawetkan dalam gipsum akan memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang jenis serat dan kualitas tenunan, yang merupakan cerminan jelas dari status sosial individu. Pemindaian 3D terhadap semua makam gipsum yang ada di museum York sedang direncanakan untuk mendapatkan data komprehensif mengenai usia, jenis kelamin, kesehatan, dan asal-usul genetik individu yang dimakamkan, serta untuk menentukan apakah praktik mencolok ini dibawa oleh individu non-lokal.