Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terobosan Luar Angkasa: Insinyur Jerman Berkursi Roda Ukir Rekor Penerbangan

2025-12-28 | 00:19 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-27T17:19:44Z
Ruang Iklan

Terobosan Luar Angkasa: Insinyur Jerman Berkursi Roda Ukir Rekor Penerbangan

Michaela Benthaus, seorang insinyur kedirgantaraan dan mekatronika asal Jerman, mencetak sejarah pada 20 Desember 2025, menjadi penumpang kursi roda pertama yang mencapai antariksa dalam penerbangan suborbital New Shepard milik Blue Origin dari Texas Barat. Insiden kecelakaan sepeda gunung tujuh tahun lalu yang menyebabkannya bergantung pada kursi roda tidak menghalangi mimpinya untuk melampaui batas bumi, menandai tonggak penting dalam upaya menuju inklusivitas perjalanan luar angkasa.

Dalam penerbangan berdurasi 10 menit yang melintasi Garis Kármán, batas yang diakui secara internasional antara atmosfer bumi dan luar angkasa, Benthaus bergabung dengan lima penumpang lainnya untuk merasakan mikrogravitasi dan pemandangan Bumi dari ketinggian lebih dari 105 kilometer. Setelah mendarat, Benthaus mengungkapkan kegembiraannya, menyebutnya "pengalaman paling keren" dan mendorong orang lain untuk "jangan pernah menyerah pada impian Anda".

Penerbangan Benthaus dimungkinkan dengan penyesuaian minimal pada kapsul otonom New Shepard. Blue Origin, perusahaan antariksa swasta milik Jeff Bezos, telah merancang kapsul tersebut dengan mempertimbangkan aksesibilitas, memungkinkan jangkauan penumpang yang lebih luas. Untuk Benthaus, perusahaan menambahkan papan transfer pasien guna memudahkannya berpindah antara palka kapsul dan kursinya. Tim pemulihan juga menyiapkan karpet di gurun setelah pendaratan untuk akses langsung ke kursi rodanya, yang ia tinggalkan di dalam kapsul saat lepas landas. Hans Koenigsmann, seorang pensiunan eksekutif SpaceX yang juga lahir di Jerman, turut mendampingi Benthaus dalam misi tersebut setelah membantu mengorganisir dan mensponsori perjalanannya.

Prestasi Benthaus ini menggarisbawahi pergeseran paradigma dalam eksplorasi antariksa, di mana aksesibilitas dan inklusivitas mulai mendapat perhatian serius. Selama berpuluh-puluh tahun, perjalanan antariksa didominasi oleh individu dengan profil fisik yang sangat spesifik. Benthaus, yang juga bekerja di European Space Agency (ESA), secara terbuka menyatakan, "Jika kita ingin menjadi masyarakat yang inklusif, kita harus inklusif di setiap bagian, dan tidak hanya di bagian yang kita sukai." Pernyataan ini menyoroti tantangan berkelanjutan dalam membuat dunia, dan kini antariksa, lebih dapat diakses oleh penyandang disabilitas.

Penerbangan ini merupakan misi swasta oleh Blue Origin dan terpisah dari proyek "Parastronaut Feasibility Project" milik European Space Agency (ESA). Proyek ESA tersebut, yang memilih John McFall, seorang paralimpian dan dokter asal Inggris dengan amputasi kaki, pada tahun 2022, masih dalam tahap studi kelayakan untuk misi jangka panjang ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Sementara McFall merupakan seorang amputee yang menggunakan kaki prostetik, kondisi Benthaus yang lumpuh total membutuhkan pertimbangan aksesibilitas yang berbeda. Perbedaan ini menyoroti spektrum luas kebutuhan adaptasi untuk penyandang disabilitas dalam perjalanan antariksa. Jerman sendiri merupakan kontributor utama bagi anggaran ESA, menyumbang sekitar 22 persen pada tahun 2024, mengindikasikan peran penting negara tersebut dalam membentuk masa depan eksplorasi antariksa Eropa.

Pencapaian Benthaus tidak hanya memberikan inspirasi global, tetapi juga membuka jalan bagi pengembangan teknologi dan protokol yang lebih adaptif untuk perjalanan antariksa di masa depan. Ini mendorong diskusi lebih lanjut tentang bagaimana agensi antariksa publik dan perusahaan swasta dapat berkolaborasi untuk memperluas definisi "astronot" dan memastikan bahwa antariksa dapat diakses oleh semua, terlepas dari kemampuan fisik. Keberhasilan misi ini berfungsi sebagai katalisator untuk inovasi lebih lanjut dalam desain pesawat ruang angkasa dan sistem pendukung kehidupan, serta menantang norma-norma yang ada mengenai kelayakan partisipasi dalam perjalanan antariksa.