
Universitas Gadjah Mada (UGM) mengambil langkah proaktif dalam penanganan bencana dengan meluncurkan Geoportal Informasi Kebencanaan (GIK). Inisiatif berbasis teknologi ini bertujuan untuk memetakan kebutuhan logistik dan bantuan bagi korban bencana secara akurat dan partisipatif, sehingga penyaluran bantuan dapat tepat sasaran.
Peluncuran geoportal ini merupakan respons cepat UGM terhadap banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat pada periode 19 hingga 25 November 2025 lalu. Bencana alam tersebut telah menyebabkan kerusakan luas, memutus akses vital, serta berdampak pada ribuan rumah dan fasilitas umum.
Sekretaris Universitas UGM, Dr. Andi Sandi, menjelaskan bahwa UGM berkomitmen kuat dalam pengabdian masyarakat dan bergerak cepat untuk mendukung upaya pemulihan pascabencana. Melalui koordinasi lintas unit seperti Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat (DPkM), Disaster Response Unit (DERU), Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa), serta tim relawan Gelanggang Emergency Response (GER), berbagai upaya dilakukan untuk memastikan bantuan tersalurkan secara efektif.
Selain geoportal untuk pemetaan kebutuhan, UGM juga telah memberangkatkan berbagai tim ahli ke lokasi terdampak. Tim trauma healing dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) telah bergerak menuju lokasi untuk memberikan pendampingan psikososial kepada para penyintas. Fokus utama tim ini adalah penanganan kesehatan mental korban yang sangat penting dalam proses pemulihan bencana.
Tidak hanya itu, Rumah Sakit Akademik (RSA) UGM, bekerja sama dengan RSUP Dr. Sardjito dan RSUP dr. Soeradji Tirtonegoro di bawah jejaring Academic Health System (AHS), juga mengirimkan tim medis tanggap bencana yang terdiri dari dokter bedah, dokter anestesi, serta tenaga medis lainnya. Tim medis yang berjumlah 15 personel ini telah diberangkatkan sejak 3 Desember 2025 dan akan bertugas selama satu minggu di lokasi terdampak, khususnya di Provinsi Aceh, untuk melakukan asesmen kebutuhan lapangan dan memberikan layanan kesehatan awal. Mereka juga dilengkapi dengan obat-obatan dan perlengkapan kesehatan untuk menangani penyakit umum pasca-banjir.
Di samping bantuan untuk masyarakat umum, UGM juga memberikan perhatian khusus kepada sivitas akademika (mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan) yang keluarganya terdampak bencana. UGM tengah mendata dan memverifikasi mahasiswa terdampak untuk menyiapkan skema keringanan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan memberikan bantuan bahan pokok.
Bagi masyarakat umum yang ingin berkontribusi, UGM membuka kesempatan untuk memberikan donasi. Sumbangan dapat berupa barang atau dana, yang akan dikoordinasikan melalui DERU UGM sebagai pintu distribusi utama. Kerjasama dengan PT Pos Indonesia juga memungkinkan diskon pengiriman logistik ke lokasi bencana, memperlancar jalur bantuan. Partisipasi warga sekitar dan relawan sangat diharapkan dalam membantu mengisi dan memanfaatkan geoportal ini agar pemetaan kebutuhan menjadi semakin komprehensif.