Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ujian Semester Fleksibel: Solusi Kemendikdasmen bagi Siswa Terdampak Bencana Sumatera

2025-12-07 | 15:18 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-07T08:18:01Z
Ruang Iklan

Ujian Semester Fleksibel: Solusi Kemendikdasmen bagi Siswa Terdampak Bencana Sumatera

JAKARTA – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memastikan fleksibilitas dalam pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) bagi siswa di wilayah-wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Kebijakan ini diambil menyusul kondisi darurat yang melanda sejumlah daerah, dengan prioritas utama pada keselamatan siswa dan keberlanjutan proses belajar mengajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menjelaskan bahwa tidak ada arahan penundaan ujian secara seragam. Sebaliknya, kewenangan penuh diserahkan kepada dinas pendidikan provinsi dan kabupaten/kota untuk menentukan jadwal dan mekanisme ujian. Hal ini didasarkan pada pemahaman bahwa setiap daerah memiliki kondisi unik dan dinas pendidikan setempat paling memahami kesiapan sekolah serta kondisi warga belajar di lapangan.

Wilayah yang mendapatkan fleksibilitas ini mencakup Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang baru-baru ini dilanda bencana banjir dan tanah longsor. Dalam kunjungannya ke sekolah-sekolah terdampak, Abdul Mu'ti menemukan variasi tingkat kerusakan dan dampak bencana, yang menegaskan perlunya pendekatan yang disesuaikan.

Untuk memastikan pembelajaran tetap berjalan, Kemendikdasmen telah menyiapkan berbagai strategi pembelajaran darurat. Metode kombinasi antara belajar luring (luar jaringan), daring (dalam jaringan), serta penggunaan tenda sekolah dapat diterapkan. Sebagai contoh, di SMAN 1 Batang, 15 dari 21 ruang kelas masih dapat digunakan, sehingga sekolah dianjurkan untuk mengatur jam belajar secara bergiliran antara sesi pagi dan siang. Bagi sekolah yang mengalami kerusakan berat, pemerintah menyiapkan 25 tenda darurat sebagai ruang kelas sementara.

Selain penyesuaian jadwal dan metode belajar, Kemendikdasmen juga bergerak cepat dalam menyalurkan bantuan. Bantuan tahap awal perbaikan sarana pendidikan disiapkan sebesar Rp 10–25 juta per sekolah, disesuaikan dengan tingkat kerusakan. Hingga 4 Desember 2025, kementerian telah menyalurkan Bantuan Operasional Tanggap Darurat senilai Rp 6,4 miliar. Tidak hanya itu, santunan bagi murid dan guru yang meninggal atau dirawat senilai Rp 293 juta, 10.000 paket perlengkapan sekolah, dan 74 tenda sekolah darurat juga telah disiapkan dan akan terus bertambah seiring penyaluran berikutnya.

Data per 30 November 2025 menunjukkan total 1.009 satuan pendidikan terdampak bencana di Sumatera, dengan rincian 310 di Aceh, 385 di Sumatera Utara, dan 314 di Sumatera Barat. Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan Sekretariat Nasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk mitigasi dan pemetaan lebih lanjut. Pemerintah daerah, seperti Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Barat, juga telah menginstruksikan peninjauan ulang dan penyesuaian jadwal ujian semester ganjil tahun pelajaran 2025/2026, dengan mempertimbangkan aspek keamanan, kondisi sarana prasarana, serta kesiapan psikologis peserta didik dan guru.