Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

22 Jurusan Unair: Biaya Kuliah Paling Ramah Kantong SNBP-SNBT

2026-01-16 | 18:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T11:06:15Z
Ruang Iklan

22 Jurusan Unair: Biaya Kuliah Paling Ramah Kantong SNBP-SNBT

Universitas Airlangga (Unair) secara konsisten mempertahankan komitmennya terhadap aksesibilitas pendidikan tinggi, menawarkan setidaknya 22 program studi dengan skema Uang Kuliah Tunggal (UKT) maksimal di bawah Rp 10 juta per semester bagi calon mahasiswa jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) untuk tahun akademik 2025/2026. Kebijakan ini menekankan penyesuaian biaya berdasarkan kemampuan ekonomi orang tua, di tengah dinamika biaya pendidikan tinggi di Indonesia.

Di tengah diskusi publik mengenai kenaikan UKT di berbagai perguruan tinggi negeri, Direktur Keuangan Unair, Dr. Ardianto, SE., M.Si., Ak, menegaskan bahwa Unair tidak menaikkan UKT pada tahun 2024, bahkan beberapa program studi mengalami penurunan. Penetapan UKT didasarkan pada kemampuan ekonomi mahasiswa dan tidak ada Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi mahasiswa yang masuk melalui jalur SNBP dan SNBT. Unair menerapkan tujuh kelompok UKT untuk jenjang sarjana (S1) dan lima kelompok untuk jenjang vokasi (D3 dan D4). UKT Golongan I, yang merupakan kategori terendah, ditetapkan sebesar Rp 500.000, sementara Golongan II sebesar Rp 1.000.000 per semester untuk semua program studi, mencerminkan prinsip universitas bahwa "jangan sampai ada mahasiswa pintar yang tidak dapat melanjutkan studi karena masalah ekonomi".

Berdasarkan data resmi Unair untuk tahun akademik 2025/2026, program studi yang masuk dalam kategori biaya kuliah termurah dengan batas UKT tertinggi di bawah Rp 10 juta per semester meliputi:

Program Sarjana (S1):
1. Ilmu Sejarah
2. Ilmu Komunikasi
3. Ilmu Politik
4. Sosiologi
5. Ilmu Hubungan Internasional
6. Sastra Indonesia
7. Sastra Inggris
8. Bahasa dan Sastra Inggris (PBD)
9. Ekonomi Pembangunan
10. Ilmu Hukum (UKT maksimal Rp 10.000.000)
11. Psikologi (UKT maksimal Rp 10.000.000)
12. Matematika (UKT maksimal Rp 10.000.000)
13. Statistika (UKT maksimal Rp 10.000.000)
14. Fisika (UKT maksimal Rp 10.000.000)
15. Biologi (UKT maksimal Rp 10.000.000)
16. Kimia (UKT maksimal Rp 10.000.000)
17. Teknik Biomedis (UKT maksimal Rp 10.000.000)

Program Vokasi (D3/D4) yang UKT maksimalnya berada di kisaran Rp 7.500.000 - Rp 8.000.000:
18. D3 Akuntansi
19. D3 Perpajakan
20. D4 Destinasi Pariwisata
21. D4 Manajemen Perhotelan
22. D4 Teknologi Laboratorium Medis

Kebijakan biaya kuliah yang terjangkau ini memiliki implikasi krusial terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi. Rektor Unair, Prof. Dr. Mohammad Nasih, menyoroti tantangan aksesibilitas pendidikan di Indonesia, di mana hanya sekitar 30 hingga 35 persen dari total penduduk yang dapat mengakses perguruan tinggi. Dengan sekitar 25 persen mahasiswa Unair berasal dari kategori ekonomi kurang mampu, ketersediaan program studi dengan biaya yang relatif rendah ini esensial untuk memastikan bahwa potensi akademik tidak terhambat oleh kendala finansial. Pada penerimaan SNBP 2024, Unair menerima 1.895 calon mahasiswa baru, termasuk 368 penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah). Demikian pula, pada SNBT 2024, sebanyak 2.831 mahasiswa diterima, dengan 528 di antaranya merupakan penerima KIP Kuliah, menunjukkan komitmen universitas dalam mendukung inklusivitas pendidikan.

Komitmen Unair untuk menjaga stabilitas biaya pendidikan dan menyediakan skema keringanan UKT, seperti penangguhan, angsuran, dan penurunan, memberikan jaring pengaman bagi mahasiswa yang menghadapi kesulitan finansial selama masa studi. Langkah strategis ini sejalan dengan visi universitas untuk terus meningkatkan fasilitas dan layanan guna mencetak lulusan berkualitas yang mampu berkontribusi pada pembangunan bangsa, tanpa sepenuhnya bergantung pada UKT sebagai sumber pendapatan utama. Ketersediaan pilihan program studi dengan biaya yang lebih rendah ini diproyeksikan akan terus menjadi faktor pendorong bagi calon mahasiswa, mempengaruhi pilihan jurusan mereka dan mendukung peningkatan mobilitas sosial melalui akses pendidikan tinggi yang lebih luas.