
Politeknik Energi dan Mineral (PEM) Akamigas di Cepu, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, membuka pendaftaran mahasiswa baru untuk Tahun Akademik 2026/2027, menawarkan kesempatan beasiswa yang strategis dalam upaya memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) di sektor energi Indonesia. Pendaftaran telah dimulai sejak 1 Desember 2025 dan akan berakhir pada 10 April 2026, dengan proses seleksi yang mencakup berbagai jalur, termasuk Jalur Prestasi, Jalur Rapor, Jalur Computer Based Test (CBT) Plus, Jalur Cepu Raya, Jalur Organisasi, dan Jalur Kerja Sama.
Pembukaan penerimaan mahasiswa baru ini menggarisbawahi peran krusial PEM Akamigas sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam mencetak tenaga profesional bersertifikasi yang siap terjun ke industri minyak dan gas bumi (migas), petrokimia, serta energi baru terbarukan. Institusi ini menawarkan lima program studi Sarjana Terapan (D4) yang semuanya telah terakreditasi Unggul, kecuali Logistik Minyak dan Gas yang terakreditasi B, meliputi Teknik Produksi Minyak dan Gas, Teknik Pengolahan Minyak dan Gas, Teknik Instrumentasi Kilang, Teknik Mesin Kilang, dan Logistik Minyak dan Gas. Direktur PEM Akamigas, Erdila Indriani, secara tegas menekankan pentingnya menjaga integritas proses PMB, menginstruksikan seluruh civitas akademika untuk menjunjung tinggi kepercayaan masyarakat dan menghindari praktik pungutan liar.
Secara historis, PEM Akamigas, yang didirikan pada tahun 1966 dengan nama Akademi Minyak dan Gas Bumi (AMBG), telah mengalami beberapa transformasi nama hingga menjadi bentuknya saat ini pada tahun 2017. Perjalanan panjang ini menunjukkan komitmen institusi dalam menyesuaikan diri dengan dinamika kebutuhan industri energi nasional. Sekjen Kementerian ESDM, Dadan Kusdiana, pada wisuda ke-53 pada Juli 2024, memuji konsistensi PEM Akamigas dalam mengembangkan kapasitas dan kompetensi SDM di bidang migas, mengingat lulusannya tersebar di berbagai perusahaan migas dan diakui keberadaannya. Institusi ini dirancang untuk menitikberatkan pada kebutuhan aktual industri ESDM, dengan kurikulum yang relevan dan layanan pendidikan yang sesuai tuntutan dunia kerja, serta membekali lulusan dengan berbagai sertifikasi kompetensi.
Pemberian beasiswa menjadi komponen vital dalam penerimaan mahasiswa baru PEM Akamigas. Program beasiswa ini bervariasi, termasuk beasiswa kerja sama dengan pemerintah daerah dan pihak industri. Misalnya, Pemerintah Kabupaten Natuna pada tahun 2025 memberikan beasiswa penuh kepada putra-putri daerahnya untuk studi di PEM Akamigas, dengan biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) per semester mencapai Rp38 juta yang mencakup akomodasi, konsumsi, pakaian kerja, buku, uang praktik, dan layanan laundry. Kepala Bagian Kerja Sama Setda Natuna, Faisal Firman, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak SDM unggul di sektor energi untuk pembangunan daerah. Selain itu, Provinsi Aceh juga berencana kembali menjalin kerja sama beasiswa dengan PEM Akamigas setelah merasa puas dengan hasil pengiriman 48 putra daerah sebelumnya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian ESDM, Prahoro Yulijanto Nurtjahyo, menegaskan bahwa akreditasi Unggul penuh yang kini disandang seluruh program studi PEM Akamigas mencerminkan sinergi efektif antara kebijakan pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha. Ia mengaitkan peningkatan kualitas pendidikan vokasi di sektor energi dengan arahan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang menekankan pentingnya SDM teknis siap pakai dan kemitraan kampus-industri yang nyata. Pemerintah Indonesia, melalui APBN 2026, secara eksplisit menempatkan penguatan sumber daya manusia sebagai Prioritas Nasional 4 dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, dengan fokus pada pendidikan vokasi dan pendidikan tinggi yang relevan untuk transisi energi dan pembangunan berkelanjutan.
Sektor energi terbarukan global mencatat 13,7 juta lapangan pekerjaan pada tahun 2022, meningkat 7,88% dari tahun sebelumnya, menandakan permintaan yang terus meningkat akan SDM di bidang ini. Meskipun demikian, data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025 menunjukkan bahwa lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih memiliki tingkat pengangguran terbuka (TPT) tertinggi di Indonesia. Hal ini mempertegas pentingnya program pendidikan vokasi seperti di PEM Akamigas yang secara langsung berorientasi pada kebutuhan industri, serta program beasiswa yang dapat menjembatani kesenjangan antara ketersediaan talenta dan permintaan pasar kerja di sektor energi yang terus berkembang.