Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Isra Miraj: Panduan Spiritual Menemukan Ketenangan di Tengah Badai Ujian Hidup

2026-01-13 | 19:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T12:24:09Z
Ruang Iklan

Isra Miraj: Panduan Spiritual Menemukan Ketenangan di Tengah Badai Ujian Hidup

Umat Islam di Indonesia bersiap memperingati Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada Senin, 27 Januari 2025, yang datang di tengah lonjakan signifikan kasus depresi dan kecemasan di kalangan masyarakat, menawarkan momentum refleksi spiritual mendalam untuk mencari ketenangan batin. Peristiwa Isra Miraj, perjalanan agung Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa lalu dilanjutkan ke Sidratul Muntaha dalam satu malam, secara historis merupakan penghiburan ilahi di masa tersulit hidup Rasulullah, yang dikenal sebagai Amul Huzni atau Tahun Kesedihan. Konteks spiritual ini kini diinterpretasikan sebagai sumber kekuatan bagi individu yang menghadapi tekanan hidup modern.

Data Kementerian Kesehatan per 15 Agustus 2025 menunjukkan 13 juta orang di Indonesia telah melakukan skrining kesehatan jiwa. Dari jumlah tersebut, sebanyak 135.777 orang terindikasi mengalami gejala depresi dan 118.143 orang menunjukkan gejala kecemasan. Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan Kementerian Kesehatan, Imran Pambudi, menyoroti bahwa gejala depresi dan kecemasan memerlukan perhatian khusus karena merupakan faktor risiko upaya percobaan bunuh diri atau menyakiti diri sendiri. Pambudi juga mencatat bahwa data mengindikasikan keluarga, yang dahulu dianggap sebagai tempat aman, kini justru sering menjadi sumber permasalahan, sehingga membutuhkan dukungan dari kelompok lain. Angka depresi di Indonesia pada tahun 2023 tercatat mencapai 9.162.886 kasus atau prevalensi 3,7% dari populasi, dengan prevalensi tertinggi pada kelompok usia 15-24 tahun, mencapai 2%. Survei Kesehatan Mental Remaja Nasional (I-NAMHS) tahun 2022 bahkan mengungkapkan satu dari tiga remaja Indonesia memiliki masalah kesehatan mental.

Para ulama dan ahli menyoroti relevansi abadi Isra Miraj sebagai panduan spiritual. Wakil Presiden K.H. Ma'ruf Amin menegaskan peran krusial agama, khususnya Islam, dalam mengatasi tantangan krisis global, termasuk materialisme dan egoisme yang mendorong kegelisahan. Beliau menekankan bahwa tujuan syariat Islam adalah kemaslahatan manusia, meliputi penjagaan agama, jiwa, akal, keturunan, harta, serta keamanan, kedamaian, dan lingkungan. Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, dalam Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) II Kementerian Agama Sulawesi Tenggara pada Januari 2026, mengingatkan tentang guncangan teologis, politik, dan budaya di tengah perubahan cepat global, menekankan bahwa agama harus hadir sebagai solusi.

Inti ajaran Isra Miraj, yang menghasilkan perintah shalat lima waktu, diyakini menjadi instrumen utama untuk menenangkan hati yang gelisah. Shalat tidak hanya dipandang sebagai kewajiban, melainkan "oleh-oleh" spiritual dari Allah, sebuah "Mi'raj" spiritual bagi setiap hamba untuk berkomunikasi langsung dengan-Nya tanpa perantara. Professor M. Quraish Shihab mendefinisikan Isra sebagai perjalanan malam dan Mi'raj sebagai alat untuk naik, menggarisbawahi dimensi spiritualitas yang melampaui batas rasional manusia. Dosen IAIN Parepare, A. Rio Makkulau Wahyu, mengingatkan umat Islam untuk meneladani Rasulullah SAW sebagai suri teladan terbaik dalam kehidupan sehari-hari, sebagaimana termaktub dalam Al-Ahzab/33:21.

Refleksi atas Isra Miraj mengajak umat untuk memperkuat iman, meyakini kebesaran dan kekuasaan Allah, serta melatih kesabaran dalam menghadapi setiap ujian hidup. Peristiwa ini mengajarkan bahwa kegelisahan bukan tanda kelemahan iman, melainkan sinyal untuk kembali mendekat kepada Allah. Kapolda Maluku Irjen Pol. Prof. Dr. Dadang Hartanto dan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku Prof. Dr. Hi. Abdullah Latuapo, M.Ag, pada Januari 2026, menyerukan peran penting orang tua dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif era digital. Abdullah Latuapo mengingatkan bahwa masalah yang disikapi tanpa kesabaran dan keimanan berpotensi melahirkan emosi dan kebencian, menegaskan ibadah dan kesabaran sebagai fondasi penyelesaian masalah.

Implikasinya, peningkatan kesadaran akan kesehatan mental dan spiritual melalui ajaran Isra Miraj dapat berfungsi sebagai strategi ketahanan diri di tengah tantangan kontemporer. Momen Isra Miraj menjadi pengingat untuk memperbaiki kualitas shalat, membersihkan hati dari iri dengki, dan menjaga niat dalam setiap ibadah dan perilaku. Dengan menjadikan shalat sebagai sumber ketenangan dan kekuatan spiritual, umat Islam diharapkan dapat memperkuat hubungan dengan Allah, membekali diri menghadapi berbagai tantangan, serta menemukan kedamaian sejati di tengah hiruk-pikuk kehidupan. Pendekatan ini bukan hanya berfokus pada ritual, tetapi pada transformasi karakter melalui disiplin spiritual dan tauhid yang teguh.