Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Lirik Resmi Lagu "Rukun Sama Teman" Ciptaan Mendikdasmen Mu'ti: Mari Bernyanyi Bersama!

2026-01-14 | 10:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T03:11:25Z
Ruang Iklan

Lirik Resmi Lagu "Rukun Sama Teman" Ciptaan Mendikdasmen Mu'ti: Mari Bernyanyi Bersama!

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah meluncurkan lagu berjudul "Rukun Sama Teman", sebuah karya cipta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti, sebagai bagian dari upaya sistematis pemerintah untuk menanamkan nilai-nilai kerukunan, toleransi, dan kebersamaan di kalangan peserta didik seluruh Indonesia. Peluncuran lagu ini, yang terjadi seiring dengan penguatan inisiatif "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman", menandai langkah strategis dalam pembentukan karakter melalui media pembelajaran yang humanis dan partisipatif di lingkungan sekolah. Lagu yang diaransemen oleh komposer Dwiki Dharmawan dan dinyanyikan oleh penyanyi cilik Quinn Salman dan Prince Poetiray ini, diharapkan dapat menjadi instrumen efektif dalam menciptakan ekosistem sekolah yang lebih ramah, aman, dan inklusif.

Langkah Kemendikdasmen ini bukan sekadar insiden terpisah, melainkan bagian integral dari visi yang lebih luas untuk mengatasi tantangan sosial di lingkungan pendidikan dan menguatkan pondasi karakter bangsa. Abdul Mu'ti, yang diangkat sebagai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah sejak 21 Oktober 2024, secara konsisten menekankan pentingnya pendidikan yang melampaui batas-batas formal. Ia menyatakan bahwa pendidikan formal, meskipun esensial, tidaklah cukup tanpa penguatan pendidikan nonformal dan informal, yang melibatkan sinergi antara sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Konsep "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman" yang diusung oleh Mendikdasmen diperkuat dengan Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026, yang berfokus pada pendekatan humanis, komprehensif, dan partisipatif, serta meminimalkan sanksi keras demi membangun lingkungan belajar yang gembira.

Lirik lagu "Rukun Sama Teman" secara eksplisit menyampaikan pesan persatuan, toleransi, dan kemanusiaan. "Semua insan ciptaan Tuhan, Berbeda rupa dan kemampuan, Mari saling menghormati, Jangan saling menyakiti," demikian salah satu baitnya, yang secara langsung menyerukan penghapusan permusuhan dan pertengkaran, serta ajakan untuk menjalin persahabatan sebagai sumber ketenangan dan kekuatan. Pesan ini selaras dengan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa penggunaan lagu dalam pembentukan karakter peserta didik di sekolah dasar memiliki dampak positif signifikan, seperti peningkatan kejujuran, toleransi, dan kebersamaan. Lagu-lagu anak, menurut Abdul Mu'ti, memiliki peran strategis dalam membentuk karakter serta mengembangkan kecerdasan anak usia dini, melampaui sekadar hiburan.

Inisiatif ini juga menggarisbawahi komitmen Kemendikdasmen dalam menumbuhkan kembali budaya lagu anak yang edukatif dan relevan, seiring dengan kekhawatiran atas menurunnya popularitas lagu anak dan kecenderungan anak-anak menyanyikan lagu dewasa. Program Karya Cipta Lagu Pembelajaran Anak Usia Dini (KICAU) yang diluncurkan pada Februari 2025, merupakan wadah bagi pendidik PAUD dan guru TK untuk menciptakan lagu-lagu pembelajaran yang inovatif, menunjukkan konsistensi pendekatan ini.

Secara implikatif, peluncuran lagu "Rukun Sama Teman" dan Permendikdasmen terkait "Budaya Sekolah Aman dan Nyaman" menandai pergeseran paradigma dalam pendidikan karakter di Indonesia. Pemerintah berupaya tidak hanya mendefinisikan nilai-nilai moral, tetapi juga menyediakannya dalam bentuk yang mudah diakses dan menyenangkan bagi anak-anak. Pendekatan ini diharapkan dapat mengurangi insiden konflik dan perundungan di sekolah, sembari secara simultan memupuk generasi yang memiliki kesadaran kolektif untuk hidup berdampingan dalam perbedaan. Dampak jangka panjang dari kebijakan ini akan bergantung pada implementasi yang konsisten di seluruh satuan pendidikan, dukungan dari komunitas orang tua, serta integrasi yang efektif lagu-lagu serupa ke dalam kurikulum pembelajaran sehari-hari.