Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

LPDP 2026 Kerek Kuota Beasiswa Jadi 5.750 Slot!

2026-01-15 | 23:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T16:06:21Z
Ruang Iklan

LPDP 2026 Kerek Kuota Beasiswa Jadi 5.750 Slot!

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan telah menetapkan pembatasan jumlah penerima beasiswa menjadi maksimal 4.000 orang untuk tahun anggaran 2025 dan 2026, sebuah keputusan yang kontras dengan lonjakan jumlah pendaftar yang mencapai 78.588 pada tahun 2025. Kebijakan ini, yang diumumkan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama LPDP Sudarto pada Oktober 2025, bukan didasari oleh efisiensi anggaran, melainkan merupakan upaya strategis untuk mengejar ketertinggalan angka partisipasi pendidikan tinggi pada periode sebelumnya dan mengoptimalkan dampak lulusan sesuai arahan Presiden Prabowo.

Penetapan kuota 4.000 penerima ini menandai penurunan signifikan dari angka tahun-tahun sebelumnya, di mana LPDP mencatat 9.358 penerima pada tahun 2023 dan 8.592 pada tahun 2024. Meskipun dana abadi LPDP tercatat kuat dengan nilai Rp 154,11 triliun hingga akhir Agustus 2025, yang menjamin ketersediaan pendanaan, kebijakan pembatasan ini bertujuan untuk mengejar angka partisipasi pendidikan tinggi yang dinilai masih tertinggal dalam dua tahun terakhir (2023-2024). Sudarto menegaskan bahwa LPDP telah menyalurkan beasiswa dalam jumlah yang sangat besar pada periode tersebut.

Selain itu, mulai tahun 2026, LPDP akan menyesuaikan alokasi beasiswa untuk selaras dengan program prioritas pemerintah dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), termasuk penekanan pada bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM) serta pemilihan universitas dan program studi yang relevan dengan kebutuhan pembangunan nasional. Mohammad Lukmanul, Kepala Divisi Hukum dan Komunikasi LPDP, menyatakan bahwa penyesuaian ini akan memberikan poin tambahan bagi pendaftar di bidang STEM. Pergeseran fokus ini diharapkan dapat memastikan lulusan LPDP memberikan kontribusi yang lebih besar dan terarah bagi kemajuan bangsa.

Implikasi dari pembatasan kuota ini diperkirakan akan meningkatkan persaingan secara drastis, mengingat jumlah pendaftar yang melonjak menjadi 78.588 orang pada tahun 2025. Dengan kuota hanya 4.000 penerima, peluang keberhasilan setiap pendaftar menyusut menjadi sekitar lima persen. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat bahwa kebijakan tersebut dapat mengurangi kesempatan bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah, terutama terkait penurunan kuota beasiswa afirmasi yang sebelumnya mencapai 2.626 penerima pada tahun 2024. Meskipun demikian, LPDP berkomitmen untuk menyesuaikan skema beasiswa agar lulusan dapat memberikan dampak yang lebih besar, dengan target rampung pada 19 November 2025. Proyeksi LPDP menunjukkan bahwa jumlah penerima beasiswa akan mulai meningkat kembali pada tahun 2027, mencapai 6.000 orang.