Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad: Perjalanan Spiritual Penuh Mukjizat

2026-01-12 | 05:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T22:06:25Z
Ruang Iklan

Menguak Kisah Isra Miraj Nabi Muhammad: Perjalanan Spiritual Penuh Mukjizat

Pada Jumat, 16 Januari 2026, jutaan umat Islam di seluruh dunia akan memperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW, sebuah perjalanan spiritual yang melintasi dimensi ruang dan waktu, menegaskan kembali prinsip-prinsip keimanan, ketahanan spiritual, dan perintah fundamental shalat lima waktu. Peringatan ini, yang di Indonesia ditetapkan sebagai hari libur nasional, menjadi refleksi mendalam atas mukjizat yang terjadi sekitar tahun 620-621 Masehi, pada periode yang dikenal sebagai 'Am al-Huzn atau Tahun Kesedihan, ketika Nabi Muhammad SAW menghadapi duka mendalam atas wafatnya sang istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib.

Peristiwa Isra Miraj terbagi menjadi dua fase utama: Isra, perjalanan malam Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem, dan Miraj, kenaikan beliau dari Masjidil Aqsa menuju Sidratul Muntaha di lapisan langit ketujuh untuk menghadap Allah SWT. Dalam perjalanan luar biasa ini, Nabi Muhammad SAW digambarkan bergerak dengan ruh dan jasadnya, sebuah pandangan yang dipegang oleh sebagian besar ulama salaf dan muta'akhirin, meskipun ada perbedaan pendapat tentang sifat perjalanan ini. Peristiwa ini menjadi titik krusial dalam sejarah Islam, tidak hanya sebagai penegasan kenabian dan kebesaran Allah, tetapi juga sebagai sumber inspirasi spiritual dan etika kehidupan.

Implikasi teologis dari Isra Miraj sangatlah fundamental. Puncak Miraj adalah momen turunnya perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah SWT, tanpa perantara Jibril, yang menandakan kedudukan shalat sebagai tiang agama dan sarana utama komunikasi hamba dengan Sang Pencipta. Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki dalam Peringatan Isra Miraj Tingkat Nasional 2024 menyampaikan bahwa Isra Miraj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan sumber inspirasi yang memuat pesan mendalam untuk menjaga kerukunan umat beragama serta pentingnya ketaatan, loyalitas, dan ketakwaan sebagai pilar membangun bangsa. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Muhammad Anwar Iskandar juga menekankan bahwa peristiwa ini mengajarkan pentingnya ketakwaan, kesatuan, dan toleransi antarumat beragama sebagai fondasi untuk Indonesia yang inklusif dan harmonis.

Di samping itu, Isra Miraj juga diinterpretasikan sebagai inspirasi bagi kemajuan sains dan teknologi. Perjalanan Nabi Muhammad SAW yang melampaui batas-batas fisik menjadi dorongan bagi ilmuwan untuk terus menggali misteri alam semesta. Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen pada tahun 2022 menyatakan bahwa Isra Miraj memiliki hubungan erat dengan sains dan teknologi, menginspirasi para ilmuwan untuk meneliti alam semesta, meskipun perjalanan hingga langit ketujuh masih di luar jangkauan manusia. Pandangan ini selaras dengan tema peringatan Isra Miraj di Aceh pada tahun 2025, yaitu "Isra Miraj sebagai Inspirasi Sains dan Teknologi dalam Peradaban Islam," yang menekankan bahwa kemajuan sains dan teknologi dapat berjalan seiring dengan nilai-nilai keimanan.

Secara sosiokultural, peringatan Isra Miraj dirayakan dengan beragam tradisi unik di berbagai negara, merefleksikan akulturasi budaya lokal dengan nilai-nilai Islam. Di Indonesia, negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, perayaan berlangsung secara beragam. Contohnya termasuk tradisi Rajeban di Cirebon yang diisi dengan ziarah dan pengajian di Keraton Kasepuhan, Pawai Obor di Bandung yang melibatkan ribuan warga dengan melantunkan shalawat, tradisi Ambengan di Magelang berupa makan bersama di atas daun pisang, Khataman Kitab Arja di Temanggung yang membacakan kisah Isra Miraj dalam bahasa Jawa, serta tradisi Ngusiran di Lombok yang melibatkan ritual cukur rambut bayi. Di negara lain seperti Palestina, umat Muslim mengenakan pakaian tradisional dan berbagi hidangan, sementara di Turki, lilin dinyalakan di berbagai sudut kota dan doa bersama diadakan di masjid. Oman juga merayakan dengan membaca Al-Qur'an bersama di masjid dan menghias rumah dengan lampu terang.

Perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW ini bukan hanya sebuah narasi historis, melainkan sebuah cetak biru bagi umat Islam untuk menghadapi tantangan zaman. Hikmah seperti ketabahan dalam menghadapi cobaan, pentingnya konsumsi makanan yang baik dan halal, serta sikap rendah hati terus relevan sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Isra Miraj terus berfungsi sebagai pengingat akan kebesaran Ilahi, pembekalan spiritual bagi dakwah, dan fondasi moral untuk membangun masyarakat yang lebih beriman dan beretika.