Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Menguak Misteri Dua Tanggal Lahir Isaac Newton: Dampak Perubahan Kalender

2026-01-07 | 07:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-07T00:06:05Z
Ruang Iklan

Menguak Misteri Dua Tanggal Lahir Isaac Newton: Dampak Perubahan Kalender

Sir Isaac Newton, fisikawan, matematikawan, dan astronom Inggris yang terkenal, tercatat memiliki dua tanggal lahir yang berbeda: 25 Desember 1642 dan 4 Januari 1643. Perbedaan penanggalan ini bukan anomali biologis, melainkan cerminan dari transisi historis yang kompleks dalam sistem kalender Eropa yang berlangsung selama berabad-abad.

Pada masa kelahiran Newton, Inggris masih menganut Kalender Julian, sebuah sistem penanggalan yang diperkenalkan oleh Julius Caesar pada 45 SM. Kalender Julian menghitung satu tahun sebagai 365,25 hari, menambahkan satu hari kabisat setiap empat tahun. Namun, perhitungan ini sedikit kurang akurat dari tahun tropis sebenarnya, yang mengakibatkan selisih sekitar 11 menit 14 detik per tahun. Akumulasi perbedaan ini menyebabkan Kalender Julian tertinggal sekitar satu hari setiap 128 tahun, atau sekitar 10 hari pada abad ke-16.

Untuk mengatasi ketidakakuratan ini, Paus Gregorius XIII memperkenalkan Kalender Gregorian pada 1582. Kalender Gregorian memperbaiki aturan tahun kabisat, menetapkan bahwa tahun yang habis dibagi 4 adalah tahun kabisat, kecuali tahun abad yang tidak habis dibagi 400 (misalnya, 1700, 1800, 1900 bukan tahun kabisat dalam Gregorian, tetapi iya dalam Julian). Saat diperkenalkan, Paus Gregorius XIII menghapus 10 hari dari kalender, menjadikan tanggal 15 Oktober 1582 langsung mengikuti 4 Oktober 1582 di negara-negara yang mengadopsinya segera, seperti Italia, Spanyol, Portugal, dan Prancis.

Inggris, sebagai negara Protestan, lambat dalam mengadopsi Kalender Gregorian, baru beralih pada tahun 1752. Pada saat itu, selisih antara Kalender Julian (Gaya Lama/O.S.) dan Kalender Gregorian (Gaya Baru/N.S.) telah mencapai 11 hari. Oleh karena itu, ketika Newton lahir pada 25 Desember 1642 menurut Kalender Julian yang berlaku di Inggris saat itu, di sebagian besar Eropa yang telah beralih ke Kalender Gregorian, tanggal tersebut sudah setara dengan 4 Januari 1643. Ini menjelaskan mengapa catatan sejarah tentang kelahirannya sering mencantumkan kedua tanggal tersebut.

Pergeseran kalender ini memiliki implikasi signifikan terhadap historiografi dan kronologi peristiwa. Peneliti dan sejarawan harus secara cermat mencatat sistem penanggalan yang digunakan dalam dokumen-dokumen sejarah untuk menghindari kebingungan. Perbedaan "Gaya Lama" dan "Gaya Baru" tetap menjadi pertimbangan krusial dalam memahami peristiwa historis, terutama yang melibatkan interaksi antarnegara dengan sistem kalender yang berbeda. Bahkan, beberapa gereja Ortodoks Timur masih menggunakan Kalender Julian untuk perayaan keagamaan tertentu hingga hari ini. Kasus Newton menyoroti bagaimana kemajuan dalam pengukuran waktu dan astronomi, yang bertujuan untuk presisi, dapat menciptakan kerumitan dalam catatan sosial dan historis, mengingatkan bahwa standar yang kita anggap universal saat ini adalah hasil dari evolusi dan negosiasi yang panjang.