
Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) secara resmi membuka jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026, memulai pendaftaran siswa pada 3 Februari mendatang dengan penambahan komponen Tes Kemampuan Akademik (TKA) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah sebagai salah satu kriteria seleksi. Langkah ini menegaskan komitmen ITS dalam menjaring talenta unggul melalui penilaian yang lebih komprehensif, di tengah proyeksi peningkatan persaingan di sejumlah program studi strategis.
Sejak 12 Januari 2026, Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah memulai tahapan registrasi akun siswa, sebuah prasyarat mutlak bagi calon peserta SNBP 2026. Periode pendaftaran SNBP itu sendiri dijadwalkan berlangsung dari 3 hingga 18 Februari 2026, dengan pengumuman hasil pada 31 Maret 2026.
Dalam Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi, perguruan tinggi negeri (PTN) mengalokasikan kuota minimum 20% bagi PTN Badan Layanan Umum (BLU) dan Satuan Kerja (Satker), serta minimum 20% bagi PTN Berbadan Hukum (PTNBH) seperti ITS. Pada SNBP 2025, ITS menerima 1.547 calon mahasiswa baru dari total 18.028 peminat, dengan 12.176 peserta menempatkan ITS sebagai pilihan pertama dan 5.852 sebagai pilihan kedua. Kuota tersebut setara dengan 22 persen dari total penerimaan mahasiswa baru ITS pada tahun itu, sedikit di atas batas minimum nasional. Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi ITS, Nani Kurniati, menyampaikan bahwa angka tersebut mencerminkan tingginya animo calon mahasiswa terhadap ITS.
Beberapa program studi yang secara spesifik telah diumumkan daya tampungnya untuk SNBP 2026 di ITS meliputi S1 Teknologi Kedokteran dengan 24 kursi dan S1 Kedokteran dengan 10 kursi. ITS juga memperkenalkan lima program studi baru pada SNBP 2025, yang diperkirakan akan tetap menjadi bagian dari penawaran di SNBP 2026. Program-program tersebut mencakup Bioteknologi dari Departemen Biologi, Analitika Logistik Terapan dari Departemen Statistika Bisnis, Rekayasa Keselamatan Proses dari Departemen Teknik Mesin, Sains Komunikasi dari Departemen Studi Pembangunan, dan Bisnis Digital dari Departemen Manajemen Bisnis. Penambahan program-program ini menunjukkan respons ITS terhadap dinamika kebutuhan industri dan pasar kerja, menawarkan bidang-bidang studi yang relevan dengan perkembangan teknologi dan ekonomi digital.
Kebijakan SNBP 2026 menetapkan seleksi berdasarkan komponen nilai rapor seluruh mata pelajaran, minimal 50%, serta nilai rapor paling banyak dua mata pelajaran pendukung program studi tujuan, portofolio, dan/atau prestasi, maksimal 50%. ITS telah mengkonfirmasi penggunaan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai salah satu komponen penilaian utama dalam SNBP 2026, bersama dengan nilai rapor dan prestasi akademik serta non-akademik siswa. TKA, yang diselenggarakan oleh Kemendikdasmen, dirancang untuk mengukur capaian akademik siswa pada mata pelajaran inti dan pilihan. Universitas Padjadjaran, misalnya, akan menggunakan TKA sebagai validator jika diperlukan, sebuah pendekatan yang mungkin juga diterapkan oleh PTN lain dalam menyesuaikan kebijakan otonom mereka.
Bagi calon mahasiswa yang mengincar kursi di ITS, pemahaman mendalam tentang komponen seleksi ini krusial. Selain nilai rapor yang konsisten, prestasi non-akademik yang relevan, dan persiapan matang untuk TKA, calon pendaftar juga perlu memperhatikan indeks sekolah asal dan rekam jejak alumni di ITS. Daya tampung per program studi, meskipun bervariasi setiap tahun berdasarkan faktor kebutuhan industri dan kapasitas fasilitas, umumnya dapat diakses melalui portal resmi SNPMB atau laman ITS. Keketatan persaingan yang tinggi, seperti terlihat dari rasio penerimaan SNBP 2025 di ITS, menuntut strategi pemilihan program studi yang cermat dan sesuai dengan minat serta kompetensi yang kuat. Siswa juga disarankan untuk memantau pengumuman resmi SNPMB dan ITS terkait daftar program studi beserta daya tampungnya untuk tahun 2026 yang lebih detail.