Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pendaftaran PTKHN 2026: Kampus Hindu Negeri Buka Jalur Tanpa Tes!

2026-01-20 | 21:43 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-20T14:43:57Z
Ruang Iklan

Pendaftaran PTKHN 2026: Kampus Hindu Negeri Buka Jalur Tanpa Tes!

Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Hindu Kementerian Agama secara resmi membuka Penerimaan Mahasiswa Baru Nasional (PMBN) Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN) tahun akademik 2026/2027 tanpa melalui ujian tertulis. Pendaftaran bagi calon mahasiswa di lima kampus Hindu negeri se-Indonesia telah dibuka sejak 20 Januari dan akan berlangsung hingga 15 Maret 2026, menandai kelanjutan kebijakan seleksi berbasis prestasi akademik yang kian diandalkan dalam pendidikan tinggi keagamaan.

Kebijakan "tanpa tes" ini bertujuan memperluas akses pendidikan tinggi yang adil dan inklusif, khususnya bagi siswa berprestasi dari berbagai latar belakang di seluruh Indonesia, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Mekanisme seleksi sepenuhnya didasarkan pada nilai rapor dan prestasi akademik unggul siswa selama menempuh pendidikan di jenjang SMA/SMK sederajat. Calon mahasiswa wajib merupakan warga negara Indonesia, siswa kelas terakhir tahun 2026, memiliki Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang sah, serta catatan nilai rapor yang memenuhi kriteria.

Langkah ini mempertegas tren transformasi seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia. Namun, terdapat perbedaan signifikan dengan kebijakan Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) 2026, yang melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN) kini mewajibkan penggunaan nilai Tes Kompetensi Akademik (TKA) sebagai komponen penilaian untuk meningkatkan objektivitas. Sementara itu, pengumuman PMBN PTKHN 2026 secara eksplisit menekankan seleksi "tanpa tes" tanpa merinci kewajiban TKA, menempatkan PTKHN pada jalur yang berbeda dalam implementasi penilaian prestasi. Pergeseran ini menuntut integritas tinggi dari pihak sekolah dalam pengisian data rapor yang akurat serta dari calon mahasiswa untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan jujur.

Lima PTKHN yang membuka penerimaan ini adalah Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Institut Agama Hindu Negeri (IAHN) Gde Pudja Mataram, IAHN Tampung Penyang Palangka Raya, IAHN Mpu Kuturan Singaraja, dan Sekolah Tinggi Agama Hindu Negeri (STAHN) Jawa Dwipa Klaten. Kampus-kampus ini menawarkan beragam program studi, mulai dari bidang keagamaan, pendidikan, filsafat, seni, budaya, hingga program pengembangan sumber daya manusia yang berlandaskan nilai-nilai Hindu, seperti Desain Komunikasi Visual, Yoga Kesehatan, dan Pendidikan Guru Sekolah Dasar.

Direktur Jenderal Bimas Hindu Kementerian Agama, Prof. I Nengan Duija, menegaskan bahwa pada tahun 2026, sistem penerimaan ini disempurnakan untuk menjaring calon mahasiswa berkualitas sesuai kebutuhan pengembangan PTKHN. Ia menekankan bahwa sistem PMBN harus mampu menyediakan akses pendidikan tinggi yang adil dan inklusif. Ketua Panitia PMBN PTKHN 2026, Putu Jaya Adnyana Widhita, menyatakan bahwa PMBN merupakan bagian integral dari agenda besar pembangunan nasional dalam mewujudkan Sumber Daya Manusia Indonesia yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Prof. I Nengan Duija juga menyoroti tagline PMBN PTKHN 2026, "Epistemologi Dharma, Kampus Hindu Berdampak", yang mengusung sinergi antara keilmuan agama dan keilmuan umum. Visi ini berharap PTKHN tidak hanya melahirkan kaum intelektual, tetapi juga insan religius yang mampu memberikan dampak nyata bagi manusia, lingkungan, dan penguatan ekoteologi. Penekanan pada "Epistemologi Dharma" sebagai indikator utama lulusan PTKHN, baik negeri maupun swasta, menunjukkan komitmen untuk membentuk individu yang holistik dan relevan dengan tantangan zaman. Keberhasilan implementasi seleksi tanpa tes ini akan bergantung pada kualitas evaluasi rapor dan verifikasi prestasi non-akademik, serta kemampuan PTKHN dalam menarik dan mengembangkan potensi mahasiswa yang memiliki minat dan bakat di bidang keagamaan Hindu dan ilmu umum.