
Pendaftaran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 telah resmi dibuka sejak 5 Januari 2026 untuk akun sekolah dan 12 Januari 2026 untuk akun siswa, mengawali periode krusial bagi ribuan calon mahasiswa yang mengincar kursi di Institut Teknologi Bandung (ITB), salah satu perguruan tinggi teknik terkemuka di Indonesia. Keputusan pemilihan program studi di ITB menjadi sangat strategis, mengingat kompetisi ketat dan peran vital institusi ini dalam mencetak talenta unggul yang relevan dengan kebutuhan pembangunan bangsa.
ITB menerapkan sistem penerimaan yang khas, di mana sebagian besar mahasiswa baru tidak langsung memilih program studi spesifik pada saat pendaftaran. Sebaliknya, mereka diterima di tingkat fakultas atau sekolah, kemudian menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun pertama perkuliahan. Penentuan program studi definitif baru dilakukan setelah evaluasi prestasi akademik selama TPB, meskipun jalur SNBP-Peminatan memungkinkan pemilihan jurusan langsung sejak awal pendaftaran untuk program tertentu. Sistem ini bertujuan memberikan dasar ilmu yang kuat sebelum mahasiswa fokus pada bidang keahliannya.
Daftar Fakultas, Sekolah, dan Program Studi di ITB mencerminkan kekayaan disiplin ilmu yang ditawarkan di tiga kampus utamanya: Ganesa (Bandung), Jatinangor, dan Cirebon.
Fakultas dan Sekolah di ITB, serta beberapa program studi di bawahnya, meliputi:
* Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB): Meteorologi, Oseanografi, Teknik Geodesi dan Geomatika, Teknik Geologi.
* Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA): Matematika, Aktuaria, Fisika, Astronomi, Kimia.
* Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD): Seni Rupa, Kriya, Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, Desain Produk.
* Fakultas Teknologi Industri (FTI): Teknik Kimia, Teknik Fisika, Teknik Industri, Teknik Pangan, Teknik Bioenergi dan Kemurgi, Manajemen Rekayasa Industri. FTI juga memiliki program di Kampus Cirebon.
* Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD): Teknik Mesin, Teknik Dirgantara, Teknik Material.
* Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM): Teknik Pertambangan, Teknik Perminyakan, Teknik Geofisika, Teknik Metalurgi. FTTM juga hadir di Kampus Cirebon.
* Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL): Teknik Sipil, Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Teknik dan Pengelolaan Sumber Daya Air, Teknik Kelautan, Teknik Lingkungan.
* Sekolah Arsitektur, Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan (SAPPK): Arsitektur, Perencanaan Wilayah dan Kota. SAPPK juga memiliki program di Kampus Cirebon.
* Sekolah Farmasi (SF): Farmasi Klinik dan Komunitas, Teknologi Farmasi, Ilmu Keolahragaan.
* Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati (SITH): Biologi, Mikrobiologi, Rekayasa Hayati, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Kehutanan, Teknologi Pascapanen.
* Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI): Teknik Elektro, Teknik Informatika, Teknik Tenaga Listrik, Sistem dan Teknologi Informasi, Teknik Telekomunikasi.
* Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM): Manajemen, Administrasi Bisnis.
Persaingan untuk masuk ITB melalui jalur SNBP dan SNBT tergolong sangat ketat, menjadikannya salah satu perguruan tinggi paling diminati di Indonesia. Sebagai gambaran, daya tampung total ITB untuk program sarjana reguler pada tahun 2025 adalah 1.911 kursi untuk jalur SNBP dan 1.728 kursi untuk jalur SNBT. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB) memiliki daya tampung 165 kursi SNBP dan 150 kursi SNBT pada 2025, sementara Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) menyediakan 124 kursi SNBP dan 100 kursi SNBT. Tingginya rasio peminat berbanding daya tampung menuntut calon mahasiswa untuk tidak hanya berprestasi akademik, tetapi juga strategis dalam menentukan pilihan.
ITB juga secara aktif mengembangkan "Program Studi Strategis Nasional" yang relevan dengan visi pembangunan jangka panjang Indonesia. Rektor ITB, Prof. Reini Wirahadikusumah, menegaskan komitmen institusi untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industrialisasi dan kemandirian bangsa melalui bidang-bidang ilmu strategis. Program-program ini dirancang untuk menghasilkan talenta yang krusial dalam memaksimalkan potensi sumber daya alam, mendorong industri dasar, serta menjaga ketahanan pangan, energi, dan mitigasi bencana. Contoh program studi yang termasuk dalam kategori strategis ini adalah Fisika, Kimia, Astronomi, Oseanografi, Meteorologi, Rekayasa Pertanian, Rekayasa Kehutanan, Teknologi Pascapanen, serta Teknik Bioenergi dan Kemurgi. Mahasiswa yang diterima di program studi strategis nasional melalui jalur Seleksi Mandiri ITB (SM-ITB) berpotensi mendapatkan dukungan khusus berupa pembebasan biaya Iuran Pengembangan Institusi (IPI).
Beberapa program studi ITB secara konsisten menjadi yang paling favorit dan menawarkan prospek karier yang sangat cerah. Teknik Informatika, misalnya, sangat diminati karena pesatnya perkembangan industri teknologi, dengan lulusannya dicari sebagai software engineer, data scientist, hingga AI specialist. Teknik Elektro, Teknik Mesin, Teknik Kimia, dan Teknik Sipil juga mempertahankan popularitas tinggi karena peran fundamentalnya di berbagai sektor industri, mulai dari energi, telekomunikasi, otomotif, manufaktur, hingga pembangunan infrastruktur. Prospek lulusan Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD) sangat luas, mencakup lembaga pemerintahan, BUMN, BUMS, akademik, penelitian, bahkan wirausaha. Filosofi pendidikan ITB yang berfokus pada kemampuan adaptasi dan belajar mandiri mempersiapkan alumni untuk menghadapi dinamika global dan kemajuan teknologi yang cepat.
Dalam konteks SNPMB 2026, calon mahasiswa perlu mencermati perubahan kebijakan, termasuk larangan bagi lulusan SNBP 2024-2026 untuk mengikuti SNBT 2026. Pemilihan program studi harus didasarkan pada minat dan bakat pribadi, bukan sekadar mengikuti tren atau ajakan teman. Memahami daya tampung program studi serta keketatan persaingan tahun-tahun sebelumnya melalui portal resmi SNPMB dapat membantu menyusun strategi yang realistis. ITB, sebagai institusi yang berdiri sejak 1920 dan terus berkembang, berkomitmen untuk terus memperluas akses pendidikan dan menghasilkan lulusan yang tidak hanya berprestasi di kancah global, tetapi juga relevan dalam memajukan Indonesia.