Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prediksi Cuaca Ekstrem: Hujan Deras Berpotensi Guyur Wilayah Ini, 1-5 Januari 2026

2026-01-01 | 21:57 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-01T14:57:25Z
Ruang Iklan

Prediksi Cuaca Ekstrem: Hujan Deras Berpotensi Guyur Wilayah Ini, 1-5 Januari 2026

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi hujan lebat hingga sangat lebat yang akan melanda sejumlah wilayah di Indonesia mulai 1 hingga 5 Januari 2026. Fenomena cuaca ekstrem ini dipicu oleh kombinasi aktivitas Monsun Asia yang menguat, keberadaan La Niña lemah, gangguan gelombang atmosfer, serta hangatnya suhu permukaan laut di perairan Indonesia. Masyarakat di berbagai daerah diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, yang berpotensi terjadi.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, sebelumnya telah memperingatkan bahwa Januari 2026 merupakan puncak musim hujan bagi sebagian besar wilayah Indonesia, menyebutnya sebagai "mesin uap" pembentuk awan. Proyeksi ini mengindikasikan curah hujan bulanan dapat melampaui 500 milimeter di titik-titik rawan, khususnya di Sumatera bagian selatan, Jawa, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua bagian selatan.

Secara lebih spesifik, untuk periode 1 hingga 5 Januari 2026, BMKG memprakirakan sejumlah wilayah berada dalam status "Siaga" (hujan lebat hingga sangat lebat) pada 2-3 Januari 2026. Wilayah-wilayah ini meliputi Aceh, Kepulauan Bangka Belitung, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, dan Kalimantan Selatan. Sementara itu, wilayah berstatus "Waspada" (hujan sedang hingga lebat) mencakup Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Daerah Istimewa Yogyakarta, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua, dan Papua Selatan.

Di Jawa Timur, misalnya, cuaca ekstrem diprediksi akan berlangsung selama 10 hari, dari 1 hingga 10 Januari 2026. Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Juanda, Taufiq Hermawan, menyatakan bahwa hampir seluruh kabupaten/kota di Jawa Timur berpotensi terdampak, termasuk Sidoarjo, Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Blitar, Malang, Lumajang, Jember, Banyuwangi, serta kawasan Tapal Kuda, Mataraman, pantai utara, dan Pulau Madura. Kondisi ini didorong oleh aktivitas Monsun Asia, gangguan gelombang atmosfer seperti Madden Julian Oscillation (MJO), gelombang Kelvin, dan Rossby Ekuator yang melintasi wilayah tersebut, ditambah dengan suhu muka laut yang hangat di perairan sekitar Jawa Timur.

Ancaman hidrometeorologi juga diperparah dengan keberadaan Siklon Tropis Iggy, yang terbentuk pada 1 Januari 2026 di Samudra Hindia sebelah barat daya Lampung dan bergerak ke selatan Jawa Barat. Meskipun diprediksi menjauhi wilayah Indonesia, dampak tidak langsungnya berupa hujan sedang hingga lebat masih dirasakan di Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta hingga 2 Januari 2026. Sebelumnya, Siklon Tropis Hayley yang terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur juga memberikan dampak tidak langsung berupa peningkatan potensi hujan di Bali, NTT, dan NTB.

Dinamika atmosfer yang kompleks ini mencerminkan pola iklim global, di mana La Niña lemah masih berlangsung hingga Maret 2026, dan Indian Ocean Dipole (IOD) berada dalam fase negatif pada awal tahun. Kombinasi fenomena ini secara signifikan meningkatkan pasokan massa uap air ke wilayah Indonesia, memicu pembentukan awan hujan.

Implikasi dari curah hujan tinggi ini sangat luas. Potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir dan tanah longsor menjadi perhatian utama, terutama di daerah-daerah yang memiliki riwayat kejadian serupa. Di Aceh, misalnya, sejumlah daerah yang terdampak banjir dan longsor pada akhir November 2025 masih berpotensi diguyur hujan sedang hingga lebat kembali pada 1 Januari 2026. Juru Bicara Posko Penanganan Banjir dan Longsor Aceh, Murthalamuddin, mengimbau masyarakat di daerah rawan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir susulan dan longsor. Pemerintah daerah dan masyarakat diimbau untuk proaktif memantau informasi cuaca terkini dari BMKG dan mengambil langkah mitigasi yang diperlukan guna menekan risiko serta dampak bencana.