
Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO) bersama Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok kembali membuka program beasiswa pascasarjana penuh, UNESCO/China – The Great Wall Co-Sponsored Fellowships Programme, bagi mahasiswa dan peneliti dari negara-negara berkembang untuk studi Magister (S2) dan Doktoral (S3) di berbagai universitas terkemuka di Tiongkok. Program ini menyediakan cakupan finansial komprehensif, termasuk bebas biaya kuliah, akomodasi, uang saku bulanan, asuransi kesehatan, dan tiket pesawat internasional. Pendaftaran untuk tahun akademik 2026-2027 saat ini sedang berlangsung, dengan batas waktu pengajuan ke Komisi Nasional UNESCO di negara masing-masing pada 23 Januari 2026.
Inisiatif ini, yang diluncurkan pada tahun 1994, bertujuan untuk mendorong pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kapasitas di negara-negara berkembang, sekaligus memperkuat pertukaran internasional dalam bidang pendidikan, budaya, komunikasi, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Sejak awal pendiriannya, program ini telah mendukung 852 mahasiswa dan peneliti dari sekitar 100 negara berkembang, berkontribusi pada pertumbuhan akademik dan profesional serta pembangunan kapasitas di negara asal mereka.
Penerima beasiswa akan mendapatkan pembebasan penuh biaya kuliah, tunjangan hidup bulanan sebesar CNY 3.000 untuk sarjana umum dan CNY 3.500 untuk sarjana senior atau mahasiswa pascasarjana, akomodasi di asrama universitas atau subsidi akomodasi, serta asuransi kesehatan komprehensif. UNESCO juga memberikan tunjangan saku bulanan tambahan sebesar US$80 dan tunjangan terminasi sebesar US$200 untuk biaya kelebihan bagasi saat kembali ke negara asal. Durasi program bervariasi antara dua hingga lima tahun untuk gelar Magister dan Doktoral, serta satu tahun untuk program Visiting Scholar umum atau senior.
Beasiswa ini terbuka untuk warga negara non-Tiongkok yang sehat, dengan persyaratan usia di bawah 35 tahun untuk program Magister dan di bawah 40 tahun untuk program Doktoral. Kemahiran dalam bahasa Inggris atau Mandarin adalah suatu keharusan, dengan persyaratan tingkat HSK Level 3 atau 4 untuk program yang diajarkan dalam bahasa Mandarin, tergantung pada jenjang studi. Program ini tersedia untuk kandidat dari 135 Negara Anggota berkembang.
Proses aplikasi mengharuskan calon kandidat mengajukan lamaran secara daring melalui situs web China Scholarship Council (CSC) dan kemudian menyerahkan berkas mereka kepada Komisi Nasional UNESCO di negara asal untuk proses pra-seleksi dan nominasi resmi. Hanya kandidat yang didukung dan dinominasikan oleh Komisi Nasional UNESCO yang akan dipertimbangkan dalam proses seleksi selanjutnya. Untuk tahun akademik 2026-2027, terdapat 75 peluang beasiswa secara keseluruhan, dengan 27 kursi baru yang tersedia untuk rekrutmen.
Kemitraan antara Tiongkok dan UNESCO secara strategis mendukung prioritas global dalam pendidikan, ilmu pengetahuan, dan budaya. Sebuah dialog strategis tingkat tinggi antara UNESCO dan Tiongkok pada Oktober 2024 menegaskan kembali komitmen bersama untuk memajukan pendidikan berkualitas, melestarikan warisan budaya, dan mempromosikan pembangunan berkelanjutan. Deputi Direktur Jenderal UNESCO, Qu Xing, dalam kesempatan tersebut menyoroti dampak kolaborasi ini, termasuk lebih dari 9.000 pemuda di 12 universitas Afrika yang menerima pendidikan teknis tinggi berkualitas, serta pelatihan bagi lebih dari 180 ahli manajemen situs dari 15 negara Afrika dalam konservasi warisan budaya. Tiongkok juga menjadi kontributor terbesar bagi UNESCO pada periode 2022-2023, memainkan peran penting dalam memperkuat inisiatif global UNESCO. Program beasiswa seperti Great Wall Fellowship menjadi salah satu pilar diplomasi pendidikan Tiongkok, memperkuat hubungan antarnegara melalui pembangunan kapasitas dan pertukaran budaya.