
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti mengumumkan bahwa lebih dari 85 persen program revitalisasi sekolah secara nasional untuk tahun anggaran 2025 telah rampung dan mulai dirasakan manfaatnya oleh jutaan siswa di seluruh Indonesia, menegaskan komitmen pemerintah dalam peningkatan kualitas infrastruktur pendidikan. Kelanjutan program ini kini berfokus pada wilayah seperti Medan, Sumatera Utara, di mana 897 satuan pendidikan telah atau sedang direvitalisasi dengan anggaran mencapai Rp852 miliar. Mu'ti secara langsung meresmikan hasil revitalisasi di SMK Negeri 7 Medan pada Minggu, 4 Januari 2026, menandai babak baru upaya pemerintah untuk mewujudkan sumber daya manusia unggul.
Kondisi infrastruktur pendidikan di Indonesia telah lama menjadi perhatian serius, dengan data Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah pada tahun ajaran 2024/2025 menunjukkan bahwa 60,3 persen dari 1,18 juta ruang kelas Sekolah Dasar di seluruh negeri berada dalam kondisi rusak, mencakup rusak ringan, sedang, hingga berat. Mengatasi defisit ini, revitalisasi sekolah ditetapkan sebagai salah satu dari tiga program prioritas utama di bawah mandat Asta Cita keempat Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pembangunan sumber daya manusia berkualitas, di samping digitalisasi pendidikan dan peningkatan kesejahteraan pendidik.
Pada tahun 2025, pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp16,9 triliun untuk merevitalisasi dan membangun 16.171 satuan pendidikan di berbagai jenjang, mulai dari PAUD hingga SLB. Hingga akhir Desember 2025, realisasi program ini mencapai sekitar 95 persen, dengan sebagian kecil sisanya terkendala faktor teknis dan geografis. Mu'ti menargetkan seluruh proses revitalisasi tahun 2025 rampung pada akhir Januari 2026, sehingga seluruh fasilitas dapat sepenuhnya digunakan pada Februari 2026.
Di Sumatera Utara, revitalisasi menyasar 897 satuan pendidikan dengan rincian 34 PAUD, 400 SD, 240 SMP, 119 SMA, 88 SMK, 11 SLB, dan 5 Sanggar Kegiatan Belajar (SKB). Dari jumlah tersebut, 349 sekolah, atau sekitar 39 persen, telah selesai 100 persen, sementara 431 sekolah masih dalam proses penyelesaian akhir dan 117 sekolah lainnya mencapai progres di atas 95 persen. Khusus untuk Kota Medan, 48 sekolah menerima bantuan revitalisasi senilai Rp47,4 miliar. Implementasi program di daerah seperti Medan ini mencerminkan upaya pemerintah untuk memastikan lingkungan belajar yang layak dan aman, yang merupakan prasyarat fundamental bagi peningkatan mutu pendidikan. Siswa SMK Negeri 7 Medan, misalnya, menyambut antusias perbaikan fasilitas sekolah mereka, menyatakan hal itu menambah semangat belajar.
Selain perbaikan fisik, program revitalisasi juga mengintegrasikan digitalisasi pendidikan. Pada tahun 2025, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah telah mendistribusikan 288.865 unit Interactive Flat Panel (IFP) secara nasional. Di Sumatera Utara, sebanyak 17.073 perangkat digital telah disalurkan ke sekolah-sekolah, dengan target setiap sekolah akan mendapatkan tambahan tiga unit IFP baru. Inisiatif ini bertujuan untuk menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan dengan perkembangan teknologi, mendukung peningkatan kualitas pendidikan.
Pendekatan revitalisasi dilakukan melalui skema swakelola, yang mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal. Kajian Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial (LP3ES) menunjukkan bahwa setiap kenaikan 1 persen alokasi dana revitalisasi berpotensi mendongkrak Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) provinsi sebesar 0,527 persen. Dampak ekonomi lokal ini tercipta karena 82 persen material bangunan dibeli dari wilayah sekitar sekolah dan 62 persen pekerja konstruksi direkrut dari warga lokal, dengan upah yang layak. Hal ini menegaskan bahwa investasi di sektor pendidikan tidak hanya memperbaiki infrastruktur tetapi juga berfungsi sebagai stimulus ekonomi yang signifikan bagi daerah.
Untuk tahun 2026, pemerintah menargetkan revitalisasi sebanyak 71.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia, meningkat pesat dari target awal 11.744 unit berkat arahan Presiden Prabowo Subianto. Mendikdasmen telah memperkenalkan aplikasi daring "Revit.kemendikdasmen.go.id" yang memungkinkan sekolah mengajukan proposal revitalisasi, dengan prioritas diberikan kepada sekolah dengan sarana dan prasarana kritis serta di wilayah miskin. Program jangka panjang ini diharapkan dapat mengatasi lebih dari 100 ribu sekolah yang masih membutuhkan penanganan fisik secara nasional, memperkuat fondasi pendidikan yang berkualitas sebagai pilar utama pembangunan nasional.