Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

SNBP ITB: Bongkar Tuntas Sistem Tanpa Pemilihan Jurusan Langsung

2026-01-10 | 04:11 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-09T21:11:51Z
Ruang Iklan

SNBP ITB: Bongkar Tuntas Sistem Tanpa Pemilihan Jurusan Langsung

Calon mahasiswa baru yang diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tidak akan langsung memilih program studi spesifik, melainkan akan menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun pertama perkuliahan. Kebijakan ini, yang telah menjadi ciri khas ITB selama puluhan tahun, bertujuan untuk menyetarakan fondasi ilmu dasar serta memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk mematangkan pilihan jurusan sebelum memasuki penjurusan di tahun kedua.

Sistem yang telah diterapkan sejak 1973 ini membedakan ITB dari sebagian besar perguruan tinggi lain di Indonesia, di mana mahasiswa umumnya langsung memilih program studi sejak awal pendaftaran. Mahasiswa yang lolos SNBP ke ITB akan diterima di tingkat fakultas atau sekolah, bukan jurusan. Sepanjang tahun pertama, mereka akan mengikuti kurikulum TPB yang meliputi mata kuliah dasar seperti matematika, fisika, kimia, dan pengantar rekayasa, yang dirancang untuk memberikan landasan pengetahuan yang seragam bagi seluruh mahasiswa yang berasal dari berbagai latar belakang pendidikan menengah atas di seluruh Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan ITB, Prof. Dr. Irwan Meilano S.T., M.Sc., menegaskan bahwa prinsip utama SNBP di ITB tetap berfokus pada prestasi akademik siswa, khususnya nilai rapor. Penggunaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai validator dalam SNBP nasional tahun 2026 juga didukung oleh ITB sebagai bagian dari upaya memastikan kualitas dan keadilan proses seleksi secara nasional, tanpa mengubah dasar utama penilaian prestasi akademik.

Seorang dosen pengajar di ITB pernah menyatakan pentingnya TPB untuk "mengubah pola pikir anak SMA menjadi pola pikir anak kuliah," menyiapkan mahasiswa untuk pendekatan pemecahan masalah yang lebih mandiri di perguruan tinggi. Tujuan fundamental dari TPB adalah membekali mahasiswa dengan dasar sains, seni, dan teknologi yang kuat, sekaligus sebagai wahana pembinaan awal sikap ilmiah dan adaptasi terhadap tata cara belajar di perguruan tinggi. Ini memungkinkan mahasiswa baru untuk beradaptasi tanpa mengalami "shocking culture" saat langsung memasuki jurusan.

Setelah menyelesaikan TPB, mahasiswa baru kemudian akan menentukan program studi pilihan mereka di bawah naungan fakultas atau sekolah yang telah dipilih. Proses penjurusan ini didasarkan pada prestasi akademik mahasiswa selama masa TPB, kemampuan, dan minat yang telah mereka eksplorasi selama satu tahun pertama. Skema ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk mengenal lebih dalam berbagai bidang ilmu, sehingga dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan sesuai dengan potensi diri, meminimalkan risiko salah pilih jurusan.

Meskipun demikian, ITB juga menyediakan jalur SNBP Peminatan untuk beberapa program studi tertentu, di mana calon mahasiswa dapat langsung memilih jurusan sejak awal pendaftaran. Program-program ini mencakup Fisika, Astronomi, Kimia, Meteorologi, Oseanografi, dan Perencanaan Wilayah dan Kota. Jalur peminatan ini merupakan pengecualian dari sistem TPB umum dan diperuntukkan bagi calon mahasiswa yang sudah memiliki minat kuat dan spesifik terhadap bidang tersebut.

Menatap ke depan, Direktorat Persiapan Bersama (Ditsama) ITB, yang sebelumnya dikenal sebagai Program Tahap Persiapan Bersama (PTPB) dan didirikan pada 1973, akan mengalami transformasi signifikan. Mulai tahun akademik 2025/2026, seiring dengan implementasi Kurikulum 2024, proses penjurusan mahasiswa tidak lagi dilakukan di akhir tahun pertama, melainkan di akhir semester pertama. Perubahan ini, menurut laman resmi Ditsama ITB, bertujuan untuk lebih memperkuat peran dalam pembinaan karakter mahasiswa selain pengelolaan mata kuliah dasar. Pada tahun 2024, ITB menerima 1.950 calon mahasiswa melalui jalur SNBP, dan pada tahun 2025, jumlahnya mencapai 1.911 calon mahasiswa baru. Perkembangan ini mencerminkan upaya berkelanjutan ITB untuk menyempurnakan sistem pendidikannya agar lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan mahasiswa serta tantangan global.