
JAKARTA – Calon mahasiswa di seluruh Indonesia dapat mengakses informasi daya tampung dan keketatan program studi (prodi) Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) langsung melalui portal resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) di snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Akses data ini menjadi krusial bagi siswa eligible yang akan mendaftar SNBP 2026, yang pendaftarannya dibuka pada 3–18 Februari 2026, demi membuat keputusan strategis dalam pemilihan jurusan.
SNBP, yang resmi menggantikan Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sejak tahun 2023, merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru tanpa tes yang mengandalkan prestasi akademik dan non-akademik siswa. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menyatakan bahwa perubahan skema ini bertujuan mengatasi masalah pembatasan pilihan program studi berdasarkan jurusan siswa di pendidikan menengah yang sebelumnya berlaku pada SNMPTN. Penilaian SNBP mencakup rata-rata nilai rapor seluruh mata pelajaran dengan bobot minimal 50%, serta nilai mata pelajaran pendukung prodi, portofolio, dan/atau prestasi lainnya hingga maksimal 50%, dengan komposisi persentase yang ditetapkan oleh masing-masing Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Untuk melihat daya tampung dan keketatan, siswa dapat mengunjungi laman resmi SNPMB.id atau snpmb.bppp.kemdikbud.go.id. Langkah-langkahnya meliputi mengakses situs tersebut, lalu memilih menu navigasi (ikon tiga garis horizontal), kemudian memilih "SNBP" dan mengklik "Daya Tampung SNBP". Setelah itu, calon mahasiswa dapat mencari nama perguruan tinggi yang diinginkan dan mengklik "Lihat Prodi" untuk mendapatkan rincian kuota program studi, jumlah peminat tahun sebelumnya, dan tingkat persaingan. Data keketatan prodi, yang membandingkan daya tampung dengan jumlah peminat tahun sebelumnya, merupakan indikator penting untuk menganalisis peluang diterima. Misalnya, pada SNBP 2024, total pendaftar mencapai 702.812 siswa, dengan 156.029 di antaranya dinyatakan lolos, menghasilkan persentase kelulusan sekitar 19,18% untuk PTN akademik. Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) menjadi PTN dengan pendaftar terbanyak pada SNBP 2024, mencapai 36.033 siswa.
Prof. Abdul Haris, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi Kemendikbudristek, dalam Konferensi Pers Pengumuman Hasil Seleksi Jalur SNBP Tahun 2024, menyoroti peningkatan jumlah pendaftar dari tahun ke tahun. Pendaftar SNBP 2025 bahkan menunjukkan peningkatan signifikan menjadi 776.515 siswa, dibandingkan 702.312 siswa pada SNBP 2024.
Peran sekolah juga sangat signifikan dalam proses SNBP, terutama dalam pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) yang berisi rekam jejak sekolah dan nilai rapor siswa. Rektor Universitas Negeri Gorontalo, Dr. Ir. Eduart Wolok, ST, MT, menekankan pentingnya pengisian PDSS yang teliti dan benar, serta pembimbingan siswa dalam memilih program studi yang sesuai.
Siswa yang dinyatakan lulus SNBP 2026 tidak dapat mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK)-SNBT 2026 maupun jalur mandiri di PTN manapun. Kebijakan ini menegaskan pentingnya pertimbangan yang matang bagi siswa dalam menentukan pilihan, mengingat implikasi jangka panjang terhadap jalur pendidikan tinggi mereka. Dengan informasi daya tampung dan keketatan yang transparan, diharapkan siswa dapat menyusun strategi pendaftaran yang lebih terukur, menghindari kesalahan pilihan, dan meningkatkan peluang keberhasilan mereka di jalur SNBP.