Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Universitas Brawijaya Rilis 2 Prodi Baru Spesial untuk SNBT 2026, Intip Daftarnya!

2026-01-22 | 23:12 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-22T16:12:34Z
Ruang Iklan

Universitas Brawijaya Rilis 2 Prodi Baru Spesial untuk SNBT 2026, Intip Daftarnya!

Universitas Brawijaya akan membuka dua program studi baru pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026: Bioinformatika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Industri Peternakan Cerdas di Fakultas Peternakan (FAPET). Penambahan program ini dikonfirmasi oleh Kepala Subdirektorat Penerimaan Mahasiswa Universitas Brawijaya, Aulia Nur Mustaqiman, pada Kamis, 22 Januari 2026, sebagai bagian dari upaya modernisasi kurikulum dan respons terhadap kebutuhan pasar kerja yang berkembang.

Program studi Bioinformatika dirancang sebagai bidang multidisiplin yang memadukan Biologi, Ilmu Komputer, dan Statistika, dengan fokus pada pemanfaatan algoritma dan perangkat lunak untuk menganalisis data biologis skala besar seperti urutan DNA, struktur protein, dan data genomik. Lulusan diproyeksikan dapat berkarier sebagai peneliti di lembaga riset seperti BRIN atau Eijkman, maupun sebagai Spesialis Bioinformatika di industri farmasi untuk mendukung penemuan obat dan vaksin. Sementara itu, program Industri Peternakan Cerdas mengintegrasikan ilmu peternakan dengan teknologi mutakhir seperti Kecerdasan Buatan (AI) dan Internet of Things (IoT). Program ini, yang juga dibuka pada SNBT 2025, bertujuan mencetak profesional yang mampu menerapkan solusi berbasis teknologi dalam manajemen dan produksi peternakan.

Pembukaan program-program baru ini sejalan dengan strategi Universitas Brawijaya untuk terus memajukan ilmu alam dan pertanian melalui adopsi teknologi digital dan data. Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Imam Santoso, menegaskan pentingnya calon mahasiswa memilih program studi berdasarkan minat dan potensi, bukan sekadar mengikuti tren, sebuah pesan yang ditekankan dalam ajang Education Expo 2026. Universitas menargetkan total sekitar 17.000 mahasiswa baru untuk tahun 2026, dengan alokasi 30 persen melalui jalur SNBT.

Langkah Universitas Brawijaya ini juga mencerminkan urgensi menjawab tantangan ketidaksesuaian keterampilan (skill mismatch) yang masih tinggi antara lulusan perguruan tinggi dan kebutuhan industri di Indonesia. Center for Strategic and International Studies (CSIS) pada Januari 2026 menyoroti bahwa tingginya angka pengangguran terdidik, khususnya di kalangan Gen Z, disebabkan oleh sistem pendidikan yang belum selaras dengan permintaan dunia usaha. Proyeksi pasar tenaga kerja Indonesia tahun 2026 menunjukkan adanya pergeseran signifikan akibat disrupsi digital dan otomatisasi, menuntut tenaga kerja dengan keterampilan adaptif dan relevan. Program-program seperti Bioinformatika dan Industri Peternakan Cerdas diharapkan dapat menjembatani kesenjangan ini dengan membekali mahasiswa dengan kompetensi yang dicari di era digital.

Pada SNBT 2025, Universitas Brawijaya menerima 5.764 mahasiswa dari 79.985 peminat, menunjukkan tingkat kompetisi yang tinggi. Data tersebut memperlihatkan dominasi peminat dari Jawa Timur, dengan 51,1 persen pendaftar SNBT berasal dari provinsi tersebut. Dengan penambahan dua program studi berorientasi teknologi ini, Universitas Brawijaya berupaya menarik talenta yang siap menghadapi dinamika pekerjaan di masa depan dan berkontribusi pada pengembangan sektor-sektor strategis Indonesia.