Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Ayah Bunuh Putri Remaja di Pakistan Akibat Penolakan Hapus Akun TikTok

2025-11-28 | 07:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T00:34:34Z
Ruang Iklan

Ayah Bunuh Putri Remaja di Pakistan Akibat Penolakan Hapus Akun TikTok

Seorang remaja perempuan berusia 16 tahun tewas ditembak mati oleh ayah kandungnya di Rawalpindi, Pakistan, pada Selasa, 8 Juli 2025, setelah menolak permintaannya untuk menghapus akun TikTok miliknya. Insiden tragis ini dengan cepat diklasifikasikan oleh polisi sebagai "pembunuhan demi kehormatan" atau honor killing.

Menurut laporan polisi, ayah korban telah ditangkap tak lama setelah kejadian. Keluarga awalnya berusaha menutupi pembunuhan tersebut dengan menggambarkannya sebagai aksi bunuh diri. Namun, penyelidikan polisi berhasil mengungkap fakta sebenarnya di balik kematian remaja tersebut.

Juru bicara kepolisian mengonfirmasi bahwa sang ayah telah meminta putrinya untuk menghapus akun TikTok-nya, dan setelah penolakan, ia menembak putrinya. Insiden ini sekali lagi menyoroti isu pembunuhan demi kehormatan yang merajalela di Pakistan, di mana perempuan kerap menjadi korban kekerasan ekstrem oleh anggota keluarga karena dianggap melanggar norma-norma sosial konservatif atau "mencoreng kehormatan" keluarga. Human Rights Watch memperkirakan sekitar 1.000 perempuan dibunuh setiap tahun di Pakistan dalam kasus pembunuhan demi kehormatan.

Platform berbagi video TikTok sangat populer di Pakistan, sebagian karena aksesibilitasnya bagi populasi dengan tingkat literasi rendah, dan telah menjadi sumber pendapatan serta visibilitas bagi banyak perempuan di negara tersebut. Namun, visibilitas daring ini juga menempatkan banyak perempuan dalam risiko di daerah konservatif yang didominasi oleh norma-norma suku atau agama.

Kasus ini bukanlah insiden terisolasi yang melibatkan media sosial. Awal tahun 2025, seorang pria Pakistan mengaku membunuh putrinya yang berusia 15 tahun di Quetta setelah ia menolak berhenti membagikan video di TikTok. Pada bulan Januari yang sama, seorang ayah lain di Balochistan juga mengaku mendalangi pembunuhan putrinya yang berusia 14 tahun karena menganggap video TikTok putrinya telah merusak "kehormatan" keluarga. Selain itu, bulan lalu (Juni 2025), seorang influencer TikTok berusia 17 tahun bernama Sana Yousaf, yang memiliki lebih dari satu juta pengikut, juga dibunuh di rumahnya oleh seorang pria yang ajakannya ia tolak.

Pemerintah Pakistan telah berulang kali mengancam untuk memblokir atau memblokir sementara aplikasi TikTok karena konten yang dianggap "tidak bermoral". Meskipun telah ada reformasi hukum dalam beberapa tahun terakhir yang bertujuan untuk memberantas praktik pembunuhan demi kehormatan, termasuk pencabutan hak pelaku untuk diampuni oleh keluarga korban, penegakan hukum masih menjadi tantangan serius.