:strip_icc()/kly-media-production/medias/4463448/original/027796500_1686608129-20230607_073052.jpg)
Tingginya antusiasme umat Muslim Indonesia untuk menunaikan ibadah haji mengakibatkan daftar tunggu keberangkatan yang panjang, seringkali mencapai puluhan tahun lamanya. Untuk memantau estimasi waktu keberangkatan ke Tanah Suci, calon jemaah haji dapat secara aktif mengecek nomor porsi haji mereka. Nomor porsi haji adalah identitas unik berupa 10 digit angka yang diberikan kepada calon jemaah setelah mendaftar dan menyetorkan setoran awal Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) di bank penerima setoran haji. Nomor ini menjadi bukti resmi pendaftaran dan posisi dalam antrean haji reguler yang terdaftar di Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI).
Pengecekan estimasi keberangkatan ini penting dilakukan agar jemaah dapat mempersiapkan diri, baik secara fisik maupun mental, serta merencanakan segala kebutuhan yang diperlukan menjelang keberangkatan. Kemenag menyediakan beberapa jalur resmi untuk melakukan pengecekan ini, baik secara daring (online) maupun luring (offline).
Melalui Situs Resmi Kementerian Agama
Cara paling umum dan akurat untuk mengecek estimasi keberangkatan adalah melalui situs resmi Kementerian Agama. Calon jemaah dapat mengakses portal haji Kemenag di alamat haji.kemenag.go.id atau langsung ke haji.go.id/estimasi-keberangkatan. Setelah situs terbuka, cari bagian "Estimasi Keberangkatan". Masukkan 10 digit nomor porsi haji Anda pada kolom yang tersedia, lalu lakukan verifikasi dengan mencentang "I'm Not a Robot" atau mengisi kode captcha jika diminta. Setelah itu, klik tombol "Cari" atau "Cek Estimasi". Sistem akan menampilkan informasi yang meliputi nomor porsi, nama lengkap, kabupaten/kota, provinsi, posisi porsi pada kuota provinsi/kabupaten/kota khusus, kuota provinsi/kabupaten/kota khusus, serta perkiraan tahun keberangkatan dalam kalender Masehi dan Hijriah. Pastikan koneksi internet stabil untuk kelancaran proses ini.
Melalui Aplikasi Pusaka Kementerian Agama
Kementerian Agama juga telah mengembangkan aplikasi superapps bernama Pusaka yang menyediakan berbagai layanan keagamaan, termasuk informasi haji dan umrah. Aplikasi Pusaka dapat diunduh dari Google Play Store atau App Store. Setelah aplikasi terpasang dan dibuka, pilih menu "Islam", kemudian "Layanan Haji & Umrah", dan pilih "Estimasi Keberangkatan". Masukkan nomor porsi haji Anda di kolom yang tersedia, lalu tekan "Cari Nomor Porsi". Aplikasi akan menampilkan data estimasi keberangkatan yang serupa dengan informasi di situs web. Keunggulan aplikasi Pusaka adalah datanya selalu diperbarui dan terhubung langsung dengan server Kemenag RI.
Melalui Aplikasi Haji Pintar
Selain Pusaka, Kemenag juga menyediakan aplikasi Haji Pintar yang berfungsi untuk mempermudah akses informasi haji. Aplikasi ini tersedia di Google Play Store dan dapat diunduh untuk perangkat Android. Setelah mengunduh dan membuka aplikasi, pilih menu "Estimasi Keberangkatan" atau masuk ke menu "Informasi Jemaah Haji" dan pilih "Estimasi Keberangkatan". Masukkan nomor porsi haji Anda dan klik "Submit" atau "Cari". Aplikasi akan menampilkan perkiraan tahun keberangkatan Anda.
Melalui Kantor Kementerian Agama Setempat
Bagi calon jemaah haji yang mengalami kesulitan dalam mengakses internet atau aplikasi, pengecekan estimasi keberangkatan juga dapat dilakukan secara langsung di Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota tempat pendaftaran dilakukan. Petugas di kantor Kemenag akan membantu melakukan pengecekan berdasarkan nomor porsi haji yang dimiliki.
Penting untuk dicatat bahwa estimasi keberangkatan haji dapat berubah sewaktu-waktu. Perubahan ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti kuota nasional yang ditetapkan oleh pemerintah Arab Saudi, kebijakan pemerintah Indonesia terkait penyelenggaraan haji, prioritas keberangkatan bagi jemaah lanjut usia, serta faktor-faktor lain yang berkaitan. Estimasi ini hanya berlaku bagi jemaah dengan status pendaftaran aktif, belum berangkat, dan tidak dibatalkan. Dengan berbagai kemudahan akses informasi ini, calon jemaah haji diharapkan dapat terus memantau status keberangkatan mereka dan mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menyambut panggilan Baitullah.