Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

20 SLB Unggulan: Lulusan Langsung Kantongi Sertifikat Kompetensi Profesi, Jaminan Karir!

2025-12-02 | 09:09 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T02:09:29Z
Ruang Iklan

20 SLB Unggulan: Lulusan Langsung Kantongi Sertifikat Kompetensi Profesi, Jaminan Karir!

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah mengambil langkah signifikan dalam memberdayakan lulusan Sekolah Luar Biasa (SLB) dengan mengubah 20 SLB menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Pertama (LSP P1). Inisiatif ini memungkinkan para lulusan SLB untuk langsung memiliki sertifikasi profesi yang diakui, mempermudah mereka memasuki dunia kerja.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Dirjen Pendidikan Vokasi PKPLK Kemendikdasmen), Tatang Muttaqin, menjelaskan bahwa tidak semua lulusan SLB dapat melanjutkan ke jenjang perkuliahan. Oleh karena itu, Kemendikdasmen menyisipkan keterampilan vokasional di sekolah-sekolah ini agar lulusan dapat memilih pekerjaan yang paling sesuai dan nyaman.

Transformasi SLB menjadi LSP P1 ini merupakan hasil kerja sama antara Kemendikdasmen dengan berbagai lembaga sertifikasi profesi. LSP P1 memiliki tugas menyelenggarakan sertifikasi kompetensi bagi peserta didik penyandang disabilitas di bidang keterampilan tertentu. Bidang keterampilan yang ditetapkan mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Khusus Penyandang Disabilitas (SK3PD) yang terdaftar di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker). Dengan adanya sertifikasi ini, lulusan dapat langsung memiliki bukti kompetensi yang membantu mereka dalam mencari pekerjaan.

Program ini merupakan kelanjutan dari upaya sebelumnya, di mana Kemendikbudristek bersama Kemenaker dan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) telah meluncurkan 10 SLB sebagai rintisan LSP-P1 pada Desember 2022. Beberapa SLB yang menjadi proyek percontohan awal tersebut meliputi SLB Negeri Halmahera Barat untuk keterampilan perbengkelan dan sepeda motor, SLB Negeri Pembina Sulawesi Selatan untuk tata busana, dan SLB Cicendo Bandung untuk tata boga. Program percontohan ini bertujuan agar SLB dapat menjalin kerja sama dengan berbagai perusahaan untuk kesempatan magang dan peluang kerja bagi siswa.

Melalui program ini, pendidikan di SLB tidak hanya berorientasi pada aspek akademis, tetapi juga pada pengembangan keterampilan praktis yang relevan dengan kebutuhan industri. Dengan memperoleh sertifikasi kompetensi, peserta didik SLB memiliki peluang lebih besar untuk meraih kesuksesan dan berkontribusi secara positif di masyarakat. Hingga saat ini, Kemendikdasmen telah memiliki 20 SLB yang telah bertransformasi menjadi LSP P1. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperkuat sumber daya manusia penyandang disabilitas dan membangun ekosistem pendidikan yang inklusif.