Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

3 Strategi Komprehensif Kemdiktisaintek Tangani Pascabanjir Sumatera: Prioritaskan Posko dan Santunan

2025-12-02 | 22:26 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T15:26:28Z
Ruang Iklan

3 Strategi Komprehensif Kemdiktisaintek Tangani Pascabanjir Sumatera: Prioritaskan Posko dan Santunan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah bergerak cepat merespons dampak banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah Sumatera, khususnya Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sejak akhir November 2025. Bencana alam ini, yang dipicu oleh siklon tropis Senyar, mengakibatkan kerusakan parah pada lebih dari seribu satuan pendidikan di ketiga provinsi tersebut. Dalam upaya memastikan keberlanjutan proses belajar-mengajar dan pemulihan pascabencana, Kemendikdasmen mengimplementasikan tiga skema utama.

Skema pertama adalah Pendirian Posko dan Penyediaan Tenda Darurat untuk Pembelajaran. Untuk mengatasi rusaknya infrastruktur sekolah, Kemendikdasmen telah mendirikan tenda-tenda darurat di beberapa lokasi terdampak. Sebanyak 126 unit tenda ruang kelas darurat disiapkan untuk memfasilitasi kegiatan belajar mengajar agar tetap berjalan di tengah situasi darurat. Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pihaknya untuk melakukan mitigasi dan pemetaan guna memastikan pembelajaran bagi para siswa tetap berlangsung.

Skema kedua berfokus pada Pemberian Santunan dan Bantuan Pendidikan secara Komprehensif. Kemendikdasmen telah mengalokasikan dana bantuan pendidikan sebesar Rp 13,3 miliar yang khusus ditujukan bagi peserta didik di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh. Dana ini digunakan untuk pengadaan 10.200 paket perlengkapan sekolah (school kit) yang akan didistribusikan kepada siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Selain itu, bantuan buku juga disalurkan, meliputi 35.000 eksemplar buku teks dan non-teks, dengan rencana penambahan 50.000 eksemplar lainnya. Untuk meningkatkan mutu pembelajaran, disiapkan pula bantuan uang senilai Rp 25 juta per voucher, serta 20 paket bantuan operasional Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB). Tidak hanya bantuan fisik, layanan psikososial juga menjadi prioritas dengan alokasi dua paket bantuan senilai Rp 50 juta per paket untuk warga sekolah, guna membantu pemulihan trauma pascabencana. Menteri Abdul Mu'ti juga menyatakan bahwa pihaknya menghimpun dana melalui unit zakat kementerian bagi masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban.

Skema ketiga melibatkan Pendataan Kerusakan, Pemetaan Dampak, dan Prioritasi Revitalisasi Jangka Panjang. Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengungkapkan bahwa total 1.009 sekolah di Aceh (310), Sumatera Utara (385), dan Sumatera Barat (314) mengalami kerusakan. Saat ini, tim Kemendikdasmen secara aktif masih melakukan pendataan jumlah sekolah yang rusak sebagai dasar penyusunan kebijakan dan alokasi anggaran lanjutan. Sekolah-sekolah yang terdampak bencana akan menjadi penerima prioritas dalam program revitalisasi sekolah pada tahun 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk memastikan anak-anak tetap bisa belajar meskipun dalam kondisi darurat dan untuk membangun kembali fasilitas pendidikan yang lebih tangguh.