
Presenter kondang sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, secara aktif mengajak para siswa hingga orang tua untuk bersama-sama memerangi tindakan perundungan. Raffi menyoroti peningkatan kasus perundungan, baik secara fisik, verbal, maupun siber, yang marak terjadi belakangan ini.
Dalam Kongres Rohis Nasional 2025 yang diselenggarakan pada Kamis, 13 November 2025, Raffi Ahmad menyerukan kepada ribuan pelajar Rohani Islam (Rohis) dari seluruh Indonesia untuk menjadi "Digital Heroes". Ia mendorong mereka untuk berani melawan perundungan digital dan menyebarkan kebaikan di dunia maya, mengingat arus digitalisasi yang tidak disertai tanggung jawab dapat menjerumuskan generasi muda pada perilaku negatif. Raffi menekankan pentingnya bagi pelajar Rohis untuk menjadi teladan dalam penggunaan teknologi digital dengan menguatkan nilai iman, empati, dan tanggung jawab sosial. Ia juga berpesan agar tidak menjauhi teman yang menjadi korban perundungan, melainkan merangkul dan menguatkan mereka, serta mengingatkan bahwa menjadi viral bukanlah tujuan utama, melainkan menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesama. Dalam kesempatan tersebut, Raffi turut membagikan kisah pribadinya tentang masa sulit yang berhasil ia lewati berkat doa ibunda dan kekuatan spiritual.
Lebih lanjut, pada Rabu, 10 Desember 2025, Raffi Ahmad meluncurkan Gerakan #RukunSamaTeman, yang bertujuan untuk mencegah perundungan di lingkungan sekolah. Ia mengajak orang tua, guru, sesama siswa, dan warga untuk terlibat aktif dalam menjaga anak-anak dari ancaman perundungan fisik, verbal, hingga siber. Raffi menggarisbawahi pentingnya mengajarkan anak-anak untuk terbuka kepada guru atau orang tua mengenai hal-hal yang mereka alami. Pesan penting lainnya adalah agar siswa menjalin pertemanan yang baik dan rukun dengan sesama, sebuah langkah krusial untuk menghindari perundungan. Ia juga menekankan bahwa di samping pendidikan, penanaman ilmu adab atau etika sangatlah penting agar anak tumbuh menjadi pribadi yang pintar, santun, dan berintegritas. Raffi Ahmad berharap tidak ada lagi korban perundungan di Indonesia. Pengalaman pribadi Raffi Ahmad, di mana putranya, Rafathar, pernah menjadi korban perundungan di sekolah hingga menyebabkan istrinya, Nagita Slavina, menangis, juga menjadi salah satu motivasinya untuk terus menyuarakan anti-perundungan.