
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) telah mengambil langkah sigap dengan menerapkan kebijakan keringanan uang kuliah bagi mahasiswa yang terdampak langsung oleh bencana banjir dan tanah longsor yang melanda wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa pekan terakhir. Kebijakan ini merupakan bentuk nyata dari komitmen UMY dalam menjalankan misi dakwah, kemanusiaan, dan profesionalismenya.
Sebanyak 26 mahasiswa UMY yang berasal dari daerah terdampak bencana akan menerima keringanan biaya studi. Rektor UMY, Prof. Dr. Achmad Nurmandi, M.Sc., menjelaskan bahwa bentuk keringanan yang diberikan bervariasi, mulai dari pembebasan biaya kuliah selama satu semester, satu tahun, hingga pembebasan penuh sampai mahasiswa tersebut lulus. Penentuan skema keringanan ini didasarkan pada tingkat kerusakan atau kehilangan yang dialami oleh keluarga mahasiswa, seperti orang tua kehilangan penghasilan, rumah hancur, atau lahan pertanian rusak parah.
Prof. Nurmandi menegaskan bahwa kebijakan ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing mahasiswa guna memastikan tidak ada yang terhambat pendidikannya akibat dampak bencana. Jika kondisi keluarga mahasiswa sangat parah, UMY akan mengupayakan pembebasan biaya minimal satu semester, dan dapat dipertimbangkan hingga mereka menyelesaikan kuliah jika kondisi belum membaik.
Selain keringanan biaya pendidikan, UMY melalui Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu UMY) juga menyalurkan bantuan kebutuhan keseharian bagi mahasiswa yang keluarganya tidak lagi mampu memberikan dukungan finansial. Bantuan ini dihimpun melalui donasi dari civitas akademika UMY. Pada momen wisuda yang berlangsung pada Rabu (10/12), total donasi yang terkumpul mencapai Rp62.179.033. Sebelumnya, Lazismu UMY menargetkan penggalangan dana sebesar Rp100 juta untuk merespons bencana ini.
UMY juga menyatakan kesiapannya untuk menurunkan tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) maupun dosen guna membantu proses rehabilitasi di wilayah terdampak bencana. Pendampingan tersebut mencakup perbaikan lingkungan, desain ulang permukiman, hingga pemberdayaan masyarakat. Tidak hanya itu, UMY juga menyiapkan dukungan psikososial untuk membantu mahasiswa yang mengalami trauma pascabencana.