Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

SKD Kedinasan: Kupas Tuntas Ambang Batas, Bobot, dan Skor Maksimal Tes

2025-12-24 | 20:52 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-24T13:52:32Z
Ruang Iklan

SKD Kedinasan: Kupas Tuntas Ambang Batas, Bobot, dan Skor Maksimal Tes

Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) untuk penerimaan mahasiswa, praja, atau taruna sekolah kedinasan tahun anggaran 2024 telah ditetapkan batas ambang, bobot, dan nilai maksimalnya, sesuai Keputusan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Nomor 144 Tahun 2024. Regulasi ini memastikan standar kompetensi dasar bagi calon aparatur sipil negara (ASN) yang akan menempuh pendidikan ikatan dinas. Ujian SKD, yang berdurasi 100 menit, terdiri dari tiga materi utama: Tes Karakteristik Pribadi (TKP), Tes Intelegensia Umum (TIU), dan Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Berdasarkan Kepmen PANRB tersebut, nilai kumulatif tertinggi SKD adalah 550. Rincian nilai maksimal per materi meliputi 225 untuk TKP, 175 untuk TIU, dan 150 untuk TWK. Untuk lolos ke tahap selanjutnya, peserta harus mencapai nilai ambang batas minimal yang ditetapkan. Nilai ambang batas SKD 2024 adalah 156 untuk TKP, 80 untuk TIU, dan 65 untuk TWK.

Sistem pembobotan nilai juga diatur secara spesifik untuk setiap materi. Untuk soal TKP yang berjumlah 45 butir, jawaban benar diberi bobot paling rendah 1 dan paling tinggi 5, sementara tidak menjawab bernilai 0. Materi TIU dan TWK, masing-masing terdiri dari 35 dan 30 butir soal, memiliki bobot nilai 5 untuk jawaban benar dan 0 untuk jawaban salah atau tidak menjawab.

Pengecualian berlaku bagi peserta dari daerah afirmasi, sebagaimana diusulkan oleh kementerian/lembaga penyelenggara sekolah kedinasan dan disetujui Menteri PANRB. Bagi kelompok ini, nilai kumulatif SKD paling rendah adalah 281, dengan nilai TIU minimal 55. Ketentuan ini bertujuan memberikan kesempatan yang lebih luas bagi talenta dari wilayah yang secara geografis atau kondisi lain memerlukan perlakuan khusus.

Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Zudan Arif Fakrulloh, menyatakan bahwa BKN terus berkoordinasi intensif dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memetakan kebutuhan pegawai serta membahas kemungkinan jadwal seleksi di masa mendatang. Proses seleksi yang menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) BKN ini menjamin transparansi dan objektivitas dalam penyaringan calon abdi negara.

Peraturan nilai ambang batas ini konsisten dengan kebijakan tahun-tahun sebelumnya, misalnya Keputusan Menteri PANRB No. 93/2022 dan No. 921/2021, yang menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas rekrutmen ASN. Nilai-nilai ini menjadi indikator penting dalam menyaring individu dengan kompetensi dasar yang diperlukan untuk mengembangkan human capital di sektor pemerintahan. Data statistik kelulusan tahun sebelumnya juga menunjukkan bahwa skor aman untuk lolos ke tahap berikutnya cenderung lebih tinggi dari nilai ambang batas minimum, seperti pada tahun 2023 di mana skor tertinggi SKD untuk beberapa sekolah kedinasan mencapai 495 hingga 507. Ini mengindikasikan bahwa persaingan untuk masuk sekolah kedinasan tetap ketat, menuntut persiapan maksimal dari para pelamar.