Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

UNDIP Luncurkan Layanan Imigrasi Kampus Perdana di Indonesia

2025-12-01 | 19:29 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-01T12:29:39Z
Ruang Iklan

UNDIP Luncurkan Layanan Imigrasi Kampus Perdana di Indonesia

Universitas Diponegoro (UNDIP) kini menjadi pelopor di Indonesia dengan menghadirkan layanan keimigrasian langsung di lingkungan kampusnya. Inovasi yang diberi nama Campus Immigration Point ini resmi diluncurkan pada Senin, 1 Desember 2025, di Muladi Dome, Tembalang. Peresmian layanan ini menandai langkah besar dalam mendekatkan pelayanan publik, khususnya bidang keimigrasian, kepada sivitas akademika dan masyarakat luas.

Campus Immigration Point at UNDIP merupakan hasil kolaborasi erat antara Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) RI, Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Semarang, dan Universitas Diponegoro. Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, Jenderal Pol. (Purn) Drs. Agus Andrianto, S.H., M.H., secara langsung meresmikan fasilitas ini, didampingi Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, serta jajaran pejabat terkait lainnya termasuk Plt Dirjen Imigrasi RI Yuldi Yusman dan Kepala Direktorat Imigrasi Wilayah Jawa Tengah Haryono Agus Setiawan.

Dalam sambutannya, Menteri Agus Andrianto menekankan bahwa Campus Immigration Point adalah wujud nyata komitmen pemerintah untuk memperluas akses layanan keimigrasian yang cepat, responsif, dan humanis. Kehadiran layanan ini di dalam kampus diharapkan dapat mempermudah mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, serta masyarakat umum di sekitar UNDIP untuk mengurus dokumen keimigrasian tanpa perlu pergi ke kantor imigrasi.

Layanan yang tersedia di Campus Immigration Point ini cukup komprehensif, mencakup penerbitan dan penggantian paspor bagi Warga Negara Indonesia (WNI), layanan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) untuk paspor yang hilang atau rusak, pelayanan izin tinggal bagi Warga Negara Asing (WNA), serta konsultasi dan informasi keimigrasian terpadu. Beberapa sumber juga menyebutkan layanan foto paspor untuk WNI dan WNA, serta sosialisasi Tindakan Pencegahan dan Penanganan Perdagangan Orang (TPPO). Menteri Agus bahkan menyebut layanan ini sebagai "kantor imigrasi yang spesial" karena kelengkapan layanannya dibandingkan unit layanan paspor (ULP) atau immigration lounge biasa.

Rektor UNDIP, Prof. Suharnomo, mengungkapkan kebanggaannya atas terwujudnya layanan ini, yang telah lama menjadi impian universitas mengingat banyaknya mahasiswa asing (sekitar 300 orang, dengan lebih dari 100 mahasiswa asing baru setiap tahun) dan kebutuhan sivitas akademika untuk mobilitas internasional. Campus Immigration Point diharapkan menjadi fasilitas strategis tidak hanya bagi mahasiswa asing untuk mengurus perpanjangan atau perubahan izin tinggal, tetapi juga bagi mahasiswa Indonesia yang akan belajar atau melakukan kegiatan akademik di luar negeri.

Fasilitas layanan ini dirancang sebagai one-stop service dan diharapkan menjadi model pelayanan publik yang menginspirasi daerah lain di Indonesia, menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung pelayanan publik yang inklusif dan progresif. Perjanjian Kerja Sama antara UNDIP dan Kantor Imigrasi Kelas I TPI Semarang untuk penyediaan layanan terpadu ini sendiri telah ditandatangani pada 7 Juli 2025.