:strip_icc()/kly-media-production/medias/5473082/original/050719600_1768386382-Ilustrasi_Ucapan_Isra_Miraj_Bahasa_Indonesia_dan_Inggris.jpg)
Umat Muslim di seluruh dunia, termasuk Indonesia, bersiap memperingati peristiwa Isra Miraj Nabi Muhammad SAW pada Jumat, 16 Januari 2026, yang jatuh pada 27 Rajab 1447 Hijriah. Peringatan ini semakin ditandai dengan masifnya penyebaran ucapan dan pesan bermakna secara digital, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Inggris, yang berfungsi sebagai pengingat akan pentingnya perjalanan spiritual dan peneguhan keimanan. Pemerintah Indonesia telah menetapkan tanggal 16 Januari 2026 sebagai hari libur nasional, memungkinkan umat Islam untuk merayakan dan merefleksikan peristiwa agung ini.
Peristiwa Isra Miraj merupakan salah satu mukjizat terbesar dalam sejarah Islam, yang secara luas diyakini terjadi pada "Tahun Kesedihan" ('Aamul Huzn), sekitar tahun 621 Masehi. Saat itu, Nabi Muhammad SAW menghadapi kehilangan besar dengan wafatnya sang istri tercinta, Khadijah, dan pamannya, Abu Thalib, di tengah tekanan berat dari kaum Quraisy di Mekah. Dalam keadaan duka mendalam, Allah SWT menganugerahkan perjalanan spiritual yang melampaui batas ruang dan waktu sebagai bentuk penghiburan dan penguatan. Isra mengacu pada perjalanan malam Nabi dari Masjidil Haram di Mekah ke Masjidil Aqsa di Yerusalem. Sementara Miraj adalah perjalanan Nabi dari Masjidil Aqsa menembus tujuh lapis langit hingga Sidratul Muntaha, di mana beliau menerima perintah langsung dari Allah SWT mengenai shalat lima waktu. Peristiwa ini menjadi pilar fundamental yang menguatkan kebenaran agama Islam dan menunjukkan kekuasaan mutlak Allah SWT.
Dalam konteks modern, peringatan Isra Miraj tidak lagi terbatas pada ceramah di masjid atau pengajian tradisional. Era digital telah mengubah cara umat Muslim berinteraksi dengan momen keagamaan ini, dengan munculnya berbagai platform yang memfasilitasi pertukaran "ucapan" atau "quotes" Isra Miraj. Situs web, media sosial, dan aplikasi pesan instan menjadi saluran utama untuk berbagi pesan-pesan inspiratif ini. Ucapan-ucapan ini umumnya berfokus pada penguatan nilai-nilai inti Islam, seperti pentingnya shalat sebagai jembatan langsung hamba dengan Tuhannya, kesabaran dalam menghadapi ujian hidup, keikhlasan, serta keteladanan akhlak Nabi Muhammad SAW.
Fenomena ini menunjukkan adaptasi praktik keagamaan dalam lanskap digital, di mana pesan-pesan keimanan disarikan menjadi kalimat ringkas dan mudah dibagikan. Misalnya, banyak ucapan menyoroti bahwa "Salat adalah oleh-oleh langit, tanda cinta Allah agar hamba-Nya selalu punya jalan pulang" atau "Isra Miraj mengajarkan bahwa setelah kesedihan terdalam, Allah menyiapkan kemuliaan yang tak terbayangkan". Penggunaan bahasa yang netral dan universal, baik dalam Bahasa Indonesia maupun Inggris, memungkinkan pesan-pesan ini menjangkau audiens yang lebih luas dan memperkuat ikatan komunitas Muslim. Meskipun tidak ada statistik spesifik mengenai jumlah ucapan yang dibagikan untuk Isra Miraj, tren penggunaan media sosial untuk berbagi konten keagamaan selama hari raya Islam lainnya menunjukkan peningkatan signifikan. Misalnya, ada peningkatan pencarian terkait keagamaan di Indonesia selama bulan Ramadan. Hal ini mencerminkan peran teknologi dalam memfasilitasi akses materi keagamaan dan menjaga koneksi antarumat.
M. Quraish Shihab, dalam tafsirnya, kerap menjelaskan bahwa penyebutan Nabi Muhammad SAW sebagai 'abd (hamba) dalam peristiwa Isra Miraj adalah penghormatan tertinggi, yang menggarisbawahi keteguhan jiwa dan ketaatan mutlak di tengah cobaan. Spirit ini tercermin dalam ucapan-ucapan yang beredar, yang mendorong umat untuk merefleksikan kualitas ibadah shalat dan mempertebal iman. Implikasi jangka panjang dari tren ini adalah demokratisasi penyebaran pesan keagamaan. Setiap individu dapat menjadi agen penyampai pesan, namun juga menimbulkan tantangan dalam menjaga otentisitas dan kedalaman makna. Di satu sisi, ini mendekatkan ajaran Islam kepada generasi muda yang akrab dengan digital, tetapi di sisi lain, risiko simplifikasi ajaran menjadi sekadar "quotes" tanpa pemahaman mendalam juga perlu diwaspadai. Dengan terus berkembangnya interaksi digital, perayaan hari besar Islam seperti Isra Miraj akan terus beradaptasi, mengintegrasikan teknologi sebagai bagian tak terpisahkan dari praktik keagamaan kontemporer.