
Universitas Negeri Semarang (Unnes) telah menetapkan daya tampung Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026 sebanyak 2.736 mahasiswa, meningkat dari tahun sebelumnya, di tengah lonjakan jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 100.000 orang pada tahun 2025. Angka ini mencakup sekitar 22 persen dari total 12.470 kuota mahasiswa baru Unnes untuk tahun akademik 2026/2027. Kebijakan peningkatan kuota ini menandai upaya kampus konservasi tersebut dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi calon mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.
Kuota SNBP 2026 Unnes bervariasi secara signifikan di setiap program studi (prodi). Beberapa prodi seperti D3 Desain Komunikasi Visual dan D3 Statistika Terapan dan Komputasi, serta S1 Kedokteran dan S1 Kedokteran Hewan, hanya menyediakan 8 hingga 10 kursi. Di sisi lain, prodi Ilmu Hukum membuka daya tampung terbesar dengan 191 kursi, diikuti oleh Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dengan 121 kursi, dan Manajemen dengan 102 kursi untuk jalur SNBP 2026. Program studi lain seperti Akuntansi menawarkan 90 kursi, Psikologi 49 kursi, dan Kesehatan Masyarakat 60 kursi. Variasi daya tampung ini mengindikasikan tingkat persaingan yang tidak merata antarprodi, yang akan menjadi pertimbangan krusial bagi calon pendaftar.
Rahmat Petuguran, Kepala Humas Unnes, menjelaskan bahwa peningkatan total kuota mahasiswa baru menjadi 12.470 merupakan respons terhadap tingginya animo pendaftar. “Kami ingin memberikan akses lebih besar kepada anggota masyarakat yang ingin menikmati pendidikan di Unnes,” kata Rahmat Petuguran. Penerimaan mahasiswa baru Unnes pada tahun 2026 akan dilakukan melalui tiga jalur utama: SNBP dengan 2.736 mahasiswa (22%), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) dengan 3.818 mahasiswa (31%), dan Seleksi Mandiri dengan 5.916 mahasiswa (47%).
Secara nasional, SNBP 2026 memperkenalkan ketentuan baru yang mensyaratkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemdikdasmen sebagai salah satu syarat bagi siswa eligible. Proses seleksi SNBP akan mempertimbangkan nilai rapor seluruh mata pelajaran dengan bobot minimal 50 persen, serta nilai rapor mata pelajaran pendukung program studi, portofolio, dan/atau prestasi dengan bobot hingga 50 persen. Jadwal pendaftaran SNBP 2026 dimulai pada 3 Februari dan berakhir pada 18 Februari 2026, dengan pengumuman hasil pada 31 Maret 2026.
Tingginya minat terhadap Unnes, yang sempat menjadi PTN favorit ke-6 secara nasional pada SNBP tahun 2024, mencerminkan reputasi kampus sebagai lembaga pendidikan yang konsisten menjaga mutu. Program-program studi seperti Manajemen, Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Ilmu Hukum, Akuntansi, Kesehatan Masyarakat, Teknik Informatika, Psikologi, Farmasi, dan Gizi secara konsisten menjadi prodi dengan peminat tertinggi dalam SNBP tahun-tahun sebelumnya. Persaingan yang ketat di prodi-prodi populer tersebut menuntut calon mahasiswa untuk tidak hanya memiliki nilai akademik unggul, tetapi juga strategi pemilihan prodi yang cermat, termasuk mempertimbangkan keketatan dan daya tampung.
Implikasi dari daya tampung yang terbatas di beberapa prodi favorit, meskipun total kuota meningkat, adalah berlanjutnya persaingan ketat bagi calon mahasiswa. Siswa harus memanfaatkan periode pendaftaran akun SNPMB Sekolah (5-26 Januari 2026) dan Siswa (12 Januari-18 Februari 2026) untuk memastikan kelengkapan data. Keputusan Unnes untuk meningkatkan kuota keseluruhan memang memberikan kesempatan lebih luas, namun distribusi kursi yang tidak merata menyoroti pentingnya diversifikasi pilihan prodi dan pemahaman mendalam tentang kriteria seleksi yang diterapkan, termasuk peran TKA yang baru, untuk memaksimalkan peluang masuk.