Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Cek Kuota SNBP Sekolah 2026 Anda: Jendela Sanggah Tutup Pukul 15.00 Hari Ini!

2026-01-16 | 03:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T20:06:36Z
Ruang Iklan

Cek Kuota SNBP Sekolah 2026 Anda: Jendela Sanggah Tutup Pukul 15.00 Hari Ini!

Batas waktu untuk mengajukan sanggahan terhadap kuota Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 akan ditutup hari ini, Kamis, 15 Januari 2026, pukul 15.00 WIB, menandai finalisasi data krusial yang menentukan peluang ribuan siswa menuju perguruan tinggi negeri. Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) telah mengumumkan kuota sekolah sejak 29 Desember 2025, dan periode sanggah ini menjadi kesempatan terakhir bagi sekolah untuk memastikan akurasi data yang akan menjadi dasar penentuan siswa eligible.

SNBP, sebagai jalur penerimaan mahasiswa baru yang mengandalkan prestasi akademik, sangat bergantung pada kuota yang dialokasikan untuk setiap sekolah. Kuota ini bervariasi berdasarkan akreditasi sekolah, dengan sekolah berakreditasi A mendapatkan 40 persen siswa terbaiknya, akreditasi B 25 persen, dan akreditasi C 5 persen dari jumlah siswa terbaik di sekolah tersebut. Oleh karena itu, kesalahan dalam data akreditasi, jumlah siswa, atau jurusan dapat secara langsung memengaruhi jumlah siswa yang berhak mendaftar.

Sekolah dapat memeriksa kuota mereka melalui portal resmi SNPMB di https://snpmb.id. Setelah mengakses laman tersebut, pihak sekolah atau siswa dapat memilih menu "SNBP", kemudian "Kuota Sekolah" atau "Kuota Sekolah 2026", lalu mencari data sekolah berdasarkan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) atau lokasi (provinsi dan kabupaten/kota). Informasi yang ditampilkan mencakup NPSN, nama sekolah/madrasah, akreditasi, persentase kuota, jumlah siswa, dan kuota siswa yang eligible.

Proses sanggah ini menjadi vital karena data yang tercatat di sistem SNPMB setelah pukul 15.00 WIB hari ini akan dikunci dan dianggap final. Panitia SNPMB telah berulang kali mengingatkan sekolah untuk memanfaatkan periode ini secara optimal. Jika ditemukan ketidaksesuaian data jumlah siswa atau jurusan, sekolah harus melakukan pembaruan melalui sistem data resmi seperti Dapodik untuk SMA/SMK atau EMIS untuk Madrasah Aliyah. Sementara itu, untuk masalah akreditasi, sanggahan harus diajukan melalui Badan Akreditasi Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (BAN-PDM). Setelah perbaikan, penting bagi sekolah untuk memastikan data tersebut tersinkronisasi dengan portal SNPMB.

Penutupan masa sanggah ini akan diikuti oleh tahapan penting lainnya dalam jadwal SNBP 2026. Registrasi akun SNPMB untuk sekolah telah berlangsung sejak 5 Januari dan akan berakhir pada 26 Januari 2026. Pengisian Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS) oleh sekolah juga dimulai pada 5 Januari dan akan berakhir 2 Februari 2026. Selanjutnya, registrasi akun SNPMB bagi siswa dijadwalkan mulai 12 Januari hingga 18 Februari 2026. Pendaftaran SNBP sendiri akan dibuka pada 3 Februari dan ditutup pada 18 Februari 2026, dengan pengumuman hasil pada 31 Maret 2026.

Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Eduart Wolok, sebelumnya menegaskan bahwa kuota SNBP 2026 tidak mengalami perubahan signifikan dari tahun sebelumnya, baik untuk jalur SNBP maupun SNBT, dengan alasan keterbatasan infrastruktur dan ketersediaan sarana prasarana di masing-masing PTN. Oleh karena itu, akurasi data kuota sekolah menjadi fondasi awal yang krusial bagi aspirasi siswa berprestasi. Prof. Dr.rer.nat. Ir. Heru Susanto, S.T., M.M., M.T., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Diponegoro, juga mengimbau calon pendaftar dan sekolah untuk selalu merujuk pada informasi resmi melalui laman http://pmb.undip.ac.id dan https://snpmb.id untuk menghindari informasi tidak valid.

Pada SNBP 2025, tercatat 776.515 peserta melakukan finalisasi pendaftaran, menjadikannya angka pendaftar tertinggi dalam sejarah, dengan daya tampung total 181.425 kursi. Ini mengindikasikan bahwa sekitar 595.090 peserta tidak berhasil lolos seleksi. Tingginya angka persaingan ini menggarisbawahi urgensi bagi setiap sekolah untuk memastikan data kuota mereka benar dan sesuai, agar tidak ada siswa eligible yang kehilangan kesempatan hanya karena kesalahan administratif yang dapat dicegah pada masa sanggah. Setelah hari ini, peluang untuk perbaikan data tersebut tertutup rapat.