Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Dominasi Inovasi Thailand, Siswa LabSchool Cibubur Sabet 14 Penghargaan Internasional

2026-01-15 | 02:42 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-14T19:42:14Z
Ruang Iklan

Dominasi Inovasi Thailand, Siswa LabSchool Cibubur Sabet 14 Penghargaan Internasional

Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) Labschool Cibubur berhasil meraih total empat belas penghargaan pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok, Thailand, yang berlangsung dari 5 hingga 9 Januari 2026. Capaian ini menandai pengakuan internasional atas kapasitas inovasi pelajar Indonesia di tengah fokus pemerintah pada penguatan pendidikan sains, teknologi, rekayasa, dan matematika (STEM) sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul.

Delegasi SMA Labschool Cibubur membawa pulang satu medali emas, empat medali perak, satu medali perunggu, tiga penghargaan presentasi dari National Research Council of Thailand (NRCT), serta lima penghargaan khusus dari institusi internasional asal Malaysia, Filipina, dan Rusia. Inovasi "Volcalert", sebuah alat pendeteksi erupsi gunung api karya tim yang beranggotakan Amira, Naryama, Daffa, Jeenan, Tyas, dan Amina, menjadi proyek peraih medali emas. Sementara itu, empat medali perak diraih melalui inovasi "Atroofsphere" oleh Keisha dkk, "Duree" oleh Aisyah dkk, "Palmora Biogrease" oleh Wira dkk, dan "Snap-Coffee" oleh Sabrina dkk. Karya "Bite-Block", semprotan anti nyamuk berbahan alami, yang dikembangkan oleh Almahyra Sheza Nugraha dkk, meraih medali perunggu serta dua penghargaan tambahan: penghargaan presentasi dari NRCT dan penghargaan khusus dari Stella Maris Ampang, Malaysia.

Kepala SMA Labschool Cibubur, Ali Chudori, menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil dari proses pembelajaran yang menekankan riset, inovasi, dan kolaborasi. Ia menambahkan bahwa sekolah bangga melihat siswa mampu menghadirkan solusi kreatif yang relevan dengan tantangan global dan menampilkannya secara percaya diri di forum internasional. Konsistensi sekolah dalam mengembangkan pembelajaran berbasis riset dan kolaborasi lintas disiplin tercermin dari capaian tersebut, menempatkan siswa sebagai bagian dari dialog global dalam menjawab tantangan masa depan.

Keberhasilan ini bukan capaian instan. Selama sekitar empat bulan, para siswa menjalani pembinaan riset secara intensif di luar jam pelajaran dengan pendampingan guru-guru profesional, termasuk Ageung Rayi Pamungkas yang tersertifikasi STEM oleh Direktorat Dikdasmen dan Monash University, Vinati Qurroti Ayuninaa dari tim akademik sekolah, serta guru bidang STEM Slamet Maulana, Heroniaty, dan Mia Tanti Annisa. Pendekatan ini merupakan bagian dari budaya riset yang kuat di SMA Labschool Cibubur, yang menanamkan nilai ketekunan, integritas akademik, dan inovasi sebagai kunci meraih prestasi global.

IPITEx 2026, yang diselenggarakan oleh NRCT, adalah ajang tahunan yang mempertemukan inovator dari berbagai negara dengan latar belakang riset terapan. Partisipasi aktif pelajar Indonesia dalam kompetisi inovasi global seperti ini memiliki implikasi jangka panjang terhadap ekosistem pendidikan di Tanah Air. Selain mengasah kemampuan riset dan presentasi ilmiah, keikutsertaan dalam forum internasional mendorong siswa membangun jejaring dengan peserta dan institusi luar negeri, sebuah pengalaman krusial dalam memperkuat peran generasi muda Indonesia di panggung global. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan STEM untuk menghasilkan sumber daya manusia yang kompetitif secara global, siap menghadapi tantangan dan menciptakan solusi inovatif bagi permasalahan dunia.