Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Fokus Baru LPDP: 80% Beasiswa Kini Prioritaskan Jurusan STEM

2026-01-15 | 18:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T11:35:35Z
Ruang Iklan

Fokus Baru LPDP: 80% Beasiswa Kini Prioritaskan Jurusan STEM

Pemerintah Indonesia, melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), mulai tahun 2026 akan mengalihkan mayoritas alokasi beasiswa ke bidang Sains, Teknologi, Teknik, dan Matematika (STEM), dengan target mencapai lebih dari 80 persen dari total kuota. Kebijakan ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sebagaimana disampaikan oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di Istana Kepresidenan, Kamis (15/1/2026), menegaskan komitmen pemerintah untuk mengejar ketertinggalan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi demi mendukung target Indonesia Emas 2045.

Pergeseran fokus ini menandai transformasi signifikan dalam strategi pengembangan sumber daya manusia nasional. Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menjelaskan bahwa reformulasi skema beasiswa LPDP akan mengacu pada Resource Orchestration Theory (ROT) dengan lima pilar utama, termasuk menyesuaikan bidang studi dengan delapan industri prioritas nasional, yaitu pangan, energi, maritim, kesehatan, digitalisasi, pertahanan, hilirisasi, dan manufaktur maju. Direktur Utama LPDP Sudarto menegaskan kesiapan institusinya untuk memperkuat proses seleksi dan pemantauan guna memastikan dampak keberlanjutan beasiswa ini.

Sebelumnya, data dari Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) pada tahun 2023 menunjukkan bahwa hanya 18,47 persen lulusan di Indonesia berasal dari bidang STEM, angka yang dianggap timpang dibandingkan dengan bidang non-STEM yang mencapai 80 persen. Rendahnya proporsi lulusan STEM ini dikhawatirkan menghambat produktivitas nasional dan daya saing teknologi. Plt. Direktur Utama LPDP Sudarto pada September 2025 menyebutkan bahwa penerima beasiswa LPDP bidang STEM mencapai 67%, mengindikasikan peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya namun masih jauh dari target 80%. Arahan Presiden Prabowo ini bertujuan untuk memperkuat riset, mendukung industrialisasi, dan menyelaraskan kebijakan pendidikan tinggi dengan visi Asta Cita Presiden.

Meskipun demikian, peluang untuk bidang non-STEM tetap ada, namun akan didorong untuk memiliki keterkaitan yang kuat dengan bidang STEM atau sektor-sektor strategis. Sudarto menjelaskan bahwa lulusan non-STEM, seperti di bidang bisnis atau hukum, dapat difokuskan pada sektor yang terkait dengan pertambangan atau keuangan, sehingga menciptakan ekosistem kolaboratif lintas disiplin. Menko PMK Pratikno juga menekankan bahwa transformasi LPDP akan memperkuat talenta nasional tidak hanya di bidang STEM, tetapi juga mencakup guru bimbingan konseling, guru bahasa Inggris, kader ulama, pemuka agama, aparatur pemerintah, dan anak berbakat istimewa.

Beasiswa LPDP 2026 akan dialokasikan untuk riset fundamental dan riset terapan yang mendukung pembangunan nasional, dengan sisanya mendorong percepatan industrialisasi. LPDP juga akan menyeleksi kampus tujuan, mengutamakan universitas kelas dunia (peringkat 100 besar) untuk luar negeri dan universitas unggulan dengan rekam jejak riset kuat untuk dalam negeri. Skema joint degree dan double degree dengan perguruan tinggi luar negeri bereputasi juga akan diperluas. Kebijakan ini diharapkan menghasilkan inovator, peneliti, insinyur, dan profesional yang siap menghadapi tantangan global, serta memastikan kontribusi alumni terhadap sektor-sektor strategis nasional dapat dilacak dan dikoordinasikan.