
Ribuan calon peserta Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 menghadapi hambatan krusial dalam upaya mendaftar ke perguruan tinggi negeri (PTN), dengan laporan meluas mengenai tidak diterimanya email aktivasi akun. Situasi ini, yang telah menjadi kendala berulang dalam siklus pendaftaran daring nasional, mengancam partisipasi siswa dalam jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026, yang masa registrasi akun siswanya dibuka sejak 12 Januari 2026 dan akan berakhir pada 18 Februari 2026 untuk SNBP serta 7 April 2026 untuk SNBT. Tanpa aktivasi, akun tidak dapat digunakan untuk melanjutkan proses verifikasi dan validasi data, sebuah langkah fundamental menuju pendaftaran final.
Permasalahan email aktivasi yang tak kunjung muncul ini seringkali bersumber dari beberapa faktor teknis dan kesalahan pengguna. Salah satu penyebab paling umum adalah kesalahan penulisan alamat email saat proses registrasi awal. Selain itu, sistem keamanan penyedia layanan email, seperti Gmail yang direkomendasikan, kerap menyaring email aktivasi otomatis ke folder seperti spam, junk, promosi, atau sosial, sehingga tidak langsung terlihat di kotak masuk utama pengguna. Peningkatan drastis lalu lintas akses ke sistem SNPMB pada masa awal pembukaan registrasi juga dapat menyebabkan keterlambatan pengiriman atau kendala teknis lainnya pada server, meskipun Panitia SNPMB pada tahun sebelumnya menyatakan bahwa sistem mereka "oke" jika siswa dapat melakukan finalisasi nilai.
Panitia SNPMB telah menyediakan serangkaian solusi bagi siswa yang mengalami kendala ini. Langkah pertama yang disarankan adalah memeriksa seluruh folder email, termasuk kotak masuk, spam, junk, promosi, atau sosial, untuk memastikan email aktivasi tidak terlewat. Apabila email yang dimasukkan sudah benar tetapi email aktivasi belum diterima, siswa dianjurkan untuk menunggu minimal 15 menit, kemudian mencoba melakukan pendaftaran ulang menggunakan alamat email yang sama. Sistem akan mengirimkan email aktivasi yang baru. Jika kesalahan terletak pada penulisan alamat email saat registrasi awal, siswa dapat mengulang proses pendaftaran setelah 15 menit menggunakan alamat email yang benar untuk memperoleh tautan aktivasi baru. Dalam beberapa kasus, akun peserta bahkan mungkin sudah aktif secara otomatis di sistem meskipun email aktivasi tidak diterima, sehingga disarankan untuk mencoba langsung login ke portal SNPMB.
Guna memastikan setiap calon peserta mendapatkan bantuan yang dibutuhkan, Panitia SNPMB juga mengoperasikan pusat panggilan di nomor 0804-1-450-450, dengan jam layanan dari pukul 08.00 hingga 18.00 WIB, serta layanan helpdesk daring melalui halo.snpmb.id. Penting bagi siswa untuk segera mengatasi kendala aktivasi ini, mengingat tidak akan ada perpanjangan masa registrasi akun SNPMB 2026.
Kendala teknis seperti email aktivasi yang bermasalah memiliki implikasi signifikan terhadap pemerataan akses pendidikan tinggi. Pada SNBP 2025, misalnya, dari 930.844 siswa yang melakukan finalisasi nilai, sebanyak 154.329 siswa tidak melanjutkan pendaftaran, menunjukkan bahwa hambatan pada tahap awal, baik teknis maupun non-teknis, dapat menghalangi ribuan siswa berpotensi. Peningkatan jumlah pendaftar SNBP 2025 yang mencapai 776.515 siswa, naik 10,6% dari 702.312 pada 2024, menegaskan beban sistem yang semakin tinggi dan kebutuhan akan infrastruktur yang lebih tangguh. Untuk SNBP 2026, kebijakan baru mensyaratkan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai prasyarat bagi semua peserta, menjadikan proses registrasi akun yang lancar semakin krusial agar siswa dapat memenuhi seluruh persyaratan seleksi. Oleh karena itu, Panitia SNPMB terus menekankan pentingnya registrasi akun lebih awal dan memastikan seluruh data terisi dengan benar untuk menghindari kendala di kemudian hari.