
Ribuan siswa di berbagai jenjang pendidikan di Indonesia bersiap memulai kembali aktivitas belajar mengajar pekan depan, dengan mayoritas dijadwalkan masuk sekolah pada Senin, 5 Januari 2026, setelah masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) berakhir. Namun, jadwal masuk ini tidak seragam secara nasional, dengan beberapa provinsi menetapkan tanggal yang berbeda berdasarkan kalender pendidikan daerah masing-masing.
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 14 Tahun 2025 telah menegaskan bahwa penetapan tanggal libur akhir semester ganjil Tahun Ajaran 2025/2026 tetap mengacu pada keputusan Pemerintah Daerah di masing-masing provinsi. Ini menghasilkan variasi jadwal masuk yang signifikan di seluruh kepulauan. Misalnya, Daerah Istimewa Yogyakarta, Maluku, serta sebagian wilayah Sulawesi (Barat, Tengah, Tenggara) dan Papua Barat memulai kegiatan belajar lebih awal, yakni pada Jumat, 2 Januari 2026. Sementara itu, Provinsi Sulawesi Utara dan Papua Pegunungan akan memulai pada Rabu, 7 Januari 2026. Provinsi Jawa Barat menjadi pengecualian dengan jadwal masuk paling akhir, yakni pada Senin, 12 Januari 2026, menyusul masa libur yang lebih panjang.
Perbedaan jadwal ini mencerminkan otonomi daerah dalam menyusun kalender pendidikan, yang mempertimbangkan kondisi wilayah, kebutuhan pembelajaran, serta penyesuaian terhadap hari libur nasional dan lokal. Meskipun demikian, konsensus utama untuk hari pertama masuk semester genap adalah 5 Januari 2026, berlaku di sebagian besar wilayah Sumatera, DKI Jakarta, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan sebagian besar Sulawesi serta Papua.
Kembalinya siswa ke sekolah ini menandai dimulainya semester genap tahun ajaran 2025/2026, yang krusial bagi siswa tingkat akhir, termasuk kelas 6 SD, 9 SMP, dan 12 SMA, karena mereka akan menghadapi ujian kelulusan. Namun, tantangan yang kerap muncul pasca libur panjang adalah fenomena "syndrom liburan" atau penurunan motivasi belajar. Nido Dipo Wardana, pakar Gangguan Mental dari Fakultas Psikologi Universitas Airlangga, pada kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa sebagian besar mahasiswa belum siap kembali kuliah di minggu pertama, sehingga materi ringan sering diberikan sebagai pemanasan. Holy Ichda Wahyuni, Dosen Pendidikan Guru Sekolah Dasar UM Surabaya, menyarankan orang tua dan guru untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, memulai pembelajaran dengan permainan menyenangkan, mengatur durasi belajar, dan mengajak siswa bercerita pengalaman liburan sebagai upaya membangkitkan kembali semangat belajar. Pentingnya menjaga pola belajar selama liburan juga ditekankan untuk mencegah penurunan kemampuan akademik dan stres saat kembali ke rutinitas sekolah.
Di tengah persiapan masuk sekolah, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno mengungkapkan bahwa sekitar 3.700 sekolah terdampak bencana di beberapa daerah, dengan 3.100 di antaranya mengalami kerusakan parah. Meskipun demikian, pemerintah berupaya memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan sesuai jadwal. Proses pembersihan dan penanganan fasilitas ditargetkan rampung pada 4 Januari 2026, sehingga siswa dapat belajar pada 5 Januari. Untuk sementara, sebanyak 54 sekolah akan melaksanakan kegiatan belajar mengajar di tenda darurat. Penyesuaian jadwal masuk di daerah terdampak bencana ini juga menjadi bagian dari kebijakan lokal.