:strip_icc()/kly-media-production/medias/5474619/original/053868000_1768496288-WhatsApp_Image_2026-01-15_at_21.23.06.jpeg)
Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat, berkolaborasi dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bazis Jakarta Pusat, meresmikan program bedah rumah bagi enam keluarga korban kebakaran di Kelurahan Bungur, Kecamatan Senen. Penyerahan kunci rumah layak huni ini dilaksanakan pada 15 dan 16 Januari 2026, sebagai upaya pemulihan pascabencana kebakaran yang melanda pemukiman padat penduduk tersebut pada April 2025 lalu.
Kebakaran yang terjadi pada 25 April 2025 di RT 16 RW 01, Kelurahan Bungur, menghanguskan delapan unit rumah dan menyebabkan 11 kepala keluarga atau total 44 jiwa kehilangan tempat tinggal. Peristiwa tragis ini menambah daftar panjang insiden kebakaran di wilayah Jakarta, khususnya di area padat penduduk, yang seringkali dipicu oleh korsleting listrik dan diperparah oleh akses jalan yang sempit bagi petugas pemadam kebakaran. Data menunjukkan, insiden serupa telah berulang kali terjadi di Bungur dan sekitarnya, dengan beberapa di antaranya bahkan menelan korban jiwa, menyoroti kerentanan masyarakat urban terhadap bencana ini.
Wali Kota Jakarta Pusat, Arifin, dalam sambutannya menekankan bahwa program bedah rumah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap warganya yang tertimpa musibah. "Ini adalah ikhtiar bersama agar warga bisa kembali tinggal di rumah yang layak dan aman," ujar Arifin. Dia menambahkan bahwa proses identifikasi dan renovasi enam rumah tersebut berhasil diselesaikan dalam kurun waktu sekitar satu bulan, dengan pendanaan utama bersumber dari alokasi anggaran Baznas (Bazis) Jakarta tahun 2025, serta dukungan dari program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Kendati demikian, Wali Kota juga mengakui bahwa tidak semua korban kebakaran dapat dibantu melalui program tersebut karena adanya ketentuan dan aturan yang harus dipenuhi, termasuk kejelasan status kepemilikan rumah.
Kolaborasi antara pemerintah daerah dan lembaga zakat seperti Baznas menggarisbawahi peran penting filantropi Islam dalam penanggulangan bencana dan pembangunan sosial. Baznas, sebagai lembaga yang mengelola dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) umat, memiliki mandat untuk mendistribusikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk dalam kondisi darurat bencana. Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Saidah Sakwan, sebelumnya menegaskan bahwa Baznas berpedoman pada Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang memperbolehkan dana ZIS digunakan untuk penanggulangan bencana tanpa memandang latar belakang penerima, menunjukkan prinsip inklusivitas zakat dalam konteks kemanusiaan.
Program bedah rumah ini bukan hanya sekadar membangun kembali fisik bangunan, tetapi juga membangun kembali harapan dan stabilitas bagi keluarga yang terdampak. Salah satu penerima manfaat, Yuyun Ria Ningsih (42), mengungkapkan rasa syukurnya. "Alhamdulillah, akhirnya kami bisa menempati rumah ini kembali setelah kebakaran," tuturnya, berharap rumah ini dapat menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi keluarganya.
Di luar keberhasilan program ini, tantangan jangka panjang tetap membayangi. Permukiman padat penduduk di Jakarta Pusat, dan kota-kota besar lainnya, masih sangat rentan terhadap bencana kebakaran. Wali Kota Arifin telah berpesan kepada warga penerima bantuan untuk lebih memperhatikan faktor keselamatan, khususnya terkait potensi kebakaran, dan menyarankan peningkatan pengadaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) di lingkungan rawan kebakaran sebagai upaya mitigasi. Implikasi dari program ini mendorong evaluasi lebih lanjut terhadap kebijakan perkotaan dalam menghadapi bencana, perlunya peningkatan kesadaran dan kapasitas masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, serta penguatan sinergi berkelanjutan antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan sektor swasta untuk menciptakan hunian yang lebih aman dan layak bagi seluruh warga. Baznas sendiri terus memperkuat program kebencanaan melalui langkah penyelamatan, bantuan, pemulihan, rekonstruksi, edukasi risiko bencana, serta rekrutmen dan pelatihan relawan.