Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Laznas Darunnajah Salurkan 9 Ton Bantuan & Ribuan Alquran Gelombang Ketiga bagi Korban Bencana Sumatra

2026-01-03 | 05:16 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-02T22:16:00Z
Ruang Iklan

Laznas Darunnajah Salurkan 9 Ton Bantuan & Ribuan Alquran Gelombang Ketiga bagi Korban Bencana Sumatra

Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) Darunnajah, berkolaborasi dengan Amidas Gontor serta dukungan luas dari santri, guru, alumni, dan masyarakat, telah memberangkatkan lebih dari sembilan ton bantuan kemanusiaan tahap ketiga bagi korban bencana banjir dan tanah longsor di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh pada Kamis, 25 Desember 2025. Pengiriman bantuan ini, yang juga mencakup ribuan Al-Qur'an, menandai upaya berkelanjutan institusi keagamaan dalam merespons krisis kemanusiaan yang diakibatkan oleh bencana hidrometeorologi parah di akhir tahun 2025.

Bantuan senilai sekitar Rp700 juta ini terdiri dari perlengkapan salat, pakaian layak pakai, sembako, perlengkapan tidur, air mineral, dan bantuan tunai, yang seluruhnya dihimpun melalui gerakan solidaritas di Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta. K.H. Hadiyanto Arief, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, menyatakan bahwa aksi ini merupakan "wujud kepedulian kepada saudara-saudara kita di Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Aceh." Penyaluran air mineral, sebanyak 250 karton, secara spesifik disumbangkan oleh Amidas Gontor, unit usaha Pondok Modern Darussalam Gontor. Direktur Amidas Gontor, M. Hanif Hafidz, menekankan bahwa air bersih adalah "kebutuhan mendasar dalam situasi darurat," berharap dapat meringankan beban para korban.

Bencana yang memicu gelombang bantuan ini adalah serangkaian banjir bandang, luapan sungai, dan tanah longsor yang melanda wilayah utara dan tengah Pulau Sumatera antara 25 hingga 30 November 2025. Dipicu oleh curah hujan ekstrem akibat Siklon Senyar dan diperparah oleh degradasi ekologis akibat deforestasi, bencana ini telah menyebabkan dampak yang masif. Menurut data resmi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 1 Januari 2026, tercatat sedikitnya 1.157 orang meninggal dunia, 165 orang hilang, dan lebih dari 7.000 orang terluka. Lebih dari 3,3 juta jiwa terdampak langsung, dengan sekitar satu juta orang terpaksa mengungsi di 50 kabupaten/kota di tiga provinsi tersebut. Kerugian material mencakup kerusakan pada 166.925 unit rumah, 3.188 fasilitas pendidikan, 803 rumah ibadah, 34 jembatan, dan 81 ruas jalan, dengan estimasi kerugian harta benda mencapai Rp68,6 triliun.

Pengiriman bantuan tahap ketiga oleh Laznas Darunnajah ini menunjukkan komitmen terhadap penanganan bencana yang tidak hanya berfokus pada fase darurat, tetapi juga pada pemulihan jangka menengah. Sebagai lembaga amil zakat nasional, Laznas Darunnajah memanfaatkan jaringan dan mobilisasi komunitas keagamaan untuk menjangkau daerah-daerah terdampak, melengkapi upaya pemerintah dan lembaga lainnya. Peran lembaga zakat dalam penanggulangan bencana di Indonesia seringkali menyoroti kapasitas mereka dalam mengumpulkan dan menyalurkan dana serta bantuan logistik secara efektif, bahkan ke wilayah sulit dijangkau. Pengiriman Al-Qur'an secara khusus mencerminkan dimensi spiritual dari bantuan kemanusiaan Islam, bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan penguatan iman di tengah kesulitan.

Meskipun lebih dari 60 persen kabupaten/kota terdampak telah memasuki fase awal pemulihan, yang mencakup perbaikan infrastruktur jalan dan jembatan serta pembangunan hunian sementara, tantangan besar masih membayangi. Akses logistik yang sulit ke desa-desa terisolasi, perubahan topografi, dan skala kerusakan yang luas menuntut upaya kolaboratif yang berkelanjutan dari berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan. Bantuan yang disalurkan oleh Laznas Darunnajah ini merupakan bagian integral dari mosaik respons nasional yang kompleks, di mana solidaritas masyarakat dan peran aktif institusi keagamaan menjadi penopang vital dalam upaya pemulihan jangka panjang bagi jutaan warga Sumatera yang terdampak.