
Program Beasiswa Bundling Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) kembali membuka peluang bagi calon mahasiswa magister dan doktor untuk menempuh studi di perguruan tinggi kelas dunia dengan skema pendaftaran ganda yang bersifat gratis. Inisiatif ini memungkinkan pendaftar untuk secara simultan mengajukan diri pada program beasiswa prioritas kemitraan LPDP di luar negeri dan salah satu dari skema beasiswa non-prioritas, afirmasi, targeted, atau umum. Program ini dirancang untuk memperbesar peluang calon pemimpin dan profesional Indonesia meraih pendidikan tinggi berkualitas, selaras dengan kebutuhan pengembangan sumber daya manusia (SDM) nasional.
Skema Beasiswa Bundling LPDP secara fundamental berbeda dari program reguler. Pendaftar diwajibkan melakukan pendaftaran secara paralel, baik melalui situs resmi LPDP maupun langsung ke universitas tujuan yang menjadi mitra. Konsep ini memberikan kesempatan ganda kepada pelamar untuk lolos seleksi, baik ke program prioritas kemitraan atau ke program beasiswa LPDP lainnya yang dipilih. Untuk tahun 2026, terdapat sembilan jenis Beasiswa Bundling yang ditawarkan, mencakup jenjang Master dan Doktor di institusi global terkemuka. Jenis-jenis tersebut meliputi Beasiswa Bundling LPDP-NTU Program Doktor, Beasiswa Bundling LPDP-UNSW Doktor, Beasiswa Bundling LPDP-University of Dundee UK Program Doktor, Beasiswa Bundling LPDP-NUS Business School Program Master, Beasiswa Bundling LPDP-France Program Master, Beasiswa Bundling LPDP-NUS Master in Venture Creation (MSVC), Beasiswa Bundling LPDP-Tsinghua Master of Finance, dan Beasiswa Bundling LPDP-UST Korea Program Master Doktor. Proses pendaftaran untuk seluruh layanan LPDP tidak dipungut biaya.
Latar belakang program ini tak lepas dari komitmen LPDP untuk mencetak SDM unggul. LPDP, yang berada di bawah Kementerian Keuangan, mengelola Dana Abadi Pendidikan yang terus tumbuh. Dana abadi ini mencapai 154 triliun rupiah pada tahun 2025, meningkat tiga kali lipat dalam lima tahun terakhir, dengan imbal hasil investasinya menjadi sumber utama pendanaan beasiswa. Pada tahun 2023 saja, dana kelolaan sebesar Rp139,1 triliun menghasilkan imbal hasil Rp9,298 triliun, melampaui target yang ditetapkan. Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, pada Juli 2025, menekankan tiga kebijakan utama LPDP sebagai arah prioritas tahun tersebut: penguatan Beasiswa Afirmasi, peningkatan program studi STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), dan perluasan Beasiswa Co-Funding atau kemitraan. Fokus pada STEM ini didorong oleh rendahnya jumlah lulusan berkualitas di bidang tersebut di Indonesia, dengan target 65 persen penerima beasiswa diarahkan ke rumpun studi STEM.
Antusiasme terhadap beasiswa LPDP menunjukkan tren peningkatan signifikan. Jumlah pendaftar melonjak dari 15.466 pada tahun 2021 menjadi 52.842 pada tahun 2024, dan mencapai 78.596 pada tahun 2025, menjadi catatan pendaftar terbanyak dalam 12 tahun terakhir. Meski demikian, persaingan juga semakin ketat, dengan persentase penerimaan yang fluktuatif. Pada tahun 2021, hanya 22,4% dari 19.034 pendaftar yang diterima, dibandingkan 54,9% pada tahun 2020. Hal ini menunjukkan standar seleksi yang tinggi dan tantangan yang terus berkembang bagi para pendaftar.
Implikasi jangka panjang dari program Beasiswa Bundling dan beasiswa LPDP secara keseluruhan adalah penguatan kapasitas SDM nasional. Studi LPDP-UI menunjukkan bahwa setiap investasi Rp1 miliar menghasilkan dampak ekonomi sebesar Rp3,2 miliar. Alumni LPDP telah berkontribusi dalam berbagai sektor strategis, seperti pengembangan teknologi pengelolaan limbah di Jepang, pengembangan kebijakan pendidikan inklusif di Kementerian Pendidikan, dan peningkatan produktivitas pertanian di NTT. Namun, tantangan masih ada, termasuk kebutuhan untuk memperkuat sistem pelacakan alumni guna memastikan kontribusi mereka terstruktur dan terukur. Dengan program Beasiswa Bundling, LPDP berupaya memaksimalkan potensi individu untuk mengakses pendidikan kelas dunia, sekaligus menggaransi relevansi program studi dengan prioritas pembangunan Indonesia, menyiapkan generasi baru pemimpin dan inovator untuk kemajuan bangsa.