Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

NISN Lulusan SNPMB 2026: Cek Online, Solusi Pendaftaran

2026-01-16 | 06:40 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-15T23:40:20Z
Ruang Iklan

NISN Lulusan SNPMB 2026: Cek Online, Solusi Pendaftaran

Ribuan calon mahasiswa berstatus lulusan sekolah menengah atas yang berencana mengikuti Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 kini dihadapkan pada tahapan krusial, yakni memastikan validitas Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) mereka secara daring. Verifikasi NISN menjadi prasyarat mutlak dalam proses registrasi akun SNPMB yang dibuka sejak 12 Januari 2026, menimbulkan urgensi bagi para alumni untuk memahami prosedur dan solusi jika data mereka tidak ditemukan atau bermasalah.

Nomor Induk Siswa Nasional (NISN) adalah kode identitas unik berjumlah 10 digit yang diberikan kepada setiap peserta didik di Indonesia, berfungsi sebagai identitas tunggal dalam sistem pendidikan nasional. NISN sangat esensial sebagai basis data nasional untuk memantau perkembangan pendidikan, penyaluran beasiswa, dan menjadi syarat utama pendaftaran ke jenjang pendidikan berikutnya, termasuk seleksi perguruan tinggi seperti SNBP dan SNBT. Pengelolaan NISN secara nasional dilakukan oleh Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan (PDSPK) Kemendikbudristek melalui program Dapodik. Meskipun siswa telah lulus dari sekolah menengah atas, NISN mereka tetap dapat dilihat, namun dengan status "Tidak Aktif di Satuan Pendidikan". Status ini menandakan bahwa siswa tersebut tidak lagi terdaftar sebagai pelajar aktif di satuan pendidikan formal.

Untuk memeriksa NISN secara daring, siswa maupun alumni dapat mengakses laman resmi https://nisn.data.kemdikbud.go.id/. Pada portal tersebut, pengguna diminta untuk memilih opsi "Pencarian Berdasarkan Nama", kemudian mengisi data diri lengkap meliputi nama siswa, tempat lahir, tanggal lahir, dan nama ibu kandung sesuai dengan dokumen resmi seperti akta kelahiran atau kartu keluarga. Setelah mengisi kode verifikasi "I'm not a robot" dan mengeklik "Cari Data", sistem akan menampilkan NISN beserta informasi detail siswa jika data ditemukan.

Kendala "Data Tidak Ditemukan" atau NISN tidak valid seringkali dialami oleh peserta yang mengambil jeda setahun setelah lulus sekolah (gap year) atau alumni, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian data atau status NISN yang tidak aktif dalam sistem. Ketua Umum SNPMB, Eduart Wolok, dalam pengumuman SNPMB 2026, menekankan pentingnya validitas data untuk proses seleksi. Jika notifikasi "No record to display" muncul, kemungkinan besar terjadi kesalahan input atau data belum tersimpan dengan benar. Untuk mengatasi masalah ini, langkah pertama yang disarankan adalah memastikan kembali keaktifan data NISN di Dapodik melalui laman pengecekan NISN Kemendikbudristek.

Bagi alumni atau peserta gap year yang mengalami ketidaksesuaian data, proses verifikasi dan validasi data alumni (Verval Lulusan) melalui laman https://pd.data.kemdikbud.go.id/verval-lulusan/ menjadi kunci. Di portal ini, siswa akan diminta mengisi data identitas secara lengkap, termasuk NISN, Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP/KK, nama, tempat lahir, tanggal lahir, dan nama ibu kandung, serta email pribadi yang aktif. Setelah pengajuan, status verifikasi dapat dipantau secara berkala melalui laman yang sama. Jika pengajuan telah disetujui, siswa dapat mencoba kembali mendaftar akun SNPMB. Apabila kendala masih berlanjut, operator sekolah menjadi pihak yang paling berwenang untuk membantu memperbaiki data siswa di Dapodik, karena mereka memiliki akses langsung ke sistem. Operator sekolah dapat memeriksa status data, melakukan perbaikan, dan memastikan sinkronisasi data dengan Pusdatin.

Jadwal registrasi akun SNPMB siswa untuk tahun 2026 telah ditetapkan mulai 12 Januari hingga 18 Februari 2026 untuk jalur SNBP, dan 12 Januari hingga 7 April 2026 untuk jalur SNBT. Keterlambatan atau kegagalan dalam memverifikasi NISN dapat menghambat proses pendaftaran, mengingat NISN dan NPSN merupakan syarat utama siswa untuk mendaftar seleksi. Balai Pengelolaan Pengujian Pendidikan (BPPP) sebagai pelaksana SNPMB, bertanggung jawab mengintegrasikan data peserta seleksi dengan sistem pendidikan nasional (Dapodik) untuk memastikan keabsahan dan validitas informasi, menegaskan peran krusial data NISN dalam menjaga kredibilitas seleksi. Upaya sistematis ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam menciptakan sistem seleksi yang transparan, akurat, dan adil.