
Pemerintah Brunei Darussalam secara konsisten menawarkan beasiswa penuh kepada warga negara Indonesia (WNI) untuk menempuh pendidikan di lima institusi pendidikan tinggi terkemuka di negara tersebut. Kesempatan ini tersedia untuk program Diploma, Sarjana (S1), dan Magister (S2) pada tahun akademik 2026/2027, dengan periode pendaftaran yang umumnya dibuka dari pertengahan Desember hingga pertengahan Februari. Program beasiswa ini, yang dikenal sebagai Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS), merupakan bagian dari upaya Brunei untuk memperkuat kerja sama internasional di bidang pendidikan.
Lima institusi yang menjadi tujuan beasiswa ini meliputi Universiti Brunei Darussalam (UBD), Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA), Universiti Teknologi Brunei (UTB), Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB), dan Politeknik Brunei (PB). Para penerima beasiswa akan mendapatkan pembebasan biaya kuliah sepenuhnya, termasuk biaya pendaftaran, ujian, dan orientasi. Selain itu, beasiswa juga mencakup tunjangan pribadi bulanan sebesar BND 500 (sekitar Rp6,6 juta), tunjangan makan bulanan BND 150 (sekitar Rp1,9 juta), serta tunjangan buku tahunan BND 600 (sekitar Rp7,8 juta). Fasilitas akomodasi di asrama kampus dan asuransi kesehatan komprehensif juga disediakan selama masa studi. Tiket pesawat kelas ekonomi pulang-pergi dari Indonesia ke Brunei Darussalam akan diatur pada awal dan akhir masa perkuliahan.
Persyaratan umum untuk pelamar mencakup batasan usia maksimal 25 tahun untuk program Diploma dan Sarjana, serta 35 tahun untuk program Magister, terhitung per 1 Juli 2026. Kemahiran berbahasa Inggris menjadi kriteria penting, dengan skor minimal seperti Credit 6 pada GCE 'O' Level Examination, Grade 'C' pada IGCSE English (sebagai bahasa kedua), TOEFL 550, atau IELTS 6.0. Beasiswa ini diprioritaskan bagi pelajar internasional yang akan menempuh studi pertama kalinya di Brunei Darussalam dan bukan merupakan penduduk permanen Brunei.
Kebijakan beasiswa penuh ini menunjukkan komitmen Brunei Darussalam dalam mengembangkan sumber daya manusia dan memperluas pengaruhnya di kancah regional melalui diplomasi pendidikan. Langkah ini selaras dengan Visi Brunei 2035 yang menekankan pada peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan intelektual. Bagi Indonesia, program BDGS membuka akses signifikan bagi para mahasiswa berprestasi untuk mendapatkan pendidikan berkualitas internasional tanpa terbebani biaya, sekaligus mempererat hubungan bilateral kedua negara anggota ASEAN ini. Mahasiswa Indonesia tidak hanya akan memperoleh keunggulan akademik, tetapi juga pengalaman multikultural yang berharga, yang pada gilirannya dapat berkontribusi pada pembangunan nasional sekembalinya mereka ke tanah air. Pengumuman hasil seleksi beasiswa untuk tahun akademik 2026/2027 dijadwalkan sekitar 1 Juni 2026, dengan perkuliahan dimulai pada Juli atau Agustus 2026.