Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Terobosan! Duolingo Kini Pintu Gerbang Kuliah di Universitas Selandia Baru

2026-01-16 | 10:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-16T03:34:56Z
Ruang Iklan

Terobosan! Duolingo Kini Pintu Gerbang Kuliah di Universitas Selandia Baru

Berbagai universitas di Selandia Baru telah mengadopsi Duolingo English Test (DET) sebagai salah satu syarat kemampuan bahasa Inggris bagi calon mahasiswa internasional, sebuah perubahan kebijakan yang didorong oleh kebutuhan akan fleksibilitas dan aksesibilitas dalam proses penerimaan mahasiswa pasca-pandemi global. Langkah ini memungkinkan perguruan tinggi seperti University of Otago, Massey University, University of Canterbury, Victoria University of Wellington, University of Waikato, Lincoln University, dan University of Auckland untuk memperluas jangkauan ke pelamar dari berbagai negara dengan menawarkan alternatif yang lebih cepat dan terjangkau dibandingkan tes tradisional seperti IELTS atau TOEFL.

Adopsi Duolingo English Test oleh kampus-kampus Selandia Baru mencerminkan pergeseran strategis dalam menghadapi mobilitas mahasiswa internasional yang semakin meningkat serta kebutuhan akan metode penilaian yang adaptif. Duolingo, sebagai penyedia platform pembelajaran bahasa dan tes berbasis Amerika, dikenal dengan pendekatan inovatifnya yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan proctoring jarak jauh untuk memastikan integritas tes. Kemampuan untuk mendapatkan hasil dalam dua hari tanpa perlu janji temu menjadi daya tarik utama bagi mahasiswa dan staf penerimaan universitas. Tes ini juga menonjol karena biayanya yang lebih rendah, sekitar USD 49, menjadikannya pilihan menarik bagi mahasiswa dengan anggaran terbatas. Sejak tahun lalu, orang-orang dari 219 negara dan 148 bahasa ibu mengikuti Duolingo English Test, dengan Asia menyumbang 55 persen dari seluruh sesi tes.

Beberapa institusi telah menetapkan skor minimum Duolingo yang bervariasi. Misalnya, University of Waikato menerima skor DET minimal 95 untuk beberapa program, sementara untuk program pascasarjana atau disiplin ilmu tertentu seperti Hukum atau Pendidikan, persyaratannya bisa mencapai 120 hingga 130. University of Auckland mensyaratkan skor minimum 105+ untuk program sarjana dan pascasarjana tertentu. Massey University menerima DET dengan skor berkisar antara 80 hingga 120, tergantung pada program yang dipilih. University of Otago, yang sempat menerima Duolingo karena dampak COVID-19, menetapkan 110 untuk program pascasarjana dan 95 untuk program Foundation Studies Certificate.

Meskipun universitas-universitas di Selandia Baru menerima Duolingo untuk penerimaan, penting untuk dicatat bahwa otoritas imigrasi Selandia Baru umumnya masih menggunakan sertifikasi internasional seperti IELTS atau TOEFL untuk keputusan aplikasi visa. Hal ini menciptakan situasi di mana mahasiswa internasional mungkin perlu mengikuti dua jenis tes kecakapan bahasa Inggris untuk memenuhi persyaratan penerimaan universitas dan visa. Situasi ini menimbulkan tantangan logistik dan finansial tambahan bagi para pelamar.

Penggunaan tes daring seperti Duolingo, meskipun menawarkan kemudahan, juga memicu perdebatan mengenai keandalan dan integritas platform pengujian daring. Beberapa pihak menyuarakan kekhawatiran tentang kemampuan tes daring untuk secara akurat mengukur kemampuan bahasa Inggris akademik secara komprehensif dibandingkan dengan penilaian tatap muka. Namun, mayoritas universitas yang baru-baru ini memperbarui kebijakan mereka tetap mengindikasikan penerimaan Duolingo, menggambarkan dinamika adaptasi sektor pendidikan tinggi global terhadap alat penilaian modern.

Pergeseran ini terjadi di tengah upaya Selandia Baru untuk memulihkan dan meningkatkan jumlah mahasiswa internasional pasca-pandemi. Antara Januari hingga Agustus 2024, Selandia Baru menyambut 73.535 mahasiswa asing, menunjukkan peningkatan 6 persen dibandingkan total tahun 2023. Sektor universitas menjadi pendorong utama pertumbuhan ini, dengan pendaftaran 31.345 mahasiswa internasional, meningkat 14 persen. Pada tahun 2023, hampir 70.000 mahasiswa internasional terdaftar, menandai peningkatan 67 persen dibandingkan tahun 2022. Pertumbuhan yang kuat ini menunjukkan reputasi Selandia Baru yang berkembang untuk pendidikan berkualitas tinggi dan upaya adaptasi yang berkelanjutan. Penerimaan Duolingo, dengan segala implikasinya, merupakan bagian integral dari strategi yang lebih luas ini untuk menarik talenta global dan memperkaya lingkungan akademik dan ekonomi negara.