Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Unesa Jamin Beasiswa Penuh Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Sampai Lulus

2026-01-05 | 01:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-04T18:47:52Z
Ruang Iklan

Unesa Jamin Beasiswa Penuh Mahasiswa Terdampak Bencana Sumatera Sampai Lulus

Universitas Negeri Surabaya (Unesa) secara proaktif memastikan keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa asal Sumatera yang terdampak parah oleh bencana banjir bandang dan tanah longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dengan menyediakan beasiswa penuh hingga kelulusan. Kebijakan ini, yang diumumkan oleh Rektor Unesa Nurhasan pada awal Desember 2025, mencakup biaya pendidikan penuh selama delapan semester, bantuan biaya hidup, serta fasilitas pembelajaran dan pendampingan psikososial. Langkah ini diambil sebagai respons kemanusiaan atas krisis yang menyebabkan ribuan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur yang meluas di wilayah tersebut.

Rektor Unesa Nurhasan menekankan pentingnya solidaritas dalam menghadapi kondisi sulit. "Mahasiswa Unesa yang berasal dari Sumatra yang terdampak, jangan putus asa," ujar Nurhasan pada 8 Desember 2025. "Unesa akan memberikan beasiswa penuh hingga delapan semester agar kalian masih bisa melanjutkan pendidikan di tengah kondisi sulit ini." Beasiswa komprehensif ini bertujuan meringankan beban finansial berupa Uang Kuliah Tunggal (UKT), memberikan biaya hidup selama satu semester penuh, memfasilitasi kebutuhan akademik, dan mendukung pemulihan trauma melalui tim psikolog dari Fakultas Psikologi Unesa yang diterjunkan ke lokasi bencana pada 10 Desember 2025. Mahasiswa yang memenuhi kriteria dapat menghubungi Direktorat Kemahasiswaan Unesa untuk proses pengajuan beasiswa.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November hingga awal Desember 2025 telah menimbulkan dampak serius pada sektor pendidikan dan kehidupan masyarakat. Data per 7 Desember 2025 menunjukkan 921 orang meninggal dunia, 392 orang hilang, dan 5.000 orang terluka. Infrastruktur publik juga hancur, dengan 147.300 rumah rusak, 1.300 fasilitas umum rusak, dan 701 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan di 52 kabupaten yang terdampak. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melaporkan sebanyak 3.274 sekolah terdampak, termasuk 1.343 SD dan 621 SMP, dengan total 6.431 ruang kelas rusak. Dampak ini meluas hingga 276.249 siswa dan 25.936 guru. Di tingkat pendidikan tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktidsaintek) mengidentifikasi 60 perguruan tinggi terdampak, menghambat perkuliahan bagi lebih dari 18.000 mahasiswa di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Pemerintah melalui Kemendikdasmen telah menyalurkan bantuan awal senilai Rp21,1 miliar untuk mendukung pembelajaran darurat, penyediaan tenda kelas, perlengkapan belajar, dan layanan dukungan psikososial. Namun, dengan ribuan sekolah masih dalam proses pemulihan, dan 19 sekolah di Sumatera Utara masih menggunakan tenda darurat per 4 Januari 2026, inisiatif Unesa memberikan beasiswa jangka panjang menyoroti kebutuhan akan dukungan yang berkelanjutan. Program beasiswa Unesa ini tidak hanya meringankan beban finansial mahasiswa, tetapi juga mengirimkan pesan kuat tentang pentingnya menjaga akses pendidikan sebagai pilar utama pemulihan masyarakat pascabencana. "Upaya ini menjadi contoh nyata peran perguruan tinggi dalam membantu pemulihan pascabencana," tegas Rektor Nurhasan. Komitmen ini melampaui bantuan darurat, menawarkan jaring pengaman pendidikan yang esensial bagi individu yang paling rentan menghadapi krisis multidimensional akibat bencana ekologis.