Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

e-Rapor SD-SMA 2025: Kebal Bencana, Otomatis Terhubung Dapodik

2025-12-20 | 16:44 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-20T09:44:48Z
Ruang Iklan

e-Rapor SD-SMA 2025: Kebal Bencana, Otomatis Terhubung Dapodik

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) secara resmi telah memberlakukan e-Rapor Versi 2025 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Kebijakan ini merupakan langkah strategis pemerintah dalam mengakselerasi transformasi digital di sektor pendidikan. Penerapan e-Rapor ini dimulai dengan diberlakukannya pembagian rapor digital melalui aplikasi e-Rapor, yang bertujuan untuk melengkapi ekosistem penilaian yang kredibel secara nasional.

Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah (Dirjen Paud Dasmen) Kemendikdasmen, Gogot Suharwoto, menjelaskan bahwa e-Rapor adalah sistem penilaian digital yang terintegrasi penuh dengan Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Integrasi ini menjadikan proses penilaian menjadi lebih sistematis, akurat, dan transparan. Data capaian belajar peserta didik akan langsung tersinkronisasi ke Dapodik, sehingga mendukung kebijakan nasional berbasis data yang valid.

Salah satu keunggulan utama dari e-Rapor Versi 2025 adalah fitur keamanan data yang membuatnya "aman dari bencana". Dengan sistem digital, rapor setiap siswa akan tersimpan dengan aman di dalam sistem, menghilangkan kekhawatiran akan hilangnya dokumen fisik akibat bencana alam atau kerusakan. Hal ini juga menjawab permasalahan dokumen yang hilang saat terjadi bencana, karena rapor siswa akan tersimpan secara digital dan dapat diakses kapan saja dibutuhkan.

Lebih lanjut, e-Rapor dirancang untuk mengatasi berbagai kekurangan rapor manual yang selama ini memakan banyak waktu dan sumber daya administratif. Aplikasi ini menghilangkan tumpukan kertas dan penggunaan aplikasi spreadsheet sederhana yang tidak terintegrasi, sehingga memungkinkan guru untuk fokus pada esensi pembelajaran. Sistem digital ini juga meningkatkan kolaborasi antar guru, karena seluruh data dapat diakses bersama dan disinkronkan secara real time.

Direktur Sekolah Menengah Atas (SMA) Kemendikdasmen, Winner Jihar Akbar, menambahkan bahwa e-Rapor menjadi bagian penting dalam upaya digitalisasi pembelajaran di Indonesia. Integrasi dengan Dapodik sangat vital untuk masa depan siswa, terutama dalam mendukung Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) ke Perguruan Tinggi Negeri. Data yang valid dan memenuhi syarat dari sistem ini akan digunakan langsung untuk sinkronisasi ke Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS), memperkuat pengambilan keputusan berbasis data yang akurat di satuan pendidikan. Aplikasi e-Rapor Versi 2025 telah tersedia untuk diunduh dan dilengkapi dengan panduan lengkap instalasi serta penggunaannya untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.